Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Ketika Saya Bilang 'Nggak Mau Kerja'

Siang tadi, ketika saya sedang jenuh dengan basa-basi matkul Civic (sorry to say that), Teh Erna posting sebuah cerita di whatsapp. Isinya tentang perdebatan antara wanita karir dengan wanita rumah tangga. Come on, semua punya jalan perjuangannya masing-masing sebagai ibu, dan ibu, siapapun dia, tetap menyimpan syurga di telapak kakinya. Begitu kesimpulannya.

Saya yakin seorang ibu juga bekerja untuk kesejahteraan anaknya.

Saya jadi teringat perdebatan yang akhir-akhir ini sering muncul di sekitar saya. Masalah karir. Ners enggak? Kalau nggak Ners sayang loh, ngapain kuliah 4 tahun tapi nggak jadi perawat. Ilmunya sayang. S.Kep kalau mau jadi PNS harus Ners dulu tahu.

Lalu ketika saya nyeletuk kalau saya nggak kepikiran untuk kerja maka ocehan lain bermunculan. Kamu hidup mau mengandalkan suami? Jadi sarjana pengangguran? Wanita itu harus maju, jangan tergantung sama penghasilan laki-laki. And the zeng and the zong ...

Berisik. Saya yang gampang terpengaruh oleh orang lain sudah tole…

Teralihkan Keluarga ~

Pernah nggak sih kamu disuruh ibu kamu untuk cuci piring lalu di saat bersamaan kamu disuruh belanja ke warung. Bete kan. Biasanya aku suka ngoceh, "Tadi nyuruh ini, sekarang nyuruh itu. Nurul kan cuma ada satu, Mah."

Kemarin begitu lagi ... tapi lebih complicated. Mamah mengamanahi saya untuk menyelesaikan skripsi semester ini tapi saya masih di'sandera' untuk menjadi asistennya. Sampai Mamah bilang, ya sudah ngerjain skripsinya di Nagreg (rumah mamah) saja. Heuh, yang ada saya males buka laptop dan bimbingan. Untung masih ada jadwal kuliah jadi saya teguh hati untuk menetap di Nangor.

Jumat siang Mamah nelfon dengan satu pertanyaan. "Lagi kuliah?" Karena saya jawab enggak, maka dia langsung mengatur jadwal agar saya menemaninya ngubek Palasari untuk membeli Iqra. Yeah, Mamah sedang asik mengurus madrasahnya. Tanpa saya duga, 30 menit kemudian Mamah mengetuk pintu kosan. Buset. Dan ... saya harus meng-cancel janji dengan Sarita untuk ikut acaranya BEM, ap…

Ahli Agama dan Politik ~

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat kepada Ustad Atip Latifulhayat, sosok yang sangat menginspirasi saya di Persis dan di Unpad, karena telah lolos seleksi sebagai calon hakim konstitusi. check this -> http://m.metrotvnews.com/read/news/2014/02/17/216604/UU-MK-Dibatalkan-DPR-Ngebut-Uji-6-Calon-Hakim-Konstitusi#.UwSYDs1K2FY.facebook

Dua tahun lalu ketika saya masih aktif di Persis, saya bertemu dengan beliau beberapa kali, salah satunya saya tulis di blog persis unpad -> http://persisunpad.blogspot.com/2011/09/dialog-bersama-ustad-atip-latifulhayat.html

Ustad Atip berasal dari Tasikmalaya dan saya tidak tahu bagaimana dia bisa bergabung dengan Persis. Well, Ustad Atip adalah Ustad pertama di Persis yang membuat saya berpikir, gila, ada ternyata Ustad di Persis yang pikirannya nggak ke hal-hal berbau kitab terus. Padahal dia keren abis, kok mau ya aktif di Persis.

