Skip to main content

di satu persimpangan ....

Minggu, 4 Januari 2015.

Tulisan pertama di tahun 2015. Pret.

Sepertinya baru kemarin saya membuat jadwal persiapan untuk kuliah profesi Ners. Baru kemarin saya membeli buku-buku yang akan menunjang pembelajaran klinis. Dan, baru kemarin saya semangat mencari tahu kehidupan kuliah profesi. Ya, baru kemarin, rencana-rencana itu tersusun rapi.

Hari ini semuanya buyar. Ketika saya membuka web Indonesia Mengajar dan ternyata seleksi Pengajar Muda (PM) tahap pertama sudah dibuka. http://indonesiamengajar.org/kabar-terbaru/pengumuman-hasil-seleksi-tahap-i-pengajar-muda-a-4. Dari 10.555 pendaftar, hanya 309 orang yang lolos. Dan, saya lolos seleksi tahap pertama. Bangga, iya. Bingung, iya juga. Yang membuatnya menjadi membingungkan karena seleksi tahap kedua, Direct Assesment (DA), baru dilaksanakan tanggal 20 Januari dan hasilnya kemungkinan diumumkan di akhir Maret. Sementara saya harus membayar biaya kuliah profesi akhir Januari dan mulai kuliah bulan Februari.

Kalau daftar profesi, sudah pasti lulus, yang penting bayar. Sementara jadi PM? Yakin-yakin-enggak. Dari 309 orang yang lolos seleksi tahap pertama, kemungkinan yang lolos tahap kedua hanya 75 orang. Yang sebelumnya malah 55 orang. Pokoknya kurang dari 100 orang, deh.

Tiba-tiba hidup saya hanya menyajikan dua sisi koin. Lanjut mengikuti DA atau kuliah profesi dengan damai. Hasilnya jadi seperti berikut:

Kemungkinan Pertama:
-> Ikut DA
-> Nggak daftar profesi
-> Lolos jadi PM (Juni 2015-Juni 2016)
-> Daftar profesi Agustus 2016
-> Lulus profesi Agustus 2017

Kemungkinan Kedua:
-> Ikut DA
-> Nggak daftar profesi
-> Nggak lolos jadi PM
-> Daftar profesi Agustus 2015
-> Lulus profesi Agustus 2016

Tiba-tiba saya merasa tidak lolos jadi Pengajar Muda terlihat lebih baik. Tapi, jangan begitu lah, mengajar di pelosok adalah salah satu passion saya. Saya mengisi form pendaftaran dengan sungguh-sungguh.

Kemungkinan Ketiga:
-> Nggak ikut DA
-> Daftar profesi dengan damai
-> Daftar PM lagi tahun depan, Januari 2016
-> Lulus profesi Februari 2016

Kemungkinan Keempat
-> Ikut DA
-> Daftar profesi
-> Kalau lolos jadi PM bagaimana? Sudah daftar 4juta loh buat kuliah!

Dari semua kemungkinan itu, sepertinya kemungkinan kedua yang lebih aman. Jika akhirnya saya nggak lolos di DA, saya masih bisa daftar profesi pada bulan Agustus bareng Nabila. Tapi ... tiba-tiba saya berpikir kalau tidak lolos di tahap kedua ini dan menunda kuliah profesi, saya bisa memilih menjadi trainee di kantornya A Riki. Atau ...

Ah, apa-apaan ini. Rencana saya jadi amburadul.

Yang jelas besok saya ke kampus, isi formulir pendaftaran kuliah profesi. Tanggal 20 Januari saya ke Jakarta, ikut Direct Assessment. Dan, selanjutnya ... mari berdoa agar Allah memberikan hati yang lapang.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…