Skip to main content

Main-Main di Psikologi Zone

Ngenes banget malam ini bikin resume tentang peningkatan tekanan intrakranial dan hubungannya denga meningitis TB. Ini mengingatkan saya pada Uphi, teman saya yang meninggal karena meningitis TB. Oke, lupakan. Kita tidak akan membahas itu.

Di sela-sela pembuatan resume saya iseng ngisi tes apalah namanya di www.psikologizone.com yang saya lihat di statusnya Teh Hani. Yeah, beginilah, saya memang gampang jenuh kalau melakukan hal yang buat saya membosankan. Pertama saya coba, hasil dari tes saya adalah E-N-F-P. Sama dengan Teh Hani. Tapi saya berharap saya tidak dapat pasangan I-N-T-J. Pasti membosankan.

This is the result dan komentar iseng saya yang saya tulis di dalam kurung (....).

Tipe Kepribadian ENFP
The Inspirer (cieee haha)
ENFP adalah inisiator dalam perubahan (saya ga pernah jadi inisiator), tajam dalam perseptif adanya kemungkinan (yeah). Mereka memberi energi dan merangsang orang lain melalui api antusiasme mereka (sedikit). Mereka tak kenal lelah dalam mengejar sesuatu yang baru ditemukan (kalau saya suka). ENFP mampu mengantisipasi kebutuhan orang lain, lalu menawarkan bantuan (yeah, kadang saya tiba-tiba pengen bantu orang lain secara random). Mereka membawa semangat (hm?), sukacita (masa?), keaktifan (lumayan), dan menyenangkan (haha apa iya saya menyenangkan) untuk semua aspek kehidupan mereka.
Mereka adalah yang terbaik dalam situasi yang memungkinkan mereka untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan menggunakan karisma mereka (gitu ya?). Mereka cenderung mengidealkan orang (memang), dan bisa kecewa ketika realitas gagal memenuhi harapan mereka (bener banget). Mereka mudah frustasi jika proyek tersebut membutuhkan banyak perhatian terhadap “detail” (eta pisan).
ENFP paling memiliki kemampuan besar (kemampuan apaan?). Mereka benar-benar hangat dan tertarik pada orang (iya sih), dan sangat mementingkan hubungan antar-pribadi (iya, kadang jadinya berlebihan). ENFP hampir selalu memiliki kebutuhan yang kuat untuk disukai (iya).
Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk memahami secara intuitif seseorang setelah waktu yang sangat singkat (iya, kadang jadinya sok tahu :D), dan menggunakan intuisi mereka dan fleksibilitas untuk berhubungan dengan orang lain (iya banget).
ENFP menganggap sebuah rincian dalam kehidupan sehari-hari merupakan sesuatu hal yang sepele dan membosankan (yeah memang haha). Ketika mereka dihadapkan dengan tugas yang perlu kerincian dan runtutan aturan, mareka tidak menikmatinya dan bisa membuat frustrasi (bener, bener).
ENFP pada dasarnya orang yang bahagia (aamiin ^_^). Mereka mungkin menjadi tidak senang ketika mereka terbatas karena sebuah jadwal yang ketat atau tugas-tugas rutin (betul). Akibatnya, ENFP dapat bekerja dengan baik dalam situasi di mana mereka memiliki banyak fleksibilitas (yups, saya gampang jenuh), dan di mana mereka dapat bekerja dengan orang-orang yang penuh ide (yo'i). Banyak dari mereka membuat bisnis sendiri (lebih tepatnya melakukan sesuatu sendiri). Mereka memiliki kemampuan cukup produktif (aamiin), selama mereka sangat antusias tentang apa yang mereka lakukan (memang :D).
Ringkasan: Hangat (kadang-kadang kalau mood-nya lagi stabil), antusias (oh tentu) dan imajinatif (yeah, imajinasi saya terlalu liar). Melihat hidup penuh dengan kemungkinan (tentu). Membuat hubungan antara peristiwa dan informasi (yaps, saya kan media informasi), dan percaya diri untuk melanjutkan sesuatu berdasarkan pola yang mereka lihat (selama dikerjakan sendiri). Ingin banyak penegasan dari orang lain (emmmh *mengerutkan kening*), dan siap memberikan apresiasi dan dukungan (lumayan). Spontan dan fleksibel (yap), sering mengandalkan kemampuan mereka untuk berimprovisasi (yap) dan kefasihan lisan mereka (saya tertarik dengan public speaking dari SD).
Keywords: Gagasan dan kemungkinan (okay), antusiasme (yap), energi tinggi (dalam hal-hal yang disukai), keterampilan (especially, menulis), beradaptasi (yap, saya sudah biasa di tempat baru), kreatif (lumayan).
Karir pekerjaan: Konseling (saya ga terlalu suka denger curhatan orang), psikolog (sains mungkin ya), guru (ini cita-cita saya kok), agama (yo'i), seniman (seniman bahasa lah ya), hubungan masyarakat (asal bukan keperawatan komunitas), musisi (saya suka musik), komposer (tapi belum belajar musik dengan serius :D.
-----------------------------
Akhirnya karena saya banyak denial dengan tipe ini, saya mengulang tes dan merubah beberapa jawaban yang awalnya saya jawab dengan ragu. And the result is I-N/S-F-P. Nah loh ada garis miringnya. Jadi mungkin maksudnya saya bisa INFP, atau ISFP. Akhirnya saya buka dua-duanya dan saya komentari lagi.

