Skip to main content

It's Just ... 5-6 Februari

Kemarin saya cuma keluar kosan buat memindahkan data dari Kang Agil. Lalu dia cabs ke ... entah kemana ... dan saya kembali bersemedi di kamar. Menerjemahkan tesis-nya David, ilmuwan Canada yang teorinya saya pakai untuk penelitian.

Sorenya saya tiba-tiba ditelfon ibu dan diminta buat mengantar beliau ke RS Santo Borromeus. Uwa masih dirawat disana dan ibu saya nggak berani pergi-pergian sendiri. Terbukti baru sampai Cileunyi dia teriak-teriak minta turun karena elp-nya ngebut. Akhirnya kita nunggu Damri ke DU.

Malamnya saya ikut-ikutan Bella, Fikri, dan Andi buat nonton acaranya FIM Bandung. Young Leader Talk 4. Ada Syauqi, Ridwansyah Yusuf, Gita Wirjawan, Ulil Abshar Abdala, dan Ramadhan Pohan. Ketika baru datang saya langsung disapa Kang Azam. Kaget, karena saya nggak ingat sama sekali dia siapa. Cuma saya berasumsi dia pasti aktif di BEM Rema karena dia menanyakan Wildan. Akhirnya setelah kita ngobrol muter-muter, saya bertanya, "Semester Delapan?"

"Bukan. Saya angkatan 2009."

Saya langsung ngeh. Di BEM Rema UPI yang angkatan akhir itu kalau nggak Presma-nya, ya Wapres-nya. Karena saya ingat wajah Presma-nya, berarti dia ... "Ooh, saya tahu kamu." Celetuk saya dengan agak polos. "Kakaknya Fahmi, kan?"

Dan saya jadi malu sendiri karena ternyata dari tadi saya ngoceh nggak jelas di depan eks-Wapresma BEM Rema UPI. Selain Kang Azam, saya juga ketemu Yoga (kalau ini udah kenal banget), Idam, dan Yorga dari ITB.

Di tempat acara saya ketemu Andi yang langsung ngajak saya duduk di kursi paling depan. Beberapa saat kemudian Bella dan Fikri datang sementara rombongan Gita Wirjawan baru datang jam setengah sembilan malam.

Saya nggak akan menceritakan hasil diskusi semalam sekarang karena terlalu berat, sementara saya masih ingin menjaga otak saya tetap menjadi 'otak skripsi'. Acara selesai jam 11 malam. Saya ketemu Donny, nyapa sebentar. Basa-basi. Haha-hihi. Terus kita berempat makan di pinggir jalan sambil membicarakan banyak hal. Jam 12 malam kita baru selesai makan dan menginap di RS Santo Borromeus.

Besoknya Fikri, Bella, dan Andi pulang ke Nangor sementara saya berangkat ke RSHS untuk bimbingan. Sebelum pergi ke RSHS saya ngider sama Mamah nyari ATM dan Teller BRI untuk bayar semesteran. Saya belum pernah bayaran lewat ATM. Machine error lebih menyebalkan daripada human error.

Setelah sampai di RSHS, beberapa saat saya termenung di perpustakaan karena ternyata hard disk saya kebawa sama Fikri. Dan masih dengan keadaan termenung saya dapat kabar kalau bimbingan tidak jadi dilaksanakan di RSHS, tapi di Jatinangor, jam itu juga. Heuh ...

And then ... saya benar-benar berambisi menyelesaikan skripsi ini secepat mungkin. Karena selama skripsi belum selesai, saya nggak bisa fokus menulis novel.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…