Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

Zohrah The Mixer

Huwah, sudah lama saya nggak edit-edit video. Terakhir saya membuat video berjudul Apologia Sebuah Perjalanan pada bulan Desember dengan memakai Movie Studio Platinum. Setelah laptop BEM saya kembalikan, saya susah cari software Movie Studio Platinum, jadi banyak video yang nggak terolah.

Kali ini saya ngorek-ngorek lagi software, belajar menghilangkan vokal tapi musiknya masih ada. Kayak karaokean gitu lah. Saya belajar pakai tiga software, Adobe Audition, Audicity, dan Video Karaoke Maker. Belajar darimana? Google, Youtube, coba-coca, otodidak, klik sana klik sini.


Berawal dari saya mengerutkan kening melihat penampilan anak-anak MDA yang mau tampil nyanyi tanpa musik. Akhirnya saya bilang sama Mamah, "Mah, itu anak-anak nyanyi pakai musik aja ya."

"Ya sok, asal jangan nyewa. Jangan bayar."

Awalnya ga ngeh apa maksudnya nyewa? Ternyata nyewa organ tunggal. Duh, mamah. Kalau dia tahu bahwa saya bisa menampilkan banyak musik di laptop saya, penampilan anak-anak MD…

Hei, Sarah El Zohrah, What's Up?

Saya hobi menulis sejak umur 5 tahun, surat-suratan dengan kakak ke-4, Rahmi Nurfadhilah, ketika saya SD, senang main drama dan bertindak sebagai penguasa skenario. Sejak SMP (I mean tsanawiyyah in boarding school) saya nulis diary, punya buku komunikasi dengan sahabat saya, Salma Fathia Al Huda, yang isinya celotehan-celotehan penting nggak penting. Pernah bikin cerpen tentang Penjara Suci di tahun 2007. Keluar dari pesantren diajarin bikin cerpen dan novel sama Pak Bagja, guru Bahasa Indonesia. Tahun 2009 sempat coba-coba nulis dua cerpen judulnya Sang Calon Ketua dan Harry Potter Freaks, dan satu novel judulnya Mutiara Islam. Masuk kuliah semakin gila menulis dan bersahabat dekat dengan internet. Mendapatkan informasi tentang ajang menulis dan lahirlah anak-anak saya dari antologi di bawah ini:

1. Sebilah Pisau Tumpul (Cerpen)
Foto saya terpampang nyata di sebelah kanan atas, sebelah Mbak Achie TM. Nama saya tersemat di bingkai cover. Cerpen ini bercerita tentang seorang gadis yan…

Suka-sukaan, eh -_-

Menjelang nonton Divergent ...
Teman: Kamu suka sama orang seperti apa sih?  Saya: Suka? Sama orang yang bikin saya suka.
Saya: Tahu Jesse di film Pitch Perfect?  Teman: Gak tau sar, kenapa gitu?  Saya: Aku jadi inget aja lagi jatuh cinta sama tokoh Jesse di Pitch Perfect :D (si tengil yang peka dan bawel). Pernah suka sama Peeta di Hunger Games (si kalem dengan kharisma memimpin), cuma dia terlalu baik.
Dipikir-pikir saya bukan suka sama orangnya, sih. Saya suka sama karakter yang dimainkan. Sebagai pecinta fiksi, ya :p. Saya juga nggak terlalu rewel degan tipe-tipean. Salah satu tulisan saya pernah mengulas ini kayaknya, bahwa saya bisa menyukai orang sedingin Rangga di film AADC dengan buku di tangannya tapi saya juga bisa menyukai Ipang di film Realita Cinta Rock n Roll dengan kehidupan liarnya. Masalah prinsip bisa dibicarakan lah, selama nyambung kalau berkehidupan sosial.

Jadi, saya suka sama orang seperti apa? Yang nggak bikin mood saya jadi jelek, I think. Dibikin marah, nan…

Have You been Married?

