Skip to main content

Hei, Blog! Ayo, kita Cuprat-Ciprat :)

Tiga hari nggak buka blog, cuma gara-gara hari ini adalah hari terenggak banget. Satu April.

Oh ya, saya seneng banget karena acara syukuran madrasah sudah selesai. Terharu :'). Apalagi ketika ibu saya mengatakan dalam sambutannya bahwa ini adalah cita-citanya sejak dia masih gadis, masih tinggal di Nagreg bersama ayah dan ibunya. Ketika dia sudah menikah, dia pindah ke Tasik, suaminya meninggal, menikah lagi pindah ke Garut. Suaminya meninggal lagi akhirnya kembali lagi ke tanah kelahiran dan mimpinya mendirikan madrasah terlaksana. Subhanallah, skenario Allah.

saya dan ibu saya di syukuran MDA

Akhirnya ibu saya akan menjalani hidupnya dengan mengabdi kepada dakwah, dengan mengajar anak-anak mengaji. Dan beliau akan menjadi inspirasi banyak orang di Nagreg, termasuk saya.

Sekarang kalau saya sedang jalan-jalan di Nagreg, mau beli bakso atau mau nyebrang jalan, akan ada anak kecil yang berkeliaran dan berteriak, "Bu, bade kamana, Bu?"

Saya sudah sering mengingatkan mereka untuk memanggil saya Teteh. Tapi tetap saja ...

Minggu siang ketika bangun tidur, saya hipoksia sampai sakit kepala berat. Ini semua akibat rumah di Nagreg yang tidak memiliki ventilasi yang baik. Ventilasinya benar-benar jelek. Kepala saya sampai nyut-nyutan dan sakit sekali.

Minggu malam benar-benar perfect night karena ke-18 anggota keluarga hadir lengkap malam itu. tumben loh. biasanya kurang satu atau dua. ada mamah, teh nenden, a acep, alfi, irfa, zaini, a heri, teh dwi, afiya, sabiq, teh fitri, a riki, arina, teh ami, a ahmad, isyfi, saya, dan adik saya rodiah. Akhirnya karena pada malam hari saya masih sakit kepala, saya dan adik saya diam di genteng rumah yang berdekatan dengan pohon. Menghirup udara sepuasnya. Berceloteh tentang langit dan mimpi. Kamar kami memang terletak di lantai dua. Ketika membuka pintu keluar dan berjalan ke beranda memang akan terlihat genteng rumah yang di bawahnya adalah dapur. Itu jadi tempat favorit saya sekarang. Apalagi malam hari. Berimajinadi sepuasnya.

Hari senin saya pulang ke Jatinangor dan mulai mempersiapkan diri untuk OSCE dan UP. Jujur saya belum mempersiapkan apa-apa di H-1 UP. Beberapa hari yang lalu saja ketika seharusnya saya menyelesaikan draft di hari deadline, ketika berada di kelas critical care, pikiran saya terbang memikirkan imajinasi tentang suatu kisah fiksi. Semi sci-fi seperti kisah Hunger Games atau Divergent gitu.

------
Selingan imajinasi saya, Jumat, 28 Maret 2014, ketika kuliah critical care:

Ratusan tahun dari sekarang, 5 pulau di Indonesia berubah. Kalimantan adalah Kelompok Pusat (pemerintahan). Sumatera adalah tempat Kelompok Sains, Jawa adalah tempat Kelompok Medikal, Sulawesi adalah tempat Kelompok Agro, dan Papua adalah tempat Kelompok Sosial. Disamping itu Warga dibagi kepada tiga spesies, Rantau, Netral, dan Pribumi. Mereka bisa tinggal dimana saja. Rantau adalah Warga yang berpindah pulau setelah satu dekade, Netral adalah kelompok yang tidak tinggal di Lima Pulau tadi, dan Pribumi adalah Warga yang tinggal di pulau tersebut selama dua dekade.

