Skip to main content

Video Project [Protagonis Award]

Padahal kerjaan masih banyak. Revisi skripsi belum dikerjain, LPJ belum kelar dan molor seminggu lebih. perencanaan pengkajian komunitas belum diapa-apain. Terus tiba-tiba diminta Kang Zu buat bikin video perpisahan gitu. Nggak ada ide sama sekali konsepnya gimana. Akhirnya saya cuma nanya tentang Protagnis Award.

And then ... saya ketawa-ketawa sendiri dengan hasilnya. Gara-gara ternyata ada beberapa orang yang memberi saya label tergalau. Nggak masalah sih, seniman kalau nggak galau susah menciptakan karya seni yang bisa langsung nyentuh hati orang. Hahaha.

Asumsi saya mungkin karena saya suka ngomong 'nikah' secara gamblang. Dari dulu juga saya sudah begitu. Sejak saya berumur 16 tahun malah, saya selalu bilang ke teman-teman asrama saya kalau saya akan nikah cepat. Itu semacam doa sebenarnya. Lalu misalkan pas akhir BEM 2011, ketika saya ditanya tahun depan saya akan di BEM lagi atau enggak, saya malah bilang enggak ah, saya mau nikah aja. Saya pun ngakak.

Ada apa dengan ngomongin 'nikah'?

Kemungkinan kedua mungkin karena saya sering GR. Yo'i banget, saya emang GR-an, tapi nggak gampangan. Nggak mempan dimodusin, dikodein, diceng-cengin, dan semacamnya. Saya sudah kenyang cuma dijadikan bahan dagelan :D.

Kemarin itu saya pulang dari sekre sekitar jam setengah sembilan. Saya agak risih, bukan karena pulang malam, tapi karena ada Kang Rendi. Haha. Kalau malam-malam lagi ada Kang Rendi bawaannya pengen cepet-cepet pulang soalnya dia islami banget. Saya berasa lagi ketemu sama Ustad saya di pesantren kalau lagi ketemu dia. Makanya saya nulis dia tersoleh, terlepas dari definisi soleh itu apa.

Ini dia project video saya, dimulai jam 9 malam dan akhirnya selesai sekitar jam 12 malam.


Yeah, saya kalau lagi mood emang kadang lupa waktu dan harus selesai saat itu juga. Kalau dibesokin mungkin malah nggak kegarap. Mungkin ada yang heran kenapa di awal ada video Kang Agil lagi ketawa. Menurut saya sih itu ekspresi yang lucu, karena seorang Hilman Agil Satria agak jarang nangkring si sekre kalau memang nggak ada rapat, agenda, dan semacamnya. Terus malam itu dia ada di sekre dan tertular gila dengan teman-temannya.

Mungkin saya akan merindukan mereka. Mungkin juga enggak. Haha. Tapi tawa dan canda yang terdokumentasikan ini akan menjadi tand abahwa kita pernah saling bertaut. Ahay.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…