Skip to main content

Keep Your Eyes Open and Just Close Your Eyes

Saya ingin berbicara tentang dua lagu Taylor Swift yang menjadi soundtrack film Hunger Games. By the way, seminggu lagi Hunger Games 2: Catching Fire mau rilis. Yeay.

Sambil mendengarkan lagu acapella gubahan Mike Tompkins, saya baca-baca tulisan lawas saya di blogspot. Dan, nge-blog adalah godaan terkuat ketika mengerjakan skripsi. Oke, kembali ke lagu Taylor, di lagu pertama yang berjudul Eyes Open. Ada lirik yang berbunyi, keep your eyes open ... kalimat yang meminta kita untuk tetap bertahan membuka mata atas kejadian yang mungkin terjadi. Sementara di soundtrack lain yang berjudul Safe and Sound (apa kebalik ya) ada lirik yang berbunyi, just close your eyes ... seolah meminta kita pasrah menutup mata pada keadaan yang tengah terjadi.

Kedua lirik dalam dua soundtrack Hunger Games ini seolah selaras dengan balasan saya ke twitter @mizanmediautama ketika dia bertanya ceritakan pengalaman inspiratif apa yang membuat kalian sadar bahwa hidup ini indah. Lalu saya menjawab ...




Ya, saya sedang mendalami proses spiritual dalam kelahiran (hidup) dan kematian. Lirik keep your eyes open (tentang bertahan dalam kehidupan) dan lirik just close your eyes (tentang menyerah dalam kematian) kembali menjadi pemicu insprasi saya untuk membuat cerita mengenai kehidupan dan kematian. Apa yang membuat kita merasa usefull untuk tetap bertahan hidup dan apa yang membuat kita bisa merasa berserah bahwa kematian akan menjadi akhir perjalanan kita di dunia.

Jadi begini, setelah menyelesaikan novel 'Spasi', saya berencana membuat novel yang berjudul 'Insting'. Berbeda dengan 'Spasi' yang mengharuskan saya mengambil tema 'Passion', novel 'Insting' ini bertemakan 'Pulang', termasuk pulang kembali ke dalam ketiadaan atau mati. Rencananya (yeah, ini memang baru wacana), tokoh di dalam novel 'Insting' sama dengan tokoh dalam novel 'Spasi'. Sambil praktek di RSHS, saya sambil mempelajari proses lost and grief orang-orang terhadap kematian.

Semoga saya masih bisa menulis novel ^_^

By the way, nge-blog dan menceritakan tentang proyek novel itu benar-benar godaan ketika menulis skripsi.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…