Kelompok medikal dan sains telah menciptakan suatu sistem tumbuh kembang yang baru untuk mengatur populasi manusia. Yaitu Bank Janin. Tidak ada lagi pernikahan dan keluarga. Semua kelahiran diatur oleh Pusat dengan cara mengambil sperma dan ovum dan dibentuk di Bank Janin. Tidak ada lagi kehamilan. Warga yang ketahuan melakukan hubungan dan hamil adalah seorang pelanggar hukum dan akan dihukum berat (ngeri ya :D). Hal ini didukung oleh Kelompok Argo yang semakin tidak bisa mengelola Sumber Daya Alam. Maka Pusat mempertahankan agar Bank Janin tidak membuat manusia terlalu banyak.

"Hanya manusia zaman dulu yang membiarkan manusia baru keluar dari manusia lainnya seenaknya seperti hewan." Sebuah dialog yang diucapkan salah seorang tokoh.

Terdapat tiga dekade pertumbuhan. Dekade Pertama (0-10 tahun), Janin/Anak akan dititipkan pada seorang Warga (laki-laki/perempuan) di suatu Kelompok tertentu. Di Dekade Kedua (10-20 tahun), Anak tersebut akan ditempatkan di sebuah Mess untuk dididik. Mess yang akan ditempati oleh Anak harus berbeda dengan tempat dia diasuh, dengan alasan pembentukan kepribadian. Dan di tahun ke-7 (17 tahun) Anak akan mengikuti ujian dan memilih di Kelompok mana dia akan tinggal. Apakah dia akan menjadi Kelompok Rantau, Netral, atau Pribumi. Setelah menentukan Kelompok, Anak akan berada dalam proses inisiasi (17-20 tahun). Dan di Dekade Ketiga, atau akhir dari inisiasi, Level Anak akan ditentukan apakah dia Warga, Ahli, atau Pengatur. Kesimpulannya perkembangan Anak pada zaman itu adalah Dibentuk, Belajar, dan Ditentukan. Ketiga proses tersebut kembali kepada pilihan Anak dan kemampuan Anak.

Tapi karena Pusat yang letaknya berjauhan dengan Kelompok dan Pulau Kelompok memiliki otonomi sendiri (karena tanpa Kelompok, Pusat bukanlah apa-apa). Maka ada beberapa Warga yang hamil diam-diam atau berkeluarga diam-diam. Salah satunya adalah ibu dari SN. Karena ibu dari SN adalah Kelompok Medikal, dia bisa memanipulasi gen SN. Namun ketika pemilihan Warga yang mengasuh, ibu SN tidak berhasil memanipulasi data. SN diasuh oleh orang lain, dia terlempar ke Kelompok Sosial.

Pengasuh SN berambisi agar SN menjadi seorang Pribumi di Pusat dan menjadi Pengatur. Namun SN memilih tinggal di Mess Kelompok Medikal. Disana dia diajar oleh ibunya tanpa dia tahu bahwa sebenarnya perempuan tersebut adalah ibu yang melahirkannya dan dia adalah Anak yang Dilahirkan, bukan Anak dari Bank Janin. Di tahun ke-7 Dekade Kedua, Ibu SN sudah menyarankan agar SN memilih Kelompok Medikal. Namun karena rasa bersalah SN meninggalkan pengasuhnya, dia memilih Kelompok Pusat sesuai dengan ambisi pengasuhnya tersebut. Akhirnya SN mengikuti masa inisiasi di Pusat dan tinggal di Mess.

(Nah, sebenarnya imajinasi saya bermulai dari sini. Yang atas hanya pengembangan dari imajinasi saya.)

Di tempat inisiasi Pusat. Masing-masing tim dibagi dua, yaitu Tim War dan Tim Well-being. Tim War bertugas sebagai pertahanan dengan semboyan (?) berpikir kritis, beropini sarkastis, dan bergerak dinamis. Sementara Tim Well-being memiliki semboyan berpikir birokrat, beropini padat (ga banyak ngomong gitu lah ya), dan bergerak merakyat. SN ditempatkan di Tim War atas nama Kelompok Medikal.