Tipe Kepribadian INFP
The Artist (wow)
ISFP adalah orang yang damai dan santai (tergantung mood eung, tapi saya suka kedamaian dan kesantaian), prinsipnya “hiduplah dan biarkan hidup” (he'emh). Mereka menikmati mengambil hal-hal sesuai dengan kemampuan mereka (yop) dan cenderung untuk hidup di saat ini (dulu sih gitu, 4-5 tahun lalu lah). Meskipun tenang, mereka menyenangkan (pernah sih ada yang bilang saya orangnya hangat dan menyenangkan haha), perhatian (ga juga), peduli (kadang-kadang), dan dikhususkan untuk orang-orang dalam hidup mereka (iya banget). Meskipun tidak cenderung untuk berdebat (kadang saya suka ngedebat orang), mereka bisa mengungkapkan pandangan mereka, terutama nilai yang penting bagi mereka (tentu saya ungkapkan, eh tergantung ke siapa juga sih).
ISFP didasarkan paham saat ini, disini dan sekarang (dulu sih gitu, kayaknya sekarang enggak). Mereka sangat sensitif terhadap lingkungan mereka, selaras dengan persepsi pancaindra mereka (yops). Mereka sangat sensitif untuk menyeimbangkan dan memahami dengan baik apa yang dilakukan atau tidak sesuai, baik dalam sebuah karya seni atau aspek lain dari kehidupan mereka (yops, kadang perfeksionis. kadang ya). ISFP cenderung emosional (ember) berpengetahuan luas (lumayan, efek suka baca sih) dan empati terhadap orang lain (iya).
ISFP hidup di dunia perasaan (ehehee). Mereka tajam selaras dengan cara melihat, merasa, bersuara, perasa (eheheheee lagi). Mereka memiliki apresiasi estetika yang kuat untuk seni, dan cenderung menjadi seniman dalam beberapa bentuk (yeah, saya suka lukisan ketika masih umur belasan), karena mereka luar biasa berbakat untuk menciptakan dan menyusun hal-hal yang akan sangat mempengaruhi indera (iyaa). Mereka memiliki satu set nilai-nilai yang kuat (iya sih, tapi ada pengaruh lingkungan juga), yang mereka berusaha untuk konsisten memenuhi dalam hidup mereka (saya ga terlalu konsisten orangnya). Mereka perlu merasa seolah-olah mereka menjalani kehidupan mereka sesuai dengan apa yang mereka rasakan benar (iyaps), dan akan memberontak melawan apa pun yang bertentangan dengan tujuan tersebut (kadang saya rebel). Mereka cenderung memilih pekerjaan dan karir yang memungkinkan mereka melakukan kebebasan menuju terwujudnya nilai berorientasi tujuan pribadi mereka (yo'i banget).
ISFP cenderung tenang dan pendiam (beberapa ada yang bilang saya pendiam, dan sulit untuk mengenal dengan baik (ga juga). Mereka memegang kembali ide-ide dan pendapat mereka kecuali pada orang yang dekat dengan mereka (tentu saja). Mereka cenderung untuk bersikap baik (kayaknya sih gitu), lembut (?)dan sensitif dalam berhubungan dengan orang lain (iya haha). Mereka tertarik untuk berkontribusi dalam perasaan masyarakat tentang baik makhluk dan kebahagiaan (mungkin iya), dan akan menempatkan banyak usaha dan energi untuk tugas-tugas yang mereka yakini (ooh, tentu).
Ringkasan: Tenang (tergantung situasi), ramah (ada yang bilang saya jutek), sensitif (ng~) dan baik (alhamdulillah ya sesuatu). Lebih suka menikmati saat ini dan apa yang terjadi di sekitar mereka (dulu gini, tapi ga tahu deh, kayaknya sekarang masih ada sisa-sisa gini). Ingin memiliki ruang mereka sendiri (iyaps) dan bekerja dalam kerangka waktu mereka sendiri (iyaaapss). Loyal dan berkomitmen terhadap nilai-nilai mereka dan untuk orang-orang yang penting bagi mereka (agree). Tidak suka perbedaan pendapat dan konflik (saya tertarik dengan konflik), tidak memaksakan pendapat atau nilai-nilai pada orang lain (emmh, kayaknya saya malah gitu deh).
Kata kunci: pembujuk yang lembut (noooo), sensitif (yeaaaah).
Karir pekerjaan: Relawan (bisa jadi), wirausaha (asal bukan dagang), kerajinan (apaan, enggak kayaknya), seniman (yops).
----------------------
Dan saya pun membuka tipe kemungkinan yang selanjutnya ... INFP