Menggigil lagi,
Pada suatu sore yang mempertemukan udaraku dan udaramu
Pada suatu dingin yang mengingatkanku pada cuacamu

Tergenang lagi,
Pada suatu sudut yang tak bisa dicapai siapapun
Pada suatu rasa yang kita coba injak bersama

Mati, perlahan ...
Membusuk dalam diam

Meletupkan kembang api
Mengoyak perut

Baikkah jika kita bertemu?

Hhhhh ...

Jika semuanya terjadi karena sebuah alasan
Untuk alasan apa kita dipertemukan?

Kita tidak perlu menerkanya

***

Sepertinya kita sama-sama tahu bahwa kita akan cocok menjadi tiga sahabat yang berbagi dunia. Aku sendiri tidak tahu tembok macam apa yang menghalangi pertemuan kita bertiga. Atau mungkin kita berdua. Atau berempat. Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak mau mendobrak tembok itu. Kita sudah menjadi pribadi yang berbeda. Sangat berbeda. Mungkin kamu akan lupa kita sering mendiskusikan kehidupan sosial. Seperti aku yang lupa sastra macam apa yang aku pelajari darimu.

Kamu mengenalkanku Tuhan. Aku mengingatkanmu Islam. Kamu meracuniku denga…

Apa ya?

#1
Saya resmi jadi volunteer HUT Museum KAA untuk opening seremoni. Saya sudah mendaftar citizen journalist club.

#2
Saya baru tahu kalau Panti dan Fuad menikah hari ini. Mereka jadi pasangan ke-4 teman saya yang nikah dengan teman sekelas. Setelah Irfan-Wilda, Eka-Rani, dan Iin-Jajang.

#3
Saya sudah fiks daftar FIM lagi.

#4
Saya belum kirim tulisan saya ke Bentang.

#5
Saya belum membuka file novel.

#6
Saya belum membuka skripsi lagi

#7
Saya seminar proposal minggu depan

dan saya sakit kepala ...

Menghidupkan Kembali Tumblr :)

Tadi pagi saya kuliah Critical Care Nusing dengan kasus keracunan, luka bakar, dan resusitasi cairan. Lalu sambil makan siang saya diskusi dengan Ria Amalia tentang Kristologi, film Son of God (tentang Nabi Isa) dan film Noah (tentang Nabi Nuh). Sepertinya keduanya cerita versi Kristen or Yahudi. Kita belum nonton. Belum ada (atau mungkin nggak akan tayang) di Indonesia. Terus kita nyimak dialog kristiani dan muslim di youtube. Membahas tentang mitos dewa-dewi klasik dan modern. Terus Nabila datang. Lalu kita bertiga bahas penulis novel, Rick Riordan, Stephanie Meyer, Dan Brown, Rowlink, penulis Hunger Games dan Narnia. Yeah, kami adalah kumpulan pecinta novel terjemahan.

Setelah sholat zuhur Asri minta dianterin ke Bale Santika, karena Sinta sudah duluan kesana. Dia nggak ada teman. Karena saya baik jadi saya antar dia ke Bale dengan janji jam 2 siang sudah di fakultas lagi untuk nonton seminar proposal Erma. Di Bale saya bertemu Fikri, Kang Azis, Kang Rendi, dan Nia. Yeay, agregasi…

Let's Scream! April MOP!

Akhirnya jadwal seminar proposal keluar juga dan itu lumayan bikin saya pusing nggak karuan.
Pertama karena jadwal seminar saya bersamaan dengan jadwal ujian praktikum Critical Care. Ada tiga skill lab yang harus saya kuasai. RJP dan ventilasi lima siklus. Bidai dan beberapa pertolongan sistem muskulo skeletal. Terakhir adalah titrasi obat. Satu April akan menjadi hari paling enggak banget buat saya.
Kedua karena Ketua Penguji saya adalah Ibu Wakil Dekan Satu yang sudah bergelar Ph.D yang ahli banget dalam masalah kejiwaan dan riset keperawatan. Saya ngerasa beliau terlalu tinggi ilmunya buat menguji saya. Dari semua yang mengerjakan skripsi keperawatan jiwa, hanya saya dan Lia Mas'udah yang Ketua Penguji-nya Wadek Satu. Oke, saya jadi merasa terhormat.
Ketiga karena sebenarnya saya masih belum mengerjakan BAB dua. Akhirnya saya memutuskan untuk memasukan teori Zohar dan Marshall. Duh, saya pusing sendiri dengan judul ini.
Yeaaaaah ... Let's SCREAM untuk SATU APRIL!
Salam Sat…