Dulu ketika tsanawiyyah (SMP) saya sampai mempertanyakan ngapain sih kita belajarnya nahwu, sharaf, mustholah had…

Soulmate ~

Aku ingin jatuh cinta kepadamu. Pada apa yang ada pada dirimu. Pada apa yang kamu berikan untukku.
Bagaimana kamu tersenyum. Bagaimana kamu menatap. Bagaimana kamu marah. Bagaimana kamu menyayangi. Aku ingin mencintaimu secara menyeluruh. Pada kekurangan dan kelebihanmu. Pada masa lalu dan masa depanmu.
Aku menunggumu dalam setiap pencarian. Pada setiap interaksi keseharianku. Pada setiap perjalanan kehidupanku. Aku selalu berharap kamu ada diantara orang-orang di sekitarku.
Ya, aku belum jatuh cinta kepadamu. Mungkin Allah belum mengijinkan. Mungkin Allah belum menunjukan bahwa kamulah yang aku tunggu.
Atau mungkin kita belum bertemu. Sampai sekarang belum mengenal satu sama lain. Aku tidak mau menduga-duga.
Kamu akan tahu bahwa aku telah menghabiskan banyak waktu dalam hidupku untuk mengenali diriku sendiri. Memahami setiap jengkal kehidupan yang aku tapaki. Bukankah kamu adalah belahan jiwaku. Aku akan mengetahui itu jika aku mengenali jiwaku sendiri. 
Kamu akan tahu bahwa aku mem…

Sesederhana Bahagia

Banyak yang bilang sederhana itu bahagia ... apapun yang membuat hatimu lapang dan menerima.


Bagiku bahagia juga sesederhana kelapangan kita dalam memahami takdir terbaik dari Allah. Sesederhana pencapaian puncak penerimaan. Dan kepercayaanmu bahwa kamu sebenarnya layak untuk bahagia kapanpun dan dalam kondisi apapun.



Menginspirasilah ~

Kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir. Yahudi, yang keren banget itu, memiliki manajemen yang bagus untuk bisa mencapai tujuan mereka. Di Bandung, yang mayoritas muslim, terdapat empat Rumah Sakit Nasrani dan tiga Rumah Sakit Islam. Rumah Sakit yang berkualitas bagus adalah Rumah Sakit Nasrani karena standarnya sudah internasional. Contohnya Borromeus, itu tuh bagian dari Rumah Sakit yang dikelola se-Asia. Wajar kalau standarnya internasional.

Saya ingin jadi orang yang baik. Saya ingin memberikan hal-hal yang baik. Apa harus ikut organisasi? Saya udah ketendang dari BEM. Diajakin ikut DM KAMMI sama Kang Ojan tapi harus dari nol lagi. Diminta ikut di PW Himi Persis Jabar tapi masih ragu. Juga dipinang (lagi) jadi guru di PPI 28 Cicalengka. Bingung. Selalu saya berpikir saya selalu salah mengambil keputusan. Termasuk ketika beli tas dan sepatu. Pasti selalu ada pikiran kok saya beli tasnya yang kayak gini. Hehe, nyambung kan.

Akhirnya masih free …

It's Just ... 5-6 Februari

Kemarin saya cuma keluar kosan buat memindahkan data dari Kang Agil. Lalu dia cabs ke ... entah kemana ... dan saya kembali bersemedi di kamar. Menerjemahkan tesis-nya David, ilmuwan Canada yang teorinya saya pakai untuk penelitian.

Sorenya saya tiba-tiba ditelfon ibu dan diminta buat mengantar beliau ke RS Santo Borromeus. Uwa masih dirawat disana dan ibu saya nggak berani pergi-pergian sendiri. Terbukti baru sampai Cileunyi dia teriak-teriak minta turun karena elp-nya ngebut. Akhirnya kita nunggu Damri ke DU.

Malamnya saya ikut-ikutan Bella, Fikri, dan Andi buat nonton acaranya FIM Bandung. Young Leader Talk 4. Ada Syauqi, Ridwansyah Yusuf, Gita Wirjawan, Ulil Abshar Abdala, dan Ramadhan Pohan. Ketika baru datang saya langsung disapa Kang Azam. Kaget, karena saya nggak ingat sama sekali dia siapa. Cuma saya berasumsi dia pasti aktif di BEM Rema karena dia menanyakan Wildan. Akhirnya setelah kita ngobrol muter-muter, saya bertanya, "Semester Delapan?"