Tipe Kepribadian INFP
The Idealist (katanya sih saya gitu, katanya)
INFP memfokuskan banyak energi mereka pada dunia batin (saya suka ilmu kebatinan :D) dikuasai oleh perasaan yang sangat kuat dan etika yang dipegang teguh (sedikit). Mereka mencari kehidupan eksternal yang sesuai dengan nilai-nilai ini (yeah terutama yang berhubungan dengan spirit). Setia kepada rakyat (apaan?) dan penyebab penting bagi mereka (yaps, keluarga), INFPs dapat dengan cepat melihat peluang untuk melaksanakan cita-cita mereka (iyaaaa dongs, cita-cita jadi guru, aktivis, penulis selalu jadi poros utama). Mereka ingin tahu untuk memahami orang di sekitar mereka (iyaps), dan begitu juga menerima dan fleksibel kecuali ketika nilai-nilai mereka terancam (bener banget).
INFP menikmati percakapan dalam suasana hati bergaul (yaps), humor (kadang saya humoris, cenderung gila dan abstrak) dan pesona (saya menjaga karisma). Dalam sebuah lingkaran orang-orang terdekatnya, INFP menjaga kesejahteraan emosional orang lain (yeah, saya memilah-milah mana saya harus saya jaga dan mana yang bisa saya jadikan sasak :D), menghibur mereka bila dalam kesulitan (saya tidak ahli dalam hal menghibur). INFP lebih memilih untuk menjadi fleksibel kecuali ketika peraturan mengikatnya (tah eta pisan, lebih suka jadi aktivis daripada organisatoris). Mereka sering dapat mempengaruhi pendapat orang lain melalui kebijaksanaan, diplomasi, dan kemampuan untuk melihat sisi berbagai masalah (kadang gitu).
INFP mengembangkan wawasan melalui refleksi (yaps), dan mereka memerlukan banyak waktu sendirian untuk merenungkan dan memproses informasi baru (iyaps pisan). Sementara mereka dapat cukup bersabar dengan sesuatu yang kompleks (kadang gitu sih), mereka umumnya bosan dengan rutinitas (yo'i). Meskipun tidak selalu terorganisir (tuh kan), INFP sangat teliti tentang hal-hal yang mereka nilai (yeah). Perfeksionis (tuh kaaaan), mereka mungkin memiliki kesulitan dalam menyelesaikan tugas karena tidak dapat memenuhi standar tinggi mereka (tuh, kan, iya, sih ....).
INFP adalah tipe kreatif dan sering memiliki bakat untuk bahasa (ih iya pisan). Sebagai introvert (saya introvert gitu?), mereka mungkin lebih memilih untuk mengekspresikan diri melalui tulisan (iyaps). Mereka memiliki bakat untuk simbolisme (haha iya pisan), mereka menikmati metafora dan similes (iyaa, jadi keingetan buku metafora saya ada di siapa ya). Mereka terus mencari ide-ide baru dan beradaptasi dengan baik terhadap perubahan (emmh, lumayan). Mereka lebih suka bekerja di lingkungan yang menghargai karunia-karunia dan memungkinkan mereka untuk membuat perbedaan positif di dunia, sesuai keyakinan pribadi mereka (ih iya, dulu sih enggak tapi sekarang begitu).
Ringkasan: idealistik (mungkin iya), setia pada nilai-nilai mereka dan untuk orang-orang yang penting bagi mereka (tentu lah). Ingin kehidupan eksternal yang kongruen dengan nilai-nilai mereka (iyaps). Penasaran (iya lah kan saya anak media informasi), cepat untuk melihat kemungkinan (yaps), bisa menjadi katalis untuk menerapkan ide-ide (kadang iya). Berusahalah untuk memahami orang dan untuk membantu mereka memenuhi potensi mereka (apaan ini, saran?). Beradaptasi (mudah), fleksibel (yaps) dan menerima kecuali nilai mengancam mereka (yaaaaaapppsss).
Kata kunci: Tujuan (okay), kreatif (lumayan), orang dengan keterampilan (keterampilan menulis kali ya), beradaptasi (yaps), pembujuk yang lembut (saya lembut sama anak kecil doang).
Karir pekerjaan: Konselor (again? saya ga suka denger curhatan orang bro), psikolog (sains), pekerja sosial (boleh lah), artis (wew).
-------------------------

It's enough. Meskipun saya penasaran ingin mengulang tes supaya saya yakin dengan hasilnya tapi saya sudah ngantuk sekarang. Well, dari ketiga hasil di atas, saya lebih banyak cocok dengan INFP. Meskipun saya jadi berpikir, saya introvert gitu? Tapi bisa jadi iya, karena saya lebih suka menghabiskan waktu membaca dan menulis daripada ngobrol dengan orang lain.

Emh, terus ... apa lagi? Oh iya, resume belum selesai. Besok peer teaching. Duh, ngantuk -_-"

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…