Skip to main content

I love you, April

saya selalu berbahagia pada bulan april dan selalu agak rudet ketika bulan syawal. entahlah dan entah kenapa.

well,
kakak pertama ... selamat menjadi PNS di garut
kakak kedua ... selamat mengamalkan ilmu al quran di Malaysia
kakak ketiga ... selamat menjalankan praktek bidan di bogor
kakak keempat ... selamat beradaptasi di purwakarta
adik bungsu ... selamat UN. hahaha.
mamah ... yang masih sibuk dengan madrasahnya. baru saja ke rumah kakak keempat di purwakarta langsung meluncur ke kosan adik karena besok si manja itu mau UN. tenang mah, saya nggak akan merepotkan kok :p.

besok saya mulai bimbingan skripsi lagi setelah dua minggu saya istirahat dari skripsi karena sakit.

kemarin saya dan Syifa adalah dua mahasiswa yang UTS bahasa arabnya benar semua. please ya, soal-soal kemarin itu seperti soal yang saya buat untuk murid saya di al ikhlas. apa kata mereka kalau saya salah menjawab.

selamat datang komunitas empat :), mohon kerjasamanya ya. jangan ganggu agenda yang sudah saya susun. haha.

oya, saya ada keinginan mencetak tulisan-tulisan cipratan saya di blog, tumblr, kompasiana, dan facebook. tapi ternyata ... my God, ternyata tulisan saya banyak banget. ratusan.

jadi ... jadi ... karena besok saya mau bimbingan, maka saya harus menyelesaikan revisi hari ini. dan tidak ada menulis fiksi. kalau nonton youtube boleh lah ... :D

selamat april. love you so much :p

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…