Skip to main content

Suka-sukaan, eh -_-

Menjelang nonton Divergent ...
Teman: Kamu suka sama orang seperti apa sih? 
Saya: Suka? Sama orang yang bikin saya suka.

Saya: Tahu Jesse di film Pitch Perfect? 
Teman: Gak tau sar, kenapa gitu? 
Saya: Aku jadi inget aja lagi jatuh cinta sama tokoh Jesse di Pitch Perfect :D (si tengil yang peka dan bawel). Pernah suka sama Peeta di Hunger Games (si kalem dengan kharisma memimpin), cuma dia terlalu baik.

Dipikir-pikir saya bukan suka sama orangnya, sih. Saya suka sama karakter yang dimainkan. Sebagai pecinta fiksi, ya :p. Saya juga nggak terlalu rewel degan tipe-tipean. Salah satu tulisan saya pernah mengulas ini kayaknya, bahwa saya bisa menyukai orang sedingin Rangga di film AADC dengan buku di tangannya tapi saya juga bisa menyukai Ipang di film Realita Cinta Rock n Roll dengan kehidupan liarnya. Masalah prinsip bisa dibicarakan lah, selama nyambung kalau berkehidupan sosial.

Jadi, saya suka sama orang seperti apa? Yang nggak bikin mood saya jadi jelek, I think. Dibikin marah, nangis, kesel, itu nggak masalah. Tapi mematikan mood baik, bagi seorang penulis moody seperti saya, it's everything. No offense ya, cuma lagi nggak ada teman ngobrol.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…