Jadi Mikir :-/

*I've promised no talking about married*
Celotehan di postingan sebelumnya. Karena malam ini saya lagi acak-acakan. Oh iya, tadi saya makan rendang loh di sekre sama Teh Ela, Riri, Restu, Vira, Nini, Iyan. Ketemu Yuni, Nimas, Nia, Chantik. Yeah, agregasi Protagonis. Haha.

Tadinya  malam ini mau rekap data tesis A Indra, tiba-tiba ngerasa jenuh baru rekaman pertama. Geje gitu. Mau revisi BAB 2, no mood, sorry. Mau bikin resume, emmh ya bikin resume aja deh. Sudah posting ini saya akan membuat resume. Karena kalau nggak bikin resume pilihan lainnya adalah saya baca Manga atau youtube-an. Itu sungguh tidak produktif, kawan-kawan.

Sorry basa-basi nggak keren. Cuma keingetan obrolan kemarin sore dengan seorang teman di FH Unpad.

Teman     : Sarah kapan nikah?  Saya        : Enggak tahun ini kayaknya, Teh.  Teman     : Kenapa? Bukannya udah ditanyain terus sama adik kamu.  Saya        : Aah, dia mah seneng godain kakaknya. Teman     : Eh, teman saya aja ada yang nanyain nomor Sarah. Ta…

Multitasking, Multiple Choice :|

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat untuk Mente, Tri Nur, Fuji, dan Evi yang Jumat ini mau seminar proposal. Yeah, saya ikut tegang. Juga Vrian, partner bimbingan Pak Irman yang seminar proposal hari Senin depan. Saya harus dapat kursi istimewa buat nonton UP kamu, Vri!

Lalu, saya mau bahas sedikit tentang status facebook saya:
Sepertinya facebook saya terlalu banyak berteman dengan kader PKS.PKS, PKS, everywhere ... Sebenarnya saya mau mejelaskan di facebook juga tapi baru status segitu saja banyak yang komen. Yeah, saya nggak mau bikin kontroversi dulu. Cukup skripsi saya yang jadi kontroversi di dalam pikiran ini.

Well, keluarga saya kan islami ya (lumayan). Orang tua saya dulu PPP, setelah Masyumi nggak ada kali ya. Orang tua asuh saya PBB, gara-gara Persis dulu milih PBB. Sementara kakak laki-laki saya yang terpapar keluarga Tasik itu PKS banget gitu lah. Intinya keluarga saya akan memilih partai islam because we love islam, yeah keprok, eh Allahu Akbar. Lalu kenapa saya biki…

Main-Main di Ipersonic

Gara-gara nyentil kepribadian, jadi iseng nyoba tes kepribadian di www.ipersonic.net. Haha dasar. Kali ini tanpa komentar karena saya 90% setuju dengan hasilnya. This is the result:

Saya tipe kepribadian: Idealis SpontanTipe Idealis Spontan adalah orang-orang kreatif, periang, dan berpikiran terbuka. Mereka penuh humor dan menularkan semangat menikmati hidup. Antusiasme dan semangat mereka yang menyala-nyala menginspirasi orang lain dan menghanyutkan mereka. Mereka menikmati kebersamaan dengan orang lain dan sering memiliki intuisi yang jitu mengenai motivasi dan potensi orang lain. Tipe Idealis Spontan adalah pakar komunikasi dan penghibur berbakat yang sangat menyenangkan. Keriaan dan keragaman dijamin saat ada mereka. Namun demikian, kadang-kadang mereka terlalu impulsif saat berhubungan dengan orang lain dan dapat menyakiti orang tanpa bermaksud demikian, karena sifat mereka yang blak-blakan dan terkadang kritis.

