Skip to main content

Ini Lho 5 Alasan Kenapa Harus Memilih Universitas Samudra Sebagai Tujuan Kuliahmu Kelak

Oleh: Sarah Nurul Khotimah
Diterbitkan di https://video.quipper.com
24/02/2017


Universitas Samudra (Unsam) memang belum setenar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) populer lainnya di Indonesia. Meski begitu, bukan berarti universitas yang terletak di Kota Langsa, Aceh ini bisa dikesampingkan ya, Quipperian! Karena, PTN ini memiliki banyak kelebihan dan keunggulan dibandingkan PTN lainnya.
Untuk itu, Quipper Video Blog akan memberikan beberapa alasan kenapa kuliah di Unsam itu seru dan menyenangkan. Yuk, simak alasan-alasannya!

Berada di Kota Berpesona Alam Indah

Kota Langsa merupakan salah satu kota di Provinsi Aceh yang menyimpan banyak pesona keindahan. Berbagai objek wisata tersedia di sini. Mulai dari objek wisata alam ataupun wisata sejarah bisa kamu temui di kota ini.
Objek wisata unggulan di kota Langsa ialah objek wisata alamnya. Di kota ini, setidaknya ada empat pantai yang bisa kamu jelajahi. Keempat pantai itu ialah Pantai Pasir Putih, Pantai Kuala Geulumpang, Pantai Kuala Parek, dan Pantai Matang Ulim Idi Cut.
Selain itu, di kota ini dekat dengan Pulau Teulaga Tujoh yang pastinya masih sangat alami. Kalau kamu senang dengan suasana hutan, kamu pun bisa menikmati keindahan hutan lindung di kota Langsa. Lengkap bukan wisata alamnya.
Bayangkan Quipperian, kalau kamu kuliah di Unsam dan sedang butuh liburan, banyak tempat yang bisa kamu jelajahi. Wisata alam itu pastinya akan mengembalikan semangat belajarmu dan kamu tidak akan pernah merasa bosan kuliah di Unsam, meski harus merantau.

Unggul dalam Kesenian Daerah

Di Unsam memang tidak memiliki fakultas ataupun prodi seni. Namun, hal itu tidak menghentikan mahasiswanya berkegiatan dan berprestasi di bidang seni. Tentunya, prestasi di bidang kesenian diraih oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unsam, yakni Komunitas Seni Rajut.
Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Unsam yang aktif di Komunitas Seni Rajut ini cukup banyak, loh! Kebanyakan dari prestasi itu diraih pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) dan Pekan Seni Nasional Daerah (Peksimida).
Di kedua ajang tersebut, mahasiswa Unsam cukup unggul di berbagai genre seni. Mulai dari seni tari, musik, sastra, hingga teater. Seringnya Unsam berpartisipasi di ajang kompetisi Persimida membuat kampus itu terpilih menjadi tuan rumah Peksimida XIII 4-7 Agustus 2016 lalu.
Di ajang itu, Unsam cukup menunjukkan tajinya dengan meraih juara pertama pada kategori Penyanyi Pop Putra, Penyanyi Keroncong Putra, Penyanyi Dangdut Putra, dan Fotografi Hitam Putih. Keren kan?

Maju Dalam Program Kreativitas Mahasiswa

Tak hanya berprestasi di kesenian saja, Unsam juga menuai prestasi di kompetisi bergengsi di tingkat perguruan tinggi, yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Di tahun 2015, satu tim mahasiswa Unsam berhasil lolos pada salah satu kategori, yaitu PKM Gagasan Tertulis (PKM GT).
Tim yang terdiri dari Fitri Amelia Utami, Lucita Nadira Siregar, Maya Damayanti, dan Eny Nurlita berhasil meloloskan proposal penelitian mereka. Proposal penelitian itu berjudul Taman Kupu-Kupu “Jeumpa” Sebagai Pusat Pendidikan, Konservasi dan Rekreasi Bagi Masyarakat di Provinsi Aceh.
Tim yang diketuai oleh Fitri ini tak hanya lolos, melainkan juga berhasil menyabet predikat presentasi terbaik pada ajang tersebut. Keberhasilan Fitri dan kawan-kawannya pada ajang PKM GT menunjukkan bahwa Unsam selalu mendorong mahasiswanya untuk berprestasi di ajang PKM. Coba bayangkan, kalau kamu kuliah di sini pasti akan didorong untuk berprestasi seperti Fitri dan kawan-kawannya.

Menggerakan Gerakan Penghijauan

Berada di kota yang memiliki pesona alam luar biasa, membuat Unsam ikut terjun dalam upaya-upaya penghijauan di Kota Langsa. Salah satunya melalui Pemerintah Mahasiswa (Pema) Unsam yang menginisiasi gerakan aksi menanam pohon bakau atau mangrove.
Inisiasi gerakan tersebut tentunya memiliki banyak manfaat. Dari segi lingkungan hidup, penanaman pohon bakau menjaga habitat biota laut. Lalu, dari segi ekonomi, hutan bakau bisa dimaksimalkan sebagai objek wisata alam dan sumber mata pencarian masyarakat sekitar hutan tersebut.
Kegiatan penanaman hutan bakau itu dilaksanakan pada bulan April 2016 lalu. Melalui kegiatan itu, setidaknya Pema Unsam telah berhasil membantu gerakan pelestarian alam yang didengungkan Pemerintah Indonesia dan memberikan pencerdasan kepada masyarakat Kota Langsa akan pentingnya hutan bakau.

Menuju Universitas Bertaraf Internasional

Quipperian, asal kamu tahu ya, kini berbagai perguruan tinggi di Indonesia memasuki era penuh tantangan. Pasalnya, kini persaingan di dunia akademik telah terbuka secara internasional. Hal itu ditandai dengan pergerakan beberapa perguruan tinggi Indonesia dalam peringkat World Class University (WCU).
Sebagai PTN ke 95 di Indonesia, Unsam termasuk kampus yang memiliki program menuju WCU. Salah satu strategi yang diambil Unsam ialah bekerjasama dengan International Test Center (ITC) untuk meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa dalam Test of Engslih for International Communication(TOEIC).
Program tersebut bertujuan agar Unsam memiliki lulusan yang berkualitas dengan kemampuan dalam berbahasa Inggris. Tentunya, kemampuan itu dibutuhkan karena menjadi bahasa komunikasi internasional.
Selain melalui program kerja sama itu, Unsam menginisiasi program English Debate Competition untuk memotivasi mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris. Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa Unsam sangat serius untuk mempersiapkan diri sebagai universitas bertaraf internasional.
Itulah beberapa alasan kenapa kamu harus masuk ke Unsam. Tentunya kamu perlu membicarakannya dengan orangtuamu dulu, ya Quipperian. Dengan begitu, kamu bisa mendapat restu orangtua untuk dapat merantau ke Aceh.
Tak ada ruginya deh kamu kuliah di Unsam. Banyak pengalaman seru yang akan kamu rasakan sendiri. Semoga kamu bisa masuk ke Unsam ini ya, Quipperian. Semangat ya!

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…