Search This Blog

Menghidupkan Kembali Tumblr :)

Tadi pagi saya kuliah Critical Care Nusing dengan kasus keracunan, luka bakar, dan resusitasi cairan. Lalu sambil makan siang saya diskusi dengan Ria Amalia tentang Kristologi, film Son of God (tentang Nabi Isa) dan film Noah (tentang Nabi Nuh). Sepertinya keduanya cerita versi Kristen or Yahudi. Kita belum nonton. Belum ada (atau mungkin nggak akan tayang) di Indonesia. Terus kita nyimak dialog kristiani dan muslim di youtube. Membahas tentang mitos dewa-dewi klasik dan modern. Terus Nabila datang. Lalu kita bertiga bahas penulis novel, Rick Riordan, Stephanie Meyer, Dan Brown, Rowlink, penulis Hunger Games dan Narnia. Yeah, kami adalah kumpulan pecinta novel terjemahan.

Setelah sholat zuhur Asri minta dianterin ke Bale Santika, karena Sinta sudah duluan kesana. Dia nggak ada teman. Karena saya baik jadi saya antar dia ke Bale dengan janji jam 2 siang sudah di fakultas lagi untuk nonton seminar proposal Erma. Di Bale saya bertemu Fikri, Kang Azis, Kang Rendi, dan Nia. Yeay, agregasi protagoni. Kkkkkk. Lalu menyimak cerita seseorang yang keren abis. Jujur, saya yang mungkin emang cengeng, udah pengen nangis mendengar dia melepas passion-nya dalam nge-band dan sempat terpuruk, jatuh miskin. Dia menemukan spiritualitasnya. Tahu tujuan hidupnya apa. Melangkah dengan keyakinannya sendiri. Keren, ya. Menurut saya sih keren. Terlepas dari bisnis-bisnisnya, saya lebih standing applause dengan titik balik dalam hidupnya. Dan kesadarannya bahwa saatnya dia balik badan. Keprok, bro.

Jam dua saya nonton UP-nya Erma yang diuji sama Pak Iyus dan Bu Efri. Surga banget lah diuji sama Pak Iyus. Pak Iyus tuh baik banget. Ya Allah, semoga kebaikan Pak Iyus terhadap mahasiswa yang dia uji menjadi syafaat buat saya agar dibaikin juga sama dosen penguji. Aamin. Di sela-sela UP Erma, saya ketemu Ibu Wadek yang nanti jadi penguji saya. Mencocokan jadwal. Salam Satu April.

Lalu saya peer teaching dengan alur cerita, pasien itu pankreatitis (pankreas-nya ada bakteri) -> SIRS (ada tanda inflamasi) -> ga diobatin kali ya -> sampai nekrotik (ada jaringan yang mati) -> pankreas ga berfungsi dengan baik -> eksokrin dan endokrin tidak berfungsi -> perineum-nya (rongga perut) ikut terinfeksi -> tidak terlokalisir jadi namanya pertonitis difus -> terus dia  dioperasi namanya post laparotomy (perutnya dibedah terus si isi perutnya usus dan lain sebagainya dikeluarin terus nanti kalau udah selesai dimasukin lagi) -> kena infeksi lagi -> malah jadi sepsis berat (agak mengingatkan saya dengan almarhumah Uphie) -> muncul tuh tanda-tanda sepsis berat -> gagal organ (jantung, paru-paru, ginjal) -> di jantung bikin pasien bradikardi (nadi rendah), hipotensi, hematokrit rendah, gangguang perfusi lah pokoknya. -> di paru-paru bikin pasien efusi pleura (paru-paru basah) -> di ginjal bikin pasien jadi gagal ginjal akut dengan ciri ureum kreatinin-nya tinggi -> terus dirumuskan permasalahannya, diagnosanya, intervensinya, rasionalnya. begitulah.

Ini ditulis cuma segini doang. Kalau dijelaskan patofisiologinya (gimana ceritanya si organ dari dia sehat terus jadi sakit) itu si bagan panah-panahnya bisa menuhin papan tulis yang gede itu loh. Belum istilah-istilah yang kadang bikin kita loading-nya lama. Tadi saja kelompok tutor saya peer teaching dari jam 3 sore dan selesai jam 5 sore. Hyih. Pulangnya saya ngobrol dulu dengan Wiwi tentang ... apalagi kalau bukan tentang UP.

Panjang ya, padahal saya bukan mau menulis ini. Tapi blog ini namanya juga Daily Zohrah, kalau diterjemahkan jadi Harian Zohrah. Udah kayak koran aja :D. Jadi isinya tentang keseharian saya dalam menjalani hidup disana, disini, dan dimana-mana. Buat apa? Pertama buat terapi saya yang lagi jomblo (geuleuh). Maksudnya writing is struggle againts silence tea geuning. Saya itu kalau dikenali lebih dekat bukan orang yang pendiam. Tanya sama keluarga dan sahabat dekat saya, Hanna deh yang sekarang sekamar kosan. Nggak ada pendiam-pendiamnya sama sekali. Tapi karena saya sudah agak nyaman dengan (rada) pendiamnya saya ditambah kadang saya nggak ada teman ngobrol, saya menuangkan kebawelan saya di blogspot. Postingan maha sih yang saya nggak banyak ngomong. Eh, ada sih kayaknya. Postingan pas saya lagi nggak mood :p.