Tipe kepribadian ini adalah pengamat yang tajam dan awas; mereka tid…

Main-Main di Psikologi Zone

Ngenes banget malam ini bikin resume tentang peningkatan tekanan intrakranial dan hubungannya denga meningitis TB. Ini mengingatkan saya pada Uphi, teman saya yang meninggal karena meningitis TB. Oke, lupakan. Kita tidak akan membahas itu.

Di sela-sela pembuatan resume saya iseng ngisi tes apalah namanya di www.psikologizone.com yang saya lihat di statusnya Teh Hani. Yeah, beginilah, saya memang gampang jenuh kalau melakukan hal yang buat saya membosankan. Pertama saya coba, hasil dari tes saya adalah E-N-F-P. Sama dengan Teh Hani. Tapi saya berharap saya tidak dapat pasangan I-N-T-J. Pasti membosankan.

This is the result dan komentar iseng saya yang saya tulis di dalam kurung (....).

Tipe Kepribadian ENFP
The Inspirer (cieee haha)
ENFP adalah inisiator dalam perubahan (saya ga pernah jadi inisiator), tajam dalam perseptif adanya kemungkinan (yeah). Mereka memberi energi dan merangsang orang lain melalui api antusiasme mereka (sedikit). Mereka tak kenal lelah dalam mengejar sesuatu yan…

Apakah ini Menginspirasi

Saya hanya mau memposting tulisan saya yang saya kirim ke ... apa nama lombanya tadi, yang man jadda wajadda di postingan sebelumnya. Kalau lolos, otomatis saya harus menghapus postingan ini, karena tulisannya akan dimuat. Kalau tidak lolos, saya akan biarkan postingan ini disini. Ini adalah dua tulisan yang saya buat dalam waktu kurang lebih sejam. Cuma satu halaman, kalau lolos seleksi, harus dipanjangin jadi 8-12 halaman kalau nggak salah. Tulisan ini akan saya endapkan dulu. Jiga naon wae :D.

Semoga saya masih ada gairah buat membuka folder novel. Eh, bukan semoga, tapi harus. Ceritanya lagi keras sama diri sendiri. Oh ya, cerita yang kedua berjudul 'Rumah Virtual' belum selesai, karena saya tiba-tiba nangis pas lagi nulis cerita itu ehehee.

------
Tema: Kisah Para Lulusan Pesantren
Mengabaikan Hipotesa Selalu akan ada turbulensi ketika hendak mencapai garis finish. Seperti lari maraton. Tantangan terberat ada di kilometer menjelang garis finish. Antara berteriak, “Yeah, akh…

Limabelas Maret ~

Ada apa dengan tanggal 15 Maret. Yang saya tahu tanggal 17-21 Maret adalah jadwal UP. Asik, tepuk tangan.

Hanna mendapat kabar temannya nikah tanggal 15 Maret. Teman seangkatan saya sekaligus rekan di BEM, akan dikhitbah tanggal 15 Maret. Lalu ... SAHABAT SAYA, yeah lebay. Sahabat saya, teman berbagi kebusukan (haha) selama sepuluh tahun, akan dikhitbah tanggal 15 Maret.

Itu Sabtu ini, bro. Sahabat saya dikhitbah sabtu ini menjelang saya UP. Ah, simelekete.

Saya anak bungsu (dari ayah) yang punya satu adik. Bersahabat dengan dua orang akhwat (hey, girls! I call you 'akhwat' :D) yang merupakan anak pertama di keluarganya masing-masng. Wajar lah kalau saya menjadi yang terakhir nikah.