"Bukan. Saya ang…

The Meaning of "Sarah"

Awalnya ayahku ingin memberikan nama Farah, supaya saya selalu bahagia. Tapi Mamah nggak setuju, katanya nanti anaknya diledekin 'Parah Parah' gitu. Akhirnya pakai nama Sarah, dan akhirnya saya memang tidak diledekin 'Parah', tapi 'Sarap'. Serius.
Katanya nama saya berarti luas, lega, lapang. Dalam bahasa arab itu memakai Syin, 'Syarah'. Bisa juga diartikan penjelasan, seperti kitab yang suka pakai nama 'Syarah Hadis'. Tapi nama saya tidak memakai Syin, tapi Sin.

Lalu guruku di pesantren memberitahu bahwa nama Sarah, yang juga nama istri pertama Nabi Ibrahim sekaligus ibunda Nabi Ishaq, berasal dari bahasa Ibrani atau Hebrew. Itu adalah bahasa asli kaum Yahudi. Arti dari Sarah sendiri adalah puteri yang cantik, begitu kata guruku.

Dan kemudian saya pun menemukan arti nama Sarah di sebuah situs. Dalam kitab yang berbahasa asli Hebrew, Sarah memang berasal dari 'Saray' yang berarti Puteri/Princess/Lady. Sementara Siti Sarah sebelumnya dike…

Write! It's make you feel better ...

Saya sedang on the way menerjemahkan dua tesis. Yang satu tentang Kecerdasan Spiritual berjudul Rethinking Claims of Spiritual Intelligence: A Definition, Model, and Measure, dan yang satu lagi tentang Perilaku Sosial berjudul Social Behavior Inventory: To Ipsatize or Not To Ipsatize, That's The Question. Lieur ya? Saya sih lieur ... posisi meja belajar sekarang selalu sesak. Laptop yang tersambung dengan kabel charger, kabel cooling pad, kabel internet, kabel hard disk, dan kabel earphone. Buku-buku yang sudah biasa berjejer. Uang sisa jatah hari ini. Botol minuman, ungu yang biasa dipake, hitam cuma jadi pajangan. Gelas berisi kopi. Minuman Pulpy Orange. Bondu yang dipakai kalau saya lagi nggak pakai earphone. Lalu tas kuliah yang tergeletak begitu saja. Lantas di sebelah kiri menumpuk dua bungkus sampah ciki Taro, sampah bekas jeruk, bungkus wafer tango, al-quran yang dibaca dua jam sekali, nasi dari hipotesa yang belum habis, keranjang cucian, dan berkas-berkas skripsi.

Saya …

Jam Akhwat, Hmm ...

"Apablia datang malam hari, atau menjelang malam (maghrib) maka tahanlah anak-anakmu karena setan telah bertaburan pada saat-saat itu. Lalu jika telah berlalu sesaat malam itu, maka boleh kamu lepas mereka." (H.R Al Bukhari)

Saya mendapatkan pesan di grup Protagonis dari salah seorang rekan. Bacanya langsung tertohok gitu. Bukan karena saya punya anak-anak yang harus dilarang keluar maghrib tapi karena saya anak-anak yang biasanya masih berkeliaran di luar ketika maghrib. Saya tidak familiar dengan hadis ini dan saya juga masih belum mengerti arti dari 'jika telah berlalu sesaat malam itu', apa maksudnya subuh?

Entah sejak kapan, entah karena apa, entah tertular dari siapa, entah hidayah dari mana, sekarang saya mulai jadi orang yang benar-benar takut dosa dan apa-apa mikirin Allah. Alasan termungkin adalah karena saya sudah sangat sering memikirkan kematian dan akhirat. Semoga semua hal yang saya rasakan ini positif.

Berbicara mengenai magrib-magrib, di kalangan ak…