Tim War
- Kapten: RE dari Kelompok Sains, Pribumi
- Komandan 1: AS dari Kelompok Sains, Pribumi
  Komandan 2: HA dari Kelompok Sosial, Netral
- Prajurit 1: FI dari Kelompok Medikal, Netral
  Prajurit 2: FM dari Kelompok Sosial, Netral
  Prajurit 3: SN dari Kelompok Medikal, Rantau (Dekade Pertama di Sosial)

Tim Well-being
- Ketua: WG dari Kelompok Agro, Netral
- Wakil 1: MR dari Kelompok Medikal, Rantau (Dekade Pertama di Agro)
  Wakil 2: ZS dari Kelompok Sains, Pribumi
- Pengabdi 1: RA dari Kelompok Sosial, Rantau (Dekade Pertama di Sosial)
  Pengabdi 2: AA dari Kelompok Agro, Pribumi
  Pengabdi 3: ST dari Kelompok Agro, Rantau (Dekade Pertama di Sosial)

Ada dialog yang diucapkan oleh HA dari Sosial, "Kelompok yang pernah terpapar di Agro tidak pernah memasuki Tim War. Sepertinya mereka sadar kalau berperang adalah salah satu penyebab hancurnya sumber daya alam kita. Aku yakin mereka berambisi membubarkan Tim War."

Kedua tim ini diorientasi untuk menjadi Penjaga Perdamaian selama inisiasi. Tim War dan Tim Well-being, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu mengalami ketegangan. Ketika Tim War memilih untuk memberantas Warga pelanggar, Tim Well-being memilih untuk mengamankannya meskipun dia benar-benar salah. Bagi Tim War, cara kerja Tim Well-being terlalu birokratis dan mengdepankan pencitraan Pusat. Sementara Tim War lebih sering bertindak cepat dan spontan atas semua kasus yang terjadi.

Kedua tim ini kadang diberi projek yang sama. Misalkan menyelesaikan sengketa tanah Kelompok Netral, dll, dan RE dan WG sudah sering mencoba bersahabat agar menjaga kestabilan Kelompok Inisiasi dua tim ini. Meski kadang Tim War dan Tim Well-being tidak sejalan, tapi SN berteman dekat dengan beberapa Tim Well-being, yaitu MR, RA, dan AA. Sementara di Tim War, SN berteman dekat dengan FM. Selain itu, SN dan ST pernah sama-sama mendapat penghargaan sebagai duta perdamaian dari Pusat sebagai Kelompok Inisiasi Tim War dan Tim Well-being.

Pada sela-sela istirahat dari Inisiasi selama seminggu. HA, yang dulu tinggal di Netral, mengajak beberapa Kelompok Inisiasi untuk mengikutinya berpetualang ke jalan rahasia yang dia temukan ketika dia masih tinggal di Netral.
"Di Netral, kami bisa berkelakuan dan belajar semau kami. Tidak seperti kalian yang terpaku pada pengasuhan ala Medikal, Sains, Sosial, ataupun Agro. Kami bebas."
"Kalau begitu kenapa kamu pindah ke Sosial? Kamu masih bisa memilih tinggal di Netral?" Tanya SN. 
"Karena itu cara agar saya bisa ke Pusat. Orang Netral tidak akan diterima di Pusat. Kamu sendiri kenapa ke Pusat? Jarang orang Medikal yang mau ke Pusat." 
SN terdiam, mengamati dinding-dinding gua yang sedang mereka lewati. Tidak ada jawaban untuk itu. Karena di zaman yang aneh ini, bergantung kepada orang lain bukanlah cara hidup. Sementara satu-satunya jawaban kenapa dia memilih Pusat adalah karena dia mengikuti kemauan Pengasuh-nya saja. Pengasuh tidak berhasil membuatnya benar-benar berambisi ke Pusat. Ah, dia jadi merindukan Pengajar-nya di Medikal yang mendidiknya dengan manusiawi.
Kelompok Inisiasi yang mengikuti HA untuk mengetahui jalan rahasia ke Netral adalah ZS, AA, FM, dan SN. Di Netral mereka menaiki gunung dan melihat pemandangan Negara yang dulu bernama Indonesia. Ada beberapa poin yang tidak bisa (atau saya sedang malas memoles imajinas *uhuk*) untuk saya narasikan.

