Skip to main content

Tersesat ...

Malam ini saya sudah menyelesaikan tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas. Saya juga tidak perlu merevisi skripsi karena sudah diizinkan penelitian. "Sekarang kamu penelitian, kamu datang lagi ke saya Bab 1 - Bab 5 sudah selsai, sampai abstrak dan persembahannya. Baru saya revisi kalau ada yang salah." Begitu kata Pak Iyus.

Karena weekend ini sedikit terbebas dari tanggung jawab pikiran akademik, maka saya hendak mengizinkan pikiran saya untuk berimajinasi. Untuk memulai tulisan fiksi. Maka saya memasuki pintu labirin imajinasi itu dan bercengkrama dengan apa yang ada pada setiap sudut pikiran saya.

Tidak mudah menjaga pikiran tetap waras saat pikiran tersebut harus bertransportasi dalam waktu bersamaan. Paruh-paruh yang terbagi antara pikiran skripsi - tiga mata kuliah - madrasah - rumah baca - printilan-printilan kehidupan sosial - lalu mengendapkan labirin imajinasi dan membukanya sebentar-sebentar.

Akibatnya kadang saya tidak familiar dengan labirin itu, saya harus mencoba fokus dengan keras agar mengenali labirin imajinasi saya sendiri. Mengingatkan diri saya untuk mengesampingkan otak analitis saya. Mengklik setting perpindahan dari pemikir jadi perasa, dari analitis menjadi intuitif, dari penilai jadi pemerhati, dari ekstrovert jadi introvert. Membangun dunia sendiri dimana kamu bisa berguling-guling di atas awan.

Wajar jika saya sering mengalami Lucid Dream, kondisi dimana saya tidak tahu apakah saya sedang bermimpi atau tidak, kondisi dimana ketika saya bangun tidur saya berada dalam kondisi trance dan kebingungan mengeni apa yang sudah terjadi di dalam mimpi saya. Itulah akibatnya jika sering berimajinasi sembarangan. Saya belum bisa mengontrolnya. Kadang dia datang seenaknya. Kadang dia bersembunyi semaunya.

Malam ini saya mulai merasa tersesat lagi dalam labirin imajinasi dan sesungguhnya saya tidak ingin ada yang menarik saya dari labirin imajinasi ini, meski saya tahu hari Senin saya harus mulai merencanakan penelitan dan UTS civic.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…