Skip to main content

Limabelas Maret ~

Ada apa dengan tanggal 15 Maret. Yang saya tahu tanggal 17-21 Maret adalah jadwal UP. Asik, tepuk tangan.

Hanna mendapat kabar temannya nikah tanggal 15 Maret. Teman seangkatan saya sekaligus rekan di BEM, akan dikhitbah tanggal 15 Maret. Lalu ... SAHABAT SAYA, yeah lebay. Sahabat saya, teman berbagi kebusukan (haha) selama sepuluh tahun, akan dikhitbah tanggal 15 Maret.

Itu Sabtu ini, bro. Sahabat saya dikhitbah sabtu ini menjelang saya UP. Ah, simelekete.

Saya anak bungsu (dari ayah) yang punya satu adik. Bersahabat dengan dua orang akhwat (hey, girls! I call you 'akhwat' :D) yang merupakan anak pertama di keluarganya masing-masng. Wajar lah kalau saya menjadi yang terakhir nikah.

Oh, Man ... Enjoy! Let it flow ~ and the zeng and the zong. Menghibur diri ble ... ble ... ble ... I don't care ... e, e, e, e, e ... *joged 2NE1*

Untuk mendistrak kabar yang bikin saya ngakak ini, malam ini saya harus menyelesaikan proyek lomba menulis bareng A. Fuadi. This is the project:

Saya akan ambil dua tema, yaitu Kisah para Lulusan Pesantren (aih, curhat pisan) dan Orangtuaku Pahlawanku (lebih tepatnya Ibuku Pahlawanku, sih). Well, saya harus bertanggung jawab dengan mimpi saya sendiri. Nulis yang serius, jangan nge-trash di blog terus. Sekali-kali keras sama diri sendiri, minimal sebulan sekali bikin artikel berbentuk opini. Biar nggak meracau bebas dengan EYD yang berantakan.

Terakhir, dengan motivasi nikah saya yang semakin kesini semakin rendah, kayaknya saya nggak mungkin nikah tahun ini. Tahun depan juga nggak tahu. Akhir-akhir ini masalah jodoh udah serba nggak tahu dan serba diabaikan. Saya memang gampang gagal fokus. Jadi sekali mikirin skripsi, ya udah, skripsi. Tidak ada 'kamu'. Siapapun itu. Haha, geli.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…