Skip to main content

boring ~

"Have you feel bored in your life?"

Pada tahun 2009 saya diberikan pertanyaan itu oleh seorang kawan. Malam ini mendadak saya teringat kembali dengan pertanyaan tersebut. Dulu sepertinya situasi kami tengah bosan dengan rutinitas sekolah. Kewajiban-kewajiban murid kelas 3 SMA mengenai persiapan menuju masa depan. Kuliah. Sepertinya saat itu kami begitu muak dengan tuntutan dan ketakutan mengenai pendidikan, hingga rasanya kami kuliah hanya agar mereka diam atas tuntutan-tuntutan tersebut.

Begitu naif jika kami memang kuliah hanya untuk itu.

"Have you feel bored in your life?"

Mungkin saat itu kami bosan karena rutinitas-rutinitas itu sangat tidak menyenangkan. Sangat dipaksakan. Sementara kami sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya ingin kami lakukan. Segala yang ada di dalam tubuh kami berkecamuk. Antara bosan, gelisah, dan kebingungan. Apakah Allah memerintahkan kami untuk kuliah? Ya, melalui kewajiban menuntut ilmu. Melalui kewajiban menjadi makhluk yang berpikir. Melalui kewajiban memenuhi ridho orang tua. Melalui kewajiban berperang di jalan Allah.

Bagaimana bisa kami berperang jika kami tidak mengikuti perkembangan peperangan zaman ini. Ghozwul fikri.

"Have you feel bored in your life?"

Saya tidak begitu ingat, apa yang saat itu kami bicarakan. Masa depan. Rutinitas. Tuntutan. Kehidupan. Dan apa sesungguhnya yang saat itu kami rasakan. Bosan? Jenuh? Cape? Jadi, bagaimana kami mampu mendefinisikannya jika ternyata kami sendiri tidak memahami perasaan kami. Bahkan meskipun bosan, kami tetap menjalaninya. Berharap ada titik balik melalui takdir yang muncul secara tiba-tiba tanpa kami berani menjemputnya.

Apakah ada pilihan lain?

"Have you feel bored in your life?"

Sangat bosan. Sampai rasanya ingin menangis dan marah. Kini, berada di tingkat akhir yang berkutat dengan skripsi berbulan-bulan. Saya lebih sering merasa mual dari sebelumnya. Beberapa saat saya sering merasa semangat dan excited, tapi semakin sering berhadapan dengannya, saya menjadi sangat bosan. Sangat ...

Selalu ada masa dimana rasanya saya siap balik badan. Tapi tidak berani.

Saya tidak pernah berhasil menyelesaikan apapun. Tersesat dalam rasa bosan dan menyelesaikan sesuatu dengan terpaksa. Bagaimana bisa kawanku bertanya, "Have you feel bored in your life?" kepada seorang yang mudah merasa bosan seperti saya.

Rasa bosan itu muncul saat apa yang ada dirimu merasa terasingkan dengan situasi ini. Saat apa yang ada dalam dirimu memberontak meminta kabur. Saat apa yang ada dirimu memunculkan perasaan yang tidak bisa kamu atasi. Saat apa yang ada dalam dirimu menginginkan banyak hal tapi kamu sedang bergerak konstan. Itu ... membosankan ... sungguh.
“Dunia tidak lagi sama. Hidup ini menjadi asing. Aku sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Aku galau untuk sesuatu yang tak ada. Dan jari ini ingin menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab, tapi tak kutemukan apa-apa. Pada saat yang sama, seluruh sel tubuhku berkata lain. Mereka tahu sesuatu yang tak dapat digapai pikiran. Apa rasanya, jika tubuhmu sendiri menyimpan rahasia darimu?” —Firasat

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…