Oh, Man ... Enjoy! Let it flow ~ and the zeng and the zong. Menghibur diri ble ... ble ... ble ... I don't care ... e, e, e, e, e ... *joged 2NE1*

Untuk mendistrak kabar yang bikin saya ngakak ini, malam ini saya harus menyelesaikan proyek lomba menulis bareng A. Fuadi. This is the project:

Sa…

Pikiran Saya tentang UP

Yeaaaah ... saya udah ngumpulin draft. Akhirnya ... oh, God ...

Sekarang saya tinggal menunggu jadwal UP dan siapa yang jadi dosen penguji saya. Semoga sesuai ekspektasi. Demi menghargai teman-teman yang belum mengumpulkan draft, saya menghindari membuat status di Medsos tentang UP. Saya tahu kok rasanya melihat yang lain sudah UP, tapi kita masih revisi-an.

Selagi menunggu jadwal UP keluar, saya masih harus mengerjakan lima tugas bahasa arab, menghapal dialog bahasa arab tentang ... entah tentang apa, membuat resuma tentang Tekanan Intra Kranial, lusanya Peer Teaching, belum kuliah Kewarganegaraan. Heaaaah ...

Tapi kalau dibayangkan memang ribet, ketika dikerjakan biasa saja. Sama seperti beberapa hari yang lalu, saya berpikir buset saya harus ngejar dosen-dosen buat acc seminar, eh pas dijalanin biasa saja. Tinggal ketemuan, tanda tangan, senyum deh.

Saya sudah mulai membuat power point, beberapa quote tentang spiritual saya masukin. Nggak apa-apa kali ya.




Saya juga memikirkan bebe…

Berbahagialah ^_^

Alhamdulillah, setelah hari Jumat dapat acc seminar dari Pak Iyus, hari ini saya dapat acc seminar dari Pak Irman. Meski dengan melongo dulu di depan Pak Irman karena disuruh memberi contoh analisa data dari instrumen Social Behavior.

"Nih, saya isi kuesioner kamu ya." Pak Irman melingkari 46 item dalam instrumen saya. "Sekarang kamu analisa hasilnya. Saya tunggu."

Horor. Padahal saya nggak ngerti itu cara menganalisa instrumen. Akhirnya cuma saya jumlahin dan ... ternyata memang begitu caranya. Mengelompokkan data, lalu mencari rata-rata, dilihat indikator apa yang terbesar. Simpel tapi ribet. Sorenya saya langsung janjian sama Teh Mutya, senior saya di Statistik 2009. Kursus kilat mengenai metode penelitian.

Dari awal saya sudah membayangkan, sama Pak Iyus saya akan banyak berdiskusi masalah spiritual. Justifikasi saya mengambil masalah penelitian itu. Sama Pak Irman bakal ngubek metode penelitian. Salahnya adalah saya terlalu asik sama Pak Iyus, sampai saya bim…

Antara Spiritual dan Canada

Nanti pas seminar proposal, dosen bakal nanya nggak ya kenapa saya pakai teori ilmuwan dari Canada? Karena jawaban yang saya punya adalah ya nemunya itu. Teori orang indonesia nggak ada instrumen bakunya. Termasuk Instrumennya Dadang Hawari, itu mah lebih kayak instrumen buat kepatuhan muslim dalam beragama daripada tentang spiritual.

Dari kemarin saya ngelirik youtube-nya Sacha Stevenson, tapi nggak saya klik. Takut garing. Eh, akhirnya saya klik karena ada tulisan di-Insya Allah-in. Apaan tuh ada bule bawa-bawa Allah? Oh, ternyata dia orang Indonesia yang berasal dari Canada. Di akhir video itu Sacha bilang bahwa orang Indonesia itu selalu mengatakan kepada wanita, "kamu cantik deh kalau pakai jilbab." Lalu Sacha bilang, jangan-jangan kalau babi pakai jilbab jug dibilang cantik. Dan ternyata babi pakai jilbab memang cantik.

Saya sendiri nggak suka dengan omongan Sacha. Kayaknya banyak yang nyerang Sacha gitu gara-gara video itu. Tapi akhirnya Sacha bikin video permintaan …

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…