Skip to main content

Hei, Body :)

Hei, body ...

maaf aku mengabaikan alarmmu ketika merasa sakit kepala selepas acara syukuran. aku tahu itu kekurangan oksigen yang cukup mengganggu. sungguh, saat itu urusan UP sudah tidak bisa ditunda lagi. kita harus bergerak dan beripikir. terima kasih karena saat itu kamu tetap bertahan.

aku tidak tahu kenapa sampai sekarang kamu masih membiarkan kepalaku sakit dengan suhu badan 37,4. ayolah, aku sudah berusaha tidur dan makan dengan baik dan benar. aku sudah berusaha untuk tidak stres. kamu tahu kan besok kita ujian tulis critical care. lusa kita simulasi bencana. kita belum merevisi hasil UP.

aku akan mengizinkanmu sakit kalau rangkaian ujian critical care ini sudah selesai. itu pun hanya demam, tidak lebih. sepakat? karena setelah itu kita harus turut menyukseskan HUT Museum KAA. lagipula ada dua deadline lomba menulis bulan ini, jadi kita harus kuat :'). maaf kalau aku terlalu keras. aku tidak suka sakit. kamu tahu itu, kan.

terima kasih. karena setelah bertahun-tahun, sejak selesai mesantren, kamu tidak pernah sakit lagi. keluhanmu selalu kita tangani bersama. sekarang aku sangat meminta kerjasamamu. tolong ya, jangan sakit dulu :'). belum waktunya istirahat.

mari kita tidur dulu. aku harap besok kamu sudah stabil. I love you, body. big hug :)

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…