Hubungan antara sesama Tim War
- Meski SN dan RE memiliki sifat yang hampir sama, tapi SN selalu mendebat RE untuk banyak hal
- Meski SN dan AS memiliki sifat yang berbeda, tapi SN lebih penurut kepada AS
- HA memiliki jiwa pemberontak dan HA sering mendiskusikan dengan SM tentang kemungkinan melakukan pemberontakan di Pusat
- SN dan FM bersahabat dekat dan sering memiliki jalan pikiran yang sama
- SN tidak pernah bisa akur dengan FI, apapun yang terjadi
- RE dan AS bersahabat sejak mereka sama-sama tinggal di Mess Kelompok Sains
- HA selalu berbeda pendapat dengan RE dan AS karena didikan Kelompok Sains dan Kelompok Sosial yang sangat berbeda
- FI sangat sering tidak terlihat di Mess selama inisiasi di Pusat

Hubungan antara SN dan Tim Well-being
- SN tidak pernah bisa akur dengan WG, apapun yang terjadi
- SN berteman dekat dengan MR karena tinggal satu Mess selama di Kelompok Medikal, sementara dengan FI mereka berbeda Mess meski sama-sama tinggal di Medikal
- SN berteman dekat dengan RA karena mereka sama-sama tinggal di Sosial pada Dekade Pertama
- SN berteman dekat dengan ST karena mereka sama-sama tinggal di Sosial pada Dekade Pertama (RA dan ST juga bersahabat)
- SN berteman dekat dengan AA karena dia orang pertama yang dikenal SN ketika awal Inisiasi di Pusat
- SN selalu menaruh curiga kepada ZS karena dia sering menemui Pengatur di Pusat

(oke lanjut ke cerita)

Pada saat pulang dari masa istirahat, muncul Chaos di Pusat. Pusat mengatakan bahwa ada pemberontakan dari Kelompok Sosial. Kelompok Inisiasi Pusat berinisiatif untuk berangkat ke Sosial dan berangkatlah SN, RE, HA, AS, AA, dan RA. Mereka berdialog dengan Pemimpin Kelompok Sosial dan ... ah, bagian ini saya masih bingung. Intinya mereka memang memiliki beberapa kritikan terhadap Pusat, tapi mereka tidak mengaku melakukan pemberontakan. Justru Kelompok Sosial mencurigai Pusat ingin mengkambinghitamkan Kelompok Sosial atas Chaos di Pusat dan membuat Kelompok lain antipati terhadap Kelompok Sosial. Karena setelah kejadian itu hubungan antara Kelompok Sosial dan Kelompok lainnya terganggu.

Sepulang dari Sosial, mereka dipanggil Pusat karena dianggap melanggar telah pergi ke Sosial. Padahal sebelumnya mereka bisa berkunjung kemanapun atas nama Kelompok Inisiasi Pusat.

"Aku tidak mengerti ada apa antara Pusat dan Sosial seolah-olah Pusat ingin menghancurkan Kelompok Sosial." HA bergumam gelisah.

"Atau Kelompok Sosial yang ingin menghancurkan Pusat. Aku rasa audiensi kita ke Sosial kemarin tidak sepenuhnya menjawab bahwa Sosial bukan pemberontak." SN mencoba berpikir seimbang.

