Search This Blog

Harry Potter & Anak Terkutuk [Peron 3/4]

Part 1

ACT 1 – SCENE 2
PERON 3/4


Tempat itu tertutup uap putih tebal yang muncul dari HOGWARTS EXPRESS.
Disini sama sibuknya – namun diisi oleh orang-orang dengan pakaian mencolok dalam kesehariannya, para penyihir yang kebanyakan mengenakan jubah tengah bersiap untuk mengucapkan selamat tinggal pada anak-anak mereka.

ALBUS   : Ini dia.
LILY        : Wow!
ALBUS   : Peron 3/4.
LILY        : Dimana mereka? Apa mereka disini? Apa mungkin mereka belum datang?

HARRY menemukan RON, HERMIONE, dan puteri mereka ROSE. LILY berlari kencang ke arah mereka.
LILY        : Paman Ron. Paman Ron!!!

RON berbalik ke arah mereka saat Lily menabraknya. Dia menarik LILY pada gendongannya.
RON       : Kalau saja ini bukan Potter favoritku.
LILY        : Apakah paman memiliki trik sulap?
RON    : Apa kau tahu kalau Sihir Sakti Weasley memiliki tiupan mencuri-hidung yang tersertifikasi?
ROSE     : Mom! Dad melakukan sesuatu yang payah itu lagi.
HERMIONE: Kamu mengatakan itu payah, ayahmu mengatakan itu hal ajaib, aku rasa …. Itu adalah sesuatu diantaranya.
RON       : Tunggu sebentar. Biarkan aku mengunyah . . . udara. Dan sekarang ini hanya masalah sederhana untuk. . . permisi apakah aku mencium sedikit bawang putih . . .

Dia menghembuskan nafas ke wajah LILY. LILY tergelak.
LILY        : Baumu seperti susu sereal.
RON       : Bing. Bang. Boing. Gadis muda, bersiaplah untuk tak bisa mencium apapun . . .
RON mencabut hidung LILY.
LILY        : Dimana hidungku?
RON       : Tada!
Tangannya kosong. Itu adalah trik yang payah. Semua orang menikmati leluconnya.
LILY        : Kau konyol.
ALBUS   : Orang-orang menatap kita lagi.
RON       : Itu karena aku! Aku memang sangat terkenal. Eksperimen hidung ini adalah sebuah legenda!

HARRY  : Kalian parkir dengan baik, kan?
RON       : Aku melakukannya. Hermione tak percaya aku bisa lolos tes mengemudi Muggle. Iya, kan? Dia pikir aku memberikan mantra Confundus pada penguji.
HERMIONE : Aku tidak berpikir seperti itu. Aku sepenuhnya percaya kepadamu.
ROSE     : Dan aku sepenuhnya percaya Dad meng-Confundus penguji.
RON       : Oi!

ALBUS   : Dad …
ALBUS menarik jubah HARRY. HARRY menunduk.
                Bagaimana menurutmu – jika aku – jika aku masuk asrama Slytherin?
HARRY  : Apa salahnya dengan itu?
ALBUS   : Slytherin itu asrama ular, simbol Sihir Hitam … itu bukan asrama untuk penyihir yang berani.
HARRY  : Albus Severus, kau dinamai dari dua Kepala Sekolah Hogwarts. Satu dari mereka berasal dari Slytherin dan dia adalah penyihir paling pemberani yang pernah aku kenal.
ALBUS   : Tapi jika katakanlah ….
HARRY  : Jika itu terjadi, maka Topi Seleksi akan mempertimbangkan keinginanmu.
ALBUS   : Benarkah?
HARRY  : Itu terjadi padaku.
HARRY tidak pernah menceritakan hal ini sebelumnya. Sekilas, hal itu bergema dalam kepalanya.
                Hogwarts akan membentukmu, Albus. Aku berjanji padamu, tidak ada yang perlu ditakuti disana.
JAMES  : Tidak termasuk Thestrals. Kau harus berhati-hati pada Thestrals.
ALBUS   : Kukira mereka tak terlihat!
HARRY  : Dengarlah Profesor-mu, jangan dengarkan James, dan buatlah dirimu nyaman. Sekarang, jika kau tak ingin kereta ini pergi tanpamu, kau harus bergegas . . .
LILY        : Aku akan mengejar keretanya.
GINNY  : Lily, kembali kesini!

