Skip to main content

Soulmate ~

Aku ingin jatuh cinta kepadamu. Pada apa yang ada pada dirimu. Pada apa yang kamu berikan untukku.

Bagaimana kamu tersenyum. Bagaimana kamu menatap. Bagaimana kamu marah. Bagaimana kamu menyayangi. Aku ingin mencintaimu secara menyeluruh. Pada kekurangan dan kelebihanmu. Pada masa lalu dan masa depanmu.

Aku menunggumu dalam setiap pencarian. Pada setiap interaksi keseharianku. Pada setiap perjalanan kehidupanku. Aku selalu berharap kamu ada diantara orang-orang di sekitarku.

Ya, aku belum jatuh cinta kepadamu. Mungkin Allah belum mengijinkan. Mungkin Allah belum menunjukan bahwa kamulah yang aku tunggu.

Atau mungkin kita belum bertemu. Sampai sekarang belum mengenal satu sama lain. Aku tidak mau menduga-duga.

Kamu akan tahu bahwa aku telah menghabiskan banyak waktu dalam hidupku untuk mengenali diriku sendiri. Memahami setiap jengkal kehidupan yang aku tapaki. Bukankah kamu adalah belahan jiwaku. Aku akan mengetahui itu jika aku mengenali jiwaku sendiri. 

Kamu akan tahu bahwa aku memandang masa depan sesederhana aku harus bermanfaat untuk orang lain dan aku harus menjadi inspirasi untuk orang lain. Orang pertama dan utama yang harus aku berikan manfaat dan inspirasi adalah keluargaku. Lalu sama-sama kita menginspirasi banyak orang.

Kita akan menjadi sepasang jiwa yang membicarakan Allah dalam setiap kejadian. Menjadikan al quran dan hadis sebagai konstitusi kehidupan kita. Aku percayakan setengah agama kita tersempurnakan dalam kebersamaan ini.

Inilah aku apa adanya. Aku percaya kamu akan mencintaiku saat aku marah, pesimis, tidak percaya pada dunia, dan di saat-saat terpuruk dalam kehidupan. Kamu sendiri tahu bahwa aku tidak sempurna. Maka aku pun percaya bahwa kamu tidak akan menyempurnakanku jika aku enggan membuka diri.

Sekarang aku serahkan padamu dan Allah. Apakah kita harus bertemu, atau tidak, aku ikut pada kehendak-Nya. Bukankah mimpi-mimpi kita sudah terlalu banyak yang tertunda hanya karena saling menunggu.


---------

Catatan rusuh di tengah-tengah mood pembuatan skripsi yang menurun drastis.

Comments

Post a Comment

Jika tidak memiliki akun di google, wordpress, dan yang lainnya, bisa menggunakan anonymous.

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…