Skip to main content

Teralihkan Keluarga ~

Pernah nggak sih kamu disuruh ibu kamu untuk cuci piring lalu di saat bersamaan kamu disuruh belanja ke warung. Bete kan. Biasanya aku suka ngoceh, "Tadi nyuruh ini, sekarang nyuruh itu. Nurul kan cuma ada satu, Mah."

Kemarin begitu lagi ... tapi lebih complicated. Mamah mengamanahi saya untuk menyelesaikan skripsi semester ini tapi saya masih di'sandera' untuk menjadi asistennya. Sampai Mamah bilang, ya sudah ngerjain skripsinya di Nagreg (rumah mamah) saja. Heuh, yang ada saya males buka laptop dan bimbingan. Untung masih ada jadwal kuliah jadi saya teguh hati untuk menetap di Nangor.

Jumat siang Mamah nelfon dengan satu pertanyaan. "Lagi kuliah?" Karena saya jawab enggak, maka dia langsung mengatur jadwal agar saya menemaninya ngubek Palasari untuk membeli Iqra. Yeah, Mamah sedang asik mengurus madrasahnya. Tanpa saya duga, 30 menit kemudian Mamah mengetuk pintu kosan. Buset. Dan ... saya harus meng-cancel janji dengan Sarita untuk ikut acaranya BEM, apa ya ... tentang hari sampah gitu pokoknya.

Dengan lobi-lobi di grup whatsapp keluarga, akhirnya Teh Dwi mau membelikan iqra ke Palasari. Tapi Mamah tetap ngajak ke Cimahi, ke rumah Teh Dwi untuk mengambil Iqra-Iqra itu.

"Mah, jangan mengabaikan teknologi dong. Kan sekarang bisa kirim lewat paket."

"Butuhnya kan lusa, Neng." Mamah tetap ngotot untuk pergi.

"Sehari juga nyampe, Mah. Paling bayar berapa. Dibanding ongkos, capek ..."

"Ya udah atuh, Mamah udah tanggung ada di Jatinangor. Kita ke Cimahi we, sekalian silaturahmi."

"Baiklah ..." Saya pun mengalah. Memasukan barang-barang perjalanan ke dalam tas. Dan tentu saja harus begitu.

Sebelum ke Cimahi, kita makan Ramen dulu, terus ke Sakinah, ke Jatos, naik eksplore, jalan-jalan dulu di Cimahi Mall, pulangnya beli martabak, nyampe deh ...

Semalam nginep di Cimahi, besoknya saya iseng ngajak Afiya (2 tahun 1 bulan) main ke Nagreg. Eh dia mau :D. Akhirnya selama tiga hari saya full jadi Nanny-nya Afiya. Main di Cagak, perosotan, ayunan, dan mainan TK lainnya, lalu ke Cipanas, berenang (Fiya sempet kelelep sekali ehehee), makan-makan, terus dibawa ke Cicalengka, main sama Sahla (2 tahun 3 bulan), Dila (2 tahun 5 bulan), Miftah (TK), dan Roif (3 SD).

Hari Senin, Teh Dwi ke Cicalengka buat jemput Fiya, Selasa pagi saya baru ke Jatinangor untuk mengikuti praktikum Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan tiga prinsip Circullation dikasih Resusitasi Jantung Paru (RJP), Air Way ngecek jalan nafas, sama Breathing dikasih nafas buatan. Seru :D.

And then ... saya baru balik lagi ke skripsi. *nunduk* *pusing* *kenapa harus ada skripsi di dunia ini*

Buka laptop malah kejebak dengan blog tiga anak-anaknya Bu Septi. Keren bro, anaknya yang berumur 17 sudah tiga tahun sekolah di Singapura, anaknya yang kedua baru setahun di Singapura, anaknya yang ketiga punya cita-cita belajar robot di Jerman. Anak saya gimana ya .... *skripsi heula bro*

Ini tiga blog anaknya Bu Septi:

Enes: Suka Duka Si Sulung
Ara: Suka Cita Si Tengah
Elan: Suka Suka Si Bungsu

Oke, bicara tentang keluarga, skripsi, dan ... keluarga. Kemarin malam sepupuku panik karena laptopnya kesiram air oleh anak pertamanya, laptopnya mati padahal bahan skripsi semua ada disana dan nggak ada copy-annya. Pas hari Senin juga Teh Dwi baru bimbingan skripsi dari kampus sambil bawa Sabiq (5 bulan). A Indra tesisnya nggak selesai selesai jadi harus molor satu semester dan akhirnya minta bantuan saya buat input data *fweeeh untung dibayar :D*. A Heri, kakak laki-lakiku satu-satunya lebih memilih mengejar kerjaan di dunia al-quran daripada menyelesaikan skripsinya. Teh Fitri, kakak ke-3, sudah lulus sidang dengan revisi tapi draft skripsinya entah kemana karena dia mengerjakan skripsi bertahun-tahun lalu.

Kalau kata Pak Iyus, "Kerjakan tanggung jawabmu sekarang juga. Jangan tunggu semuanya menjadi sulit."

Hayu, biar bisa nulis novel lagi, bro .... >.<

Okay, it's enough. Malam ini saya tidak akan menyentuh skripsi. Pertama karena saya belum mengambil data ke RSAI. Kedua karena Aqo, teman saya di Cianjur, belum selesai membantu saya menerjemahkan tesis. Ketiga  karena tiba-tiba saya dapat Jarkom bahwa saya harus melakukan peer teaching besok sementara saya belum nyari materi sama sekali. Materinya tentang Coronary Artery Disease dan Syok Kardiogenik. Dalem banget bro ....

Oh iya, terakhir. saya mau cerita. nggak penting sih, tapi lucu aja. pas ngasuh bocil-bocil, saya suka pake
'bro, bro'. misalkan mau pasang celana terus saya nyeletuk, "kakinya diangkat bro" atau "kita makan dulu bro". akhirnya keponakan saya suka ikut-ikutan saya 'bwo, bwo'. hihi, lucu ya. kalau enggak, berarti saya yang aneh. ya udah, saya  makan dulu ya ... bro >.<

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…