Kedua, untuk mengingatkan saya tentang apa yang sudah terjadi, apa yang pernah saya pikirkan, dan apa yang pernah saya rencanakan. Saya sering buka-buka tulisan lama saya dan jadinya kayak menelusuri masa lalu, masuk pensieve gitu. Nggak tahu pensieve ya? Nggak gaul. Itu loh ada film Yahudi terkenal yang bercerita tentang pensieve. Judul filmnya Harry Potter. Yeah, itu film Yahudi sejati memang.

Ketiga, mungkin ini alasan yang agak lucu. Saya ingin anak-anak saya tahu bahwa saya manusia normal, pernah remaja, dan melewati masa remaja itu dengan cara saya. Mereka akan tahu itu lewat celotehan-celotehan saya di blog. Saya ingin anak-anak saya mengerti saya, ketika saya memiliki prinsip ini, aturan ini, kebiasaan ini, saya ingin anak-anak saya tahu kenapa ibunya bisa memiliki pola pikir dan karakter seperti itu yaitu dari apa yang sudah saya alami dan saya tuliskan. Sama seperti ketika mencari staff di BEM, saya mencari orang yang agak kayak saya. Untuk anak pun begitu, saya berharap anak saya nggak jauh dari kayak saya. Itu sih alibinya, sebenarnya harusnya kata anak-anak saya itu diganti dengan seseorang berjenis kelamin pria yang Allah titipkan seorang saya untuk dia jaga, dia bentuk, dia amanahi menjadi wanita sholihah di dunia dan berbahagia di syurga. *kenapa sih Sar, mepet kesana terus -_-* *tapi Aamin, deh :)* Mungkin sebelum *ehm* menerima pinangangan saya akan bilang, if you want to know me so well, try to read my blogspot. and then we can discuss about my mind, my daily. and then we can ... *uhuk* plan and create our future ... together *pret*.

Oke, itu untuk blogspot. Lalu kenapa saya membuat tumblr? Entahlah. Saya membuat tumblr tahun 2010, apa 2011 ya. Saya masih ingat posting-an pertama saya adalah Cicak di Dinding, sebuah prosa tentang seseorang yang hanya senang mengamati, berdecak, lalu diam. Maba, bro. Tapi saat itu saya masih suka membuat Note di Facebook jadi Tumblr jarang diisi. Makanya di Blogspot, posting-an saya tahun 2010 cuma ada satu. Itu karena pada tahun itu saya lebih suka posting Note di Facebook. Masih anak alay yang butuh eksistensi gitu lah. sekarang udah enggak ya, sorry.

Tahun 2012, saya masih posting-posting di Note Facebook. Tahun 2013, saya berhenti. Waktu itu saya jadi Medfo BEM Kema, jadi separuh otak saya tentang Medfo. Kadang nggak ngerti gitu mau posting cerita apa. Akhirnya saya masih iseng-iseng nulis di Blogspot, tapi beberapa saya hidden karena sering dibahas di Sekre sama Kang Wildan. Sorry ya, Blogspot saya bukan untuk dieksploitasi. Saya juga mulai berhenti menulis di Note Facebook karena sekarang Facebook terlalu berisik buat saya, teman saya 4.424, follower facebook 1.380. Itu cukup membuat saya memilah-milah apa yang mau saya posting di Facebook.

Nah, karena saya berpikir Blogspot juga isinya hanya saya yang sedang meracau dan tidak' layak baca, maka saya berinisiatif untuk menagktifkan kembali Tumblr pada tahun 2013 kemarin. Tapi tetap saja saya lebih senang nulis di Blogspot. Mungkin karena Blogspot adalah sahabat lama saya, tak tergantikan. Ciee. Bukan sih, karena alasannya tulisan saya tetap racauan nggak keren.

Tapi kemarin saya berpikir sesuatu tentang 'menulis dengan serius'. Bukan bikin novel, artikel, atau apapun. Maksudnya saya mau membuat blog yang layak baca. Saya jarang nge-share blogspot kecuali kalau saya ingin seseorang membacanya. Bukan karena butuh eksistensi sih, saya cuma nggak mau orang baca blogpsot saya aja. Soalnya menurut saya isinya sampah. Jadi saya menghidupkan kembali Tumblr yang mudah-mudahan lebih layak baca. Kalau Voldemort sih butuh darah musuh, tulang ayah, dan daging abdi untuk menghidupkan dirinya. Saya hanya butuh laptop, internet, dan mood yang bagus untuk menghidupkan Tumblr. Mudah-mudahan sih nggak ada aplikasi web lainnya untuk menulis ya, biar saya setia sama Blogspot dan Tumblr :p. Meski saya pernah tertarik dengan MySpace, Wordpress, Kompasiana, Detikblog, Okezone, dan ini, dan itu.

Jadi mulai sekarang saya ubah semua info blog dengan Tumblr. Semoga sih istiqomah 'menulis dengan serius', no trash :p. Jika tidak (bukan 'Jika Ada', itu mah Kang Wildan), I'm back.

Hei, Tumblr. Let's write seriously :)

0 komentar:



Post a Comment

Jika tidak memiliki akun di google, wordpress, dan yang lainnya, bisa menggunakan anonymous.