Skip to main content

sedang sempat

aku sudah lama tak berceloteh disini. Sekalian saja mumpung malam ini sempat.

tadi siang aku keliling garut dengan temanku. Mengurus beberapa hal sekaligus ngabuburit. Kami membicarakan banyak hal, dari mulai sistem negara, keluarga, yahudi, sejarah nabi, ketuhanan, agama, ideologi.

kemarin selama dua hari aku disibukkan dengan agenda buka bersama protagonis dan sigap sekaligus penutupan peskil madrasah. Menyenangkan mengurusi sesuatu selain skripsi. Aku butuh kesibukan baru dan kegiatan kemarin menjadi awal yang baik.

aku dinyatakan lulus sarjana pada tanggal 17 juli 2014. Angka yang manis. Aku suka. Rasanya agak jetlag dan linglung sudah menyelesaikan kuliah, sampai aku harus meyakinkan diriku sendiri what the next? Oke, apalagi sekarang? Apakah ini saatnya untuk berhenti berputar-putar dan menjalani hidup di jalur yang sudah direncanakan?

aku tidak ikut kuliah profesi. Beberapa keluarga, teman, dan senior menyayangkan keputusanku. Hanya beberapa yang percaya aku telah mengambil keputusan yang waras. Untuk sementara aku berpikir untuk tidak ikut profesi sama sekali. Semoga aku tidak kembali berputar-putar.

secara realistis, aku butuh penghasilan. Aku mungkin akan mencari pekerjaan terdekat tanpa memberitahu ibuku. Dia agak overprotektif sekarang. Kuliah profesi jangan dulu, cari kerja tidak diizinkan. Sementara aku mulai khawatir akan jadi sarjana yang merepotkan. Daripada mengizinkan anak perempuannya bekerja, dia akan lebih mengizinkanku menikah.

sudahlah, setidaknya aku punya proyekan sampai bulan september. Sambil berjalan mungkin aku akan negosiasi masa depan dengan ibuku.

sekian dulu, saya ngantuk sekali.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…