"Ayolah, kamu pernah tinggal disana selama satu dekade." HA berargumen.

"Selama dekade pertama ketika aku masih polos." Koreksi SN. "Lalu kenapa? Kamu menyesal tidak mengikuti Inisiasi di Sosial dan menjadi pemimpin pemberontak disana?" SN mencoba bergurau.

"Kamu sendiri? Bukankah tinggal di Medikal lebih damai daripada disini. Menjadi Warga yang manis."

"Tidak. Aku tidak berpikir untuk kembali ke Medikal kalau aku tidak lolos di Pusat."

"Lalu kemana?"

"Netral."

Di antara Kelompok Inisiasi ini ada satu orang yang ditarik sebagai Ahli Medikal di Pusat karena kepintarannya selama Inisiasi, yaitu MR. Pada masa istirahat inisiasi, SN berkunjung ke tempat MR di Bank Janin. Karena dia memiliki tanda penduduk Kelompok Medikal, dia bisa menemui MR. Ketika pertama kali memasuki Bank Janin, SN merasa tubuhnya merinding dan ketakutan. Ditambah MR mengajaknya berjalan-jalan memasuki pusat Bank Janin dimana janin-janin sedang beristirahat di dalam sebuah tabung rahim buatan.

Lalu mereka berdiskusi tentang bayi, kelahiran, dan perkembangan.

"Sejujurnya saya akan mengatakan bahwa cara manusia zaman dulu yang mengandung janinnya di dalam rahim mereka sendiri itu lebih baik dari cara ini."

SN memegang perutnya, membayangkan sebuah janin bersarang di perutnya.

"Bukankah itu mengerikan dan ... aneh?"

"Orang-orang zaman dulu mengatakan cara ini yang mengerikan dan aneh."

SN mengangguk paham. Di Sosial dulu dia diajarkan mengenai cara hidup Manusia zaman dulu dan kadang itu lebih bermartabat daripada kehidupan sekarang.

"Oh ya, apakah benar jika kita sudah menjadi Pengatur, kita harus mengangkat rahim kita dan hanya membolehkan dua sperma dan dua ovum yang bertemu?"

"Ya ... itu menjadi isu pemberontakan Sosial." Jelas MR." Sekarang Pusat sedang menugaskanku membuat Imun baru untuk kita. Imun yang benar-benar membuat organ tubuh kita, setiap selnya, bisa terbaca di monitor. Agak sulit membuatnya. Aku harus bepergian ke luar negeri untuk mempelajari caranya. Oh ya, kamu mau mencoba Imun baru?"

SN mundur selangkah.

"Kenapa?"

"Pengajar-ku bilang sebaiknya aku tidak di-imun."

MR mengerutkan kening. "Aneh. Aku tidak tahu kalau ada Pengajar di Medikal yang menyarankan Murid-nya untuk tidak di-imun. Imun kan produk dari Kelompok Medikal. Kecuali kalau ..."

"Kalau apa?"

"Kalau orang tersebut adalah penganut Anak yang Dilahirkan. Orang-orang yang menolak Bank Janin. Karena Imun Anak yang Dilahirkan berbeda dengan Imun Anak dari Bank Janin. Tapi Pengajar tidak diizinkan mengajarkan prinsip pribadi kepada Murid. Lagipula ... Kecuali kalau ... Emmh ... apa dia benar-benar Pengajar?"

"Aku rasa iya."

Dari sana SN tertarik mempelajari tentang janin dan imun sampai muncuk kecurigaan bahwa dirinya adalah Anak yang Dilahirkan, bukan Anak dari Bank Janin. Dan Pengajar-nya tahu itu. Akhirnya dengan terburu-buru, SN menyusuri jalan pintas yang pernah ditunjukan HA untuk sampai ke Medikal tanpa diketahui Penjaga. Ketika dia telah sampai di Medikal dan sampai di perkampungan, dia kaget bahwa Mess Medikal tempat dia dulu tinggal baru saja dibom oleh sebuah kapal perang.

