Skip to main content

ini tulisan apa

Saya menulis ini dalam keadaan setengah mengantuk setengah mikir, tadinya mau upload skripsi ke student unpad tapi baru inget skripsi saya ada di flash disk, flash disk saya di adik saya, adik saya lagi diospek, laptopnya masih diservis. Akhirnya saya buka blogger.

Hai, apa kabar, semoga keseharian kita selalu diliputi keberkahan dari Allah. Tiga minggu saya tidak menulis di blog, selama itu pula energi saya tiba-tiba nge-jumping ga bisa direm. Ada 3 agenda dimana saya jadi divisi riweuh; halal bihalal keluarga, kado nikahan teh widya, dan nengok meilika. Asli, saya kayak kelebihan energi dan sedang royal bagi-bagi energi buat ngurusin hal-hal itu.

>> halal bihalal keluarga <<
Bertempat di Cikadut, rumah Wa Acep. Saya kembali didaulat untuk menjadi MC. Kali ini bersama A Erpin, mahasiswa tingkat akhir di Piksi Ganesha yang telat lulus dan rambutnya kayak Giring Nidji. Halal bihalal adalah satu waktu dimana saya rela keluar rumah saat musim mudik. Saya nggak mudik, tapi rumah saya di daerah mudik (Cicalengka-Nagreg). Mantep, mau ke pasar saja rasanya saya mau berangkat ke antah berantah saking semrawutnya jalan. Kalau nggak pakai motor, saya nggak mau pergi-pergian ketika musim mudik. Selama hampir 2-3 minggu musim mudik, rumah saya hampir nggak pernah sepi. Warung buka 24 jam. Kadang pemudik dan polisi nangkring di teras rumah. Santri Daarut Tauhid yang buka posko mudik di Jl. Cagak bantu memakmurkan masjid. Murid-murid saya bantu dagang. Seru.

Perasaan tadinya mau bahas halal bihalal. Bukan, mudik.

BPJS dan Pilpres jadi obrolan umum terhangat ketika halal bihalal. Nikah, apalagi. Jadi sepupu di atas saya ada 6 orang lagi yang belum nikah; A Yoma (29), A Andri (27 kalau ga salah), A Irpan (25), A Erpin (24), A Fajri (24), dan Teh Nisa (23). Saya? 22 ... ditanyain nikah sih iya, tapi masih selow. Rencananya tahun depan A Yoma dan A Andri akan menikah. Makanya saya pikir saya masih aman. Tuh kan, emang sesungguhnya saya belum niat.

Saya pernah posting hasil halal bihalal di facebook:
Kemarin keluarga besar baru saja berkumpul. Selain acara talkshow family (kabar2 keluarga), ada beberapa event yang tak kalah seru, games best couple dan aksi junior.
Best Couple:
1. A Indra dan Teh Erna (usia pernikahan 3 tahun)
2. A Esa dan Teh Teni (usia pernikahan 12 tahun)
3. A Yoga dan Teh Rosa (usia pernikahan 1 tahun)

AKSI Junior:
1. Miftah (7 thn) hafalan QS An Naba
2. Roif (10 thn) hafalan QS Nuh
3. Wafa (3 thn) hafalan QS Al Fatihah
4. Sahla (2 thn) hafalan Doa Mau Tidur dan artinya
5. Malik dan Vini (11 thn) hafalan QS Al Kautsar
6. Syahrul (11 thn) hafalan QS Ad Duha
7. Rois (10 thn) ditemani Syahrul hafalan QS Al Quraisy dan Al Bayyinah
8. Fahri (7 thn) ditemani Miftah hafalan QS Al Lahab

Alhamdulillah, silaturahmi berkah.
ttd, master of ceremony: Sarah Nurul Khotimah dan Erpin Nashruddin



>> nikahan teh widya <<
skip dulu deh, kayaknya cerita ini agak panjang

>> nengok ke memei <<
ini juga skip, deh. saya udah ngantuk berat. tadi sore saya ke madrasah dengan sisa-sisa kesadaran yang ada setelah jam 2 siang sampai ke cicalengka.

besok saya harus ke jatinangor, upload skripsi, kasih jurnal ke perpus, dan hard cover.

besok saya harus ke cileunyi, knrp jabar.

besok saya harus ke kosambi, ngambil laptop adik saya yang diservis disana.

terus ... bye.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…