Skip to main content

Zohrah The Mixer

Huwah, sudah lama saya nggak edit-edit video. Terakhir saya membuat video berjudul Apologia Sebuah Perjalanan pada bulan Desember dengan memakai Movie Studio Platinum. Setelah laptop BEM saya kembalikan, saya susah cari software Movie Studio Platinum, jadi banyak video yang nggak terolah.

Kali ini saya ngorek-ngorek lagi software, belajar menghilangkan vokal tapi musiknya masih ada. Kayak karaokean gitu lah. Saya belajar pakai tiga software, Adobe Audition, Audicity, dan Video Karaoke Maker. Belajar darimana? Google, Youtube, coba-coca, otodidak, klik sana klik sini.


Berawal dari saya mengerutkan kening melihat penampilan anak-anak MDA yang mau tampil nyanyi tanpa musik. Akhirnya saya bilang sama Mamah, "Mah, itu anak-anak nyanyi pakai musik aja ya."

"Ya sok, asal jangan nyewa. Jangan bayar."

Awalnya ga ngeh apa maksudnya nyewa? Ternyata nyewa organ tunggal. Duh, mamah. Kalau dia tahu bahwa saya bisa menampilkan banyak musik di laptop saya, penampilan anak-anak MDA pasti lebih bervariasi. Maaf ya, skripsi dan mata kuliah gadar menahan saya di kosan.

Dan selalu, ketika saya asyik di depan laptop, saya lupa makan.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…