... dan perang pun dimulai ...

Dengan susah payah, SN mencoba kembali ke Mess di Pusat. Dia pertama kali bertemu dengan AA.

"Dari mana saja kamu? Orang-orang disini mencarimu.

"Mess-ku di Medikal telah di bom." Ucap SN sambil terengah-engah.

"Oleh siapa? Kelompok Sosial?"

SN menggeleng cepat. "Tidak. Kapal itu milik Netral."

"Kenapa mereka menyerang Medikal."

"Entahlah. Medikal memang Pulau yang paling banyak memiliki Pulau Netral. Wajar kalau Medikal yang jadi pertama diserang. Dan selanjutnya pasti mereka menuju kemari. Apa kamu melihat RE dan AS?"

"Beberapa waktu yang lalu mereka berdua ditarik oleh Pemimpin Sains. Mungkin Pemimpin Sains sudah mendapat ultimatum dari Netral. Ada kabar yang mengatakan bahwa kamu, HA, dan FM adalah pemberontak yang bergabung dengan Sosial untuk menyerang Pusat. Kita baru saja melakukan Sidang Istimewa ketika RE dan HA ditarik oleh Sains."

"Kenapa ZS tidak ditarik juga?"

"Aku rasa karena dia sudah menjadi bagian dari Pusat. Sudahlah, kita harus pergi dari tempat ini secepatnya. Disini sudah tidak aman."

Sepanjang pelarian, SN sibuk memikirkan kemana HA dan FM? Apa yang terjadi pada RE dan HA setelah ditarik oleh Sains? Apa ZS benar-benar orang Pusat? Ada apa dengan Netral? Di tengah pelarian mereka berdua bertemu dengan RA, dia bercerita bahwa ST memilih bergabung dengan Pusat, sementara ZS memilih tetap di Pusat agar dia bisa menyelamatkan Kelompok teman-temannya dari hukuman dan untuk melaporkan segala kejadian kepada RE dan HA.

"ZS jadi mata-mata RE dan HA? Itu membuktikan bahwa Kelompok Sains selalu berpikir secara cerkas."

"Dan Kelompok Netral yang ternyata mengobarkan pemberontakan." Tambah RA.

"Maksudmu FM dan HA?" Tanya SN sangsi.

"Bukan. Tapi FI dan WG. Aku sudah curiga ketika kalian pergi audiensi ke Kelompok Sosial, mereka berdua membicarakan kalian dan aku tidak sengaja menguping. Ternyata benar saja, Netral bukan berarti tidak punya gerakan."

SN bersyukur bahwa ternyaat HA dan FM bukanlah pemberontak yang menghancurkan Medikal.

"Lalu dimana mereka berdua?"

"Mereka terlalu bodoh ketika melakukan aksi di Netral. Mereka ditangkap."

(ceritanya masih panjang. saya sudah ngantuk. agak ajaib ya, lamunan saya selama dua jam kuliah critical care bisa sepanjang ini. ya ampun aku nggak berhenti menguap selama mengetik ini)

---------------

Hari selasa pagi saya diomelin Pak Iyus karena suatu hal yang memang saya yang salah, tapi nggak sepenuhnya salah saya juga sih. Saya sering lihat beliau ngomelin Wasilah, tapi baru kali ini dia begitu marah sama saya. Saya jadi down.

Jam 8.40 saya ujian bantuan hidup dasar, kompresi dan nafas buatan. Ujian bareng Dhea Dhezita. Saya yang memang sering asal-asalan jadi lama berusaha meniup mulut pantom agar dadanya mengembang. Saya sampai sakit kepala.

(bersambung dulu .... belum sampai ke cerita saya ujian transportasi bidai dan cerita saya UP ... :-0)

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…