Skip to main content

The Meaning of "Sarah"

Awalnya ayahku ingin memberikan nama Farah, supaya saya selalu bahagia. Tapi Mamah nggak setuju, katanya nanti anaknya diledekin 'Parah Parah' gitu. Akhirnya pakai nama Sarah, dan akhirnya saya memang tidak diledekin 'Parah', tapi 'Sarap'. Serius.

Katanya nama saya berarti luas, lega, lapang. Dalam bahasa arab itu memakai Syin, 'Syarah'. Bisa juga diartikan penjelasan, seperti kitab yang suka pakai nama 'Syarah Hadis'. Tapi nama saya tidak memakai Syin, tapi Sin.

Lalu guruku di pesantren memberitahu bahwa nama Sarah, yang juga nama istri pertama Nabi Ibrahim sekaligus ibunda Nabi Ishaq, berasal dari bahasa Ibrani atau Hebrew. Itu adalah bahasa asli kaum Yahudi. Arti dari Sarah sendiri adalah puteri yang cantik, begitu kata guruku.

Dan kemudian saya pun menemukan arti nama Sarah di sebuah situs. Dalam kitab yang berbahasa asli Hebrew, Sarah memang berasal dari 'Saray' yang berarti Puteri/Princess/Lady. Sementara Siti Sarah sebelumnya dikenal sebagai 'Sarai' dan ... agak nyengir ketika baca bahwa artinya adalah 'contetious, quarrelsome' yang berarti suka mendebat, suka cek-cok, dan semacamnya. Yeah ... sepertinya saya dan Siti Sarah memiliki sifat yang agak mirip.

Dalam bahasa Ibrani, arti Sarah memang Princess. Dan ternyata dalam bahasa Arab pun Sarah diartikan Happy.

Well, thank you Daddy for the name ... :)

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…