Skip to main content

Juni ...

Siang ini aku sampai di kampus dengan terlebih dulu sholat zuhur di mesjid. Orang-orang menamainya Mesjid Raya Unpad, secara intuitif aku tidak menyukai nama itu juga bangunannya. Tidak apa-apa, yang penting aku masih bisa sholat.

Sepanjang perjalanan dari Nagreg aku memikirkan plot cerita "Langit Baduy". Menyenangkan. Aku menyukai perjalanan, apalagi sendirian, dimana kita bisa menghidupkan imajinasi kita layaknya sebuah dunia yang perlu diperankan dan kitalah sang kreator.

Aku kira aku akan melaksanakan sidang skripsi minggu ini, maka aku membebaskan diri dari semua agenda. Ternyata aku baru bisa memulai sidang skripsi bulan Juli. Betapa aku sudah bosan dengan semua ini dan skripsi ini tidak selesai-selesai.

Kemarin selama dua hari aku membantu temanku penelitian di Panti Werdha Garut, nanti aku ceritakan apa yang aku dapat disana, termasuk ketika aku sedang berada di atas motor aku melihat teman lamaku keluar dari sebuah apotek di Garut dan aku berteriak di jalan memanggil namanya. Dipikir-pikir aku konyol sekali.

Beberapa hari yang lalu aku juga mengantar adikku registrasi ke Unpad. Dia resmi menjadi mahasiswa Unpad. Rasanya aku sangat bersyukur sudah melewati masa mahasiswa. Di-ospek, tugas-tugas, deg-degan karena telat kuliah, ujian praktek, ujian lisan, perwalian, dipanggil dosen. Ah, itu semua akan berakhir. Terkecuali ... profesi.

Ya, sepertinya aku akan profesi. Fiks. Hanya untuk menyibukan diri agar aku tidak terlihat terlalu pengangguran.

Sepi sekali hari ini di kampus. Aku baru saja menerima sumbangan majalah dari PPSDMS dan tadi aku bertemu Ale untuk mengambil majalah tersebut. By the way, buku-buku dari rumah baca asmanadia belum ada kabar. Meski begitu, kemarin aku bersemangat merombak rumah. TV yang tadinya berada di ruang atas aku pindahkan ke bawah. Digotong, berdua dengan adikku menggotong teve 21 inchi melewati tangga. Kami berhasil melakukannya sambil tertawa terbahak-bahak sepanjang tangga.

Saya sudah merombak ruang tengah, yang tadinya dipakai sebagai ruang tamu, jadi kamar saya sendiri. Alasannya satu, saya nggak mau dapet kamar di atas, itu sangat pengap. Saya biarkan kamar atas jadi kamar tamu saja. Atau kamar siapapun.

Hari ini saya juga baru menyelesaikan proposal ifthal ke Qatar Charity, lanjut membuat proposal persediaan kurma ke Darunnajah. Keduanya untuk Madrasah. Saya juga mau coba daftar beasiswa S2 ke Baznas. Siapa tahu ... Oh ya, saya ngantuk sekali sekarang. Saya akan pulang ke kosan. Besok mungkin saya ke syukuran Kang Dini di Ciparay. Malam ini mungkin saya menulis novel. Mungkin ... siapa tahu agendanya berubah. saya kan sangat mudah teralihkan.


Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…