HERMIONE : Rose, sampaikan salam sayang kami untuk Neville.
ROSE     : Mom, aku tak bisa memberikan Professor salam sayang!
ROSE memasuki kereta. ALBUS bergantian memeluk GINNY dan HARRY untuk terakhir kalinya sebelum mengikuti ROSE.
ALBUS   : Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa.

Dia menaiki kereta. HERMIONE, GINNY, RON, dan HARRY menyaksikan kereta – ketika peluit ditiup dan meninggalkan peron.
GINNY  : Mereka akan baik-baik saja, kan?
HERMIONE : Hogwarts tempat yang besar.
RON       : Besar. Luar biasa. Penuh dengan makanan. Aku akan memberikan apapun agar bisa kembali lagi.
HARRY  : Aneh. Al mencemaskan dia akan terpilih ke asrama Slytherin.
HERMIONE : Itu bukan apa-apa. Rose cemas kalau dia akan memecahkan rekor Quidditch di tahun pertama atau keduanya. Dan betapa cepatnya dia akan mengambil ujian OWL-nya.
RON       : Entahlah, darimana dia mendapatkan sifat ambisiusnya.
GINNY  : Lalu apa yang kau rasakan Harry, apakah Al – apakah dia akan mendapatkan asrama Slytherin?
RON       : Kau tahu Gin, kami selalu berpikir ada kemungkinan kau bisa terpilih ke asrama Slytherin.
GINNY  : Apa?
RON       : Sejujurnya, Fred dan George taruhan.
HERMIONE : Bisakah kita pergi? Orang-orang memperhatikan kita, kau tahu.
GINNY  : Orang-orang selalu memperhatikan saat kalian bertiga bersama. Lagi pula, orang-orang memang selalu memperhatikanmu.
Mereka berempat keluar. GINNY menghentikan HARRY.
                Harry . . . dia akan baik-baik saja, kan?

HARRY  : Tentu saja dia akan baik-baik saja.

Harry Potter & Anak Terkutuk [KING'S CROSS]

PART ONE
ACT 1 – SCENE 1
KING’S CROSS



Stasiun itu sibuk dan ramai, dipenuhi oleh orang-orang yang hendak bepergian ke berbagai tempat. Diantara keramaian dan hiruk pikuk tersebut, dua sangkar besar berderak di atas dua muatan troli. Kedua troli itu didorong oleh dua anak laki-laki, JAMES POTTER dan ALBUS POTTER. Ibu mereka, GINNY, mengikuti di belakang. Seorang lelaki berusia 37 tahun, HARRY, tengah menggendong puterinya LILY.

ALBUS   : Dad. Dia tidak berhenti mengataiku.
HARRY : James, biarkan dia.
JAMES : Aku hanya bilang mungkin dia masuk asrama Slytherin. Itu mungkin baginya, jadi … (HARRY memelototinya) baiklah.

ALBUS   : (mendongak ke arah ibunya) Mom akan menulis surat untukku, kan?
GINNY  : Setiap hari kalau kau mau.
ALBUS   : Jangan. Jangan setiap hari. James bilang murid-murid biasanya mendapatkan surat hanya sebulan sekali. Aku tidak mau. . .
HARRY  : Kami menulis surat untuk kakakmu tiga kali seminggu pada tahun lalu.
ALBUS   : Apa? James!
ALBUS menatap JAMES jengkel.
GINNY  : Yeah. Kau mungkin tidak akan mau percaya segala hal yang dia katakan tentang Hogwarts. Dia suka membuat lelucon, kakakmu itu.
JAMES  : (menyeringai) Bisakah kita pergi sekarang?

ALBUS menatap ayahnya, dan kemudian ibunya.
GINNY  : Yang harus kau lakukan adalah berjalan lurus ke tembok antara peron 9 dan 10.
LILY        : Aku tak sabar lagi.
HARRY  : Jangan berhenti dan jangan takut kau akan menabrak tembok, itu sangat penting. Sebaiknya kau berlari jika merasa tegang.
ALBUS   : Aku siap.


HARRY dan LILY memegang troli milik ALBUSGINNY memegang troli JAMES – dan bersama-sama, mereka berlari ke dalam tembok penghalang.