Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Pagi yang Aneh ~

Menepi sebentar dari skripsi. Pagi ini saya dapat telepon aneh dari seorang mahasiswa Psikologi UPI. Ternyata Hanna mengenalkan saya ketika manusia ini mengatakan sedang mencari 'pasangan'. Tuh kan, teman-teman saya itu kenapa sih selalu merasa aneh kalau saya single dan selalu berlomba-lomba mencarikan pasangan buat saya. Heuh ... Tapi nggak apa-apa, saya hargai niat baik mereka. Meski akhirnya malah bikin saya pusing karena orang yang dikenalkan enggak 'saya banget'.

Saya muslimah, alumni pesantren, tapi bukan berarti akhlak saya top banget dalam urusan bermuamalah dengan laki-laki. Ketika di Baduy, Kang Ojan pernah nanya, "Sarah lebih memilih laki-laki yang urakan/berantakan atau laki-laki yang rapi, kalem, santun."

"Buat dijadikan apa dulu nih? Kalau berteman, saya gampang berteman sama yang urakan. Pas pesantren saya deketnya sama ikhwan yang nakal, tukang bikin ribut di kelas, daripada sama ikhwan yang ahlul kitab kemana-mana bawa kitab. Tapi kala…

Memahami Perjalanan dan Teman Perjalanan

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa di sisi Allah. “[al-Hujurat:13].
Ayat di atas bukanlah dalil yang berhubungan dengan ide pluralisme agama. Ayat ini hanya menjelaskan keberagaman (pluralitas) suku dan bangsa. Terlebih mengenai diciptakannya dua gender yang berbeda, laki-laki dan perempuan. Setelah tulisan ini dibuka dengan ayat al-quran, mari kita simak salah satu teori perbedaan laki-laki dan perempuan.
Ada tiga teori yang dikenal mengenai perbedaan gender, yaitu teori nurture, nature, dan equil.
Teori nurture: adanya perbedaan perempuan dan laki-laki  adalah hasil  kontruksi sosial budaya sehingga menghasilkan peran dan tugas yang berbeda.
Teori nature: adanya perbedaan laki-laki dan perempuan adalah kodrat, sehingga harus diterima. Seperti perbedaan biologis dimana laki…

Menentukan Garis Finish. Goals. Ayolah ...

Akhirnya saya kelelahan ...

Setelah beberapa hari ngasuh Sahla, lalu Roif dan Miftah yang gantian sakit panas sementara orang tuanya ke Cirebon, lalu terburu-buru berangkat ke Jatinangor tanpa sempat makan siang. Besoknya menemani Teteh dan Mamah ikut seminar di ITB, lalu janjian dengan Dhya ke alun-alun Bandung, nyasar-nyasaran cuma mau ke Viaduct doang karena saya sotoy, ikut kajian tentang Pemilu, malamnya Mabit, tidur jam setengah satu malam. Pagi-pagi meluncur ke Pindad untuk penggalangan dana, lalu saya ke Cimahi karena Mamah dan kedua kakak saya sedang disana. Lalu pulang lagi ke Jatinangor dengan seperti biasa ... lupa makan dari pagi. Makan sih, bakso.

Saya baru sadar kalau tubuh saya ngedrop ketika badan saya agak hangat dan pusing. Saya tahu kalau saya nggak segera makan saya bisa demam. Akhirnya saya makan, pusing berkurang tapi badan masih hangat. Tinggal dibawa tidur supaya kembali ke suhu normal. Asumsiku adalah karena malam kemarin ketika mabit saya tidur di karpet ta…

Hi, Daddy. What's Up?

Cicalengka, 17 Januari 2014
Ayah, disini siang hari dengan matahari yang meredup. Dari pagi aku melihat hujan di luar jendela. Apa yang sedang kau lihat disana, Ayah? Lebih indahkah dari kedamaian yang aku lihat di Bumi ini? Maaf Ayah, aku tidak terlalu kuat untuk berusaha mencapai tempatmu. Aku janji akan mencobanyak lebih baik lagi. Apakah kau sudah mulai merindukanku?
Ayah, sekarang aku menulis surat lagi. Seperti kebiasaan-kebiasaanku dulu. Aku harus menemukan keheningan untuk mendapatkan dorongan menulis surat ini. Terlebih Ayah … aku sedang ingin banyak bercerita kepadamu. Aku tahu kau akan diam mendengarkan dan itu sudah cukup untukku.
Ayah, kau akan lihat bahwa gadis bungsumu sudah dewasa sekarang. Aku tidak lagi menghujat dan marah-marah di suratku padamu. Aku sudah lebih tenang dan menerima. Aku tidak lagi merengek tentang kehidupan. Aku sudah mengalami perjalanan yang cukup panjang di kehidupan ini. Dan aku tahu kau selalu menyaksikan.
Ayah, akhir-akhir ini Ibu sering mena…

[Dialog Kakak-Adik] Mamah, Kenapa Sih.

Satu bulan ini saya membantu mahasiswa S2 Fapsi Unpad untuk menjadi objek konselingnya. Hal yang saya konsulkan adalah terkait emosi saya, hubungan sosial, dan trauma masa lalu.

Panjaaaaaannggg banget kalau diceritakan disini. Dari tiga pertemuan, saya sudah menghabiskan lima jam untuk berceloteh. Mungkin di pertemuan selanjutnya saya akan meminta rekaman curhatan saya. Dan enak banget ternyata bisa bercerita panjang lebar sementara orang yang ada di hadapan kita diam mendengarkan seolah cerita kita itu istimewa. Yeah, itulah kenapa saya sering bercerita panjang lebar di blog. Karena saya perlu bercerita tanpa interupsi.

Di pertemuan kedua, ketika saya ditanya tentang kehidupan masa lalu, saya sempat menangis berderai-derai gitu. Udah nggak bisa ditahan banget. Pertanyaannya simpel, pake banget. "Coba ceritakan masa kecil kamu sama Uwa kamu."

Saya selalu merasa lebih sedih menceritakan masa kecil saya daripada menceritakan kematian ayah saya.

Setelah saya agak tenang, sang …

Satu Minggu Untuk Keluarga

::: Senin, 23 November 2013 ::: Perjalanan ini dimulai ketika saya terkapar di kosan karena uang yang sudah habis sejak tiga hari yang lalu. Karena jadwal komunitas yang random tapi hectic, karena Kongres yang diperpanjang seminggu lagi, karena input data cluster 30 yang tidak diketahui keberadaannya.
Diah mengirim SMS, bertanya apakah saya akan ikut ke rumah A Heri di Cimahi atau tidak. Dengan sisa tenaga yang ada saya balas kalau saya tidak akan ikut. Ketika itu saya sedang tidak bisa berpikir jernih. Perut lapar, kepala pusing, mual. Membayangkan pergi ke Cimahi rasanya mengerikan. Malam sebelumnya saya motor-motoran tanpa jaket karena nggak ada ongkos untuk pulang ke Nangor, lalu mengikuti Kongres sampai jam 10 malam. Pagi-pagi saya bongkar celengan dan pesen lumpia. Ya, dalam keadaan seperti itu masih sempet-sempetnya saya membeli makanan bergizi kurang.
Dengan sisa tenaga yang ada saya tertidur dan sempat membayangkan bagaimana kalau saya hipoglikemi lalu … collaps.
Lalu tiba-t…