Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2013

Keep Your Eyes Open and Just Close Your Eyes

Saya ingin berbicara tentang dua lagu Taylor Swift yang menjadi soundtrack film Hunger Games. By the way, seminggu lagi Hunger Games 2: Catching Fire mau rilis. Yeay.

Sambil mendengarkan lagu acapella gubahan Mike Tompkins, saya baca-baca tulisan lawas saya di blogspot. Dan, nge-blog adalah godaan terkuat ketika mengerjakan skripsi. Oke, kembali ke lagu Taylor, di lagu pertama yang berjudul Eyes Open. Ada lirik yang berbunyi, keep your eyes open ... kalimat yang meminta kita untuk tetap bertahan membuka mata atas kejadian yang mungkin terjadi. Sementara di soundtrack lain yang berjudul Safe and Sound (apa kebalik ya) ada lirik yang berbunyi, just close your eyes ... seolah meminta kita pasrah menutup mata pada keadaan yang tengah terjadi.

Kedua lirik dalam dua soundtrack Hunger Games ini seolah selaras dengan balasan saya ke twitter @mizanmediautama ketika dia bertanya ceritakan pengalaman inspiratif apa yang membuat kalian sadar bahwa hidup ini indah. Lalu saya menjawab ...





ReplyRetw…

[Spasi] Pemilihan Judul

Saya memulai novel Gais-Sasi sejak tahun 2011. Selama 3 tahun nge-BEM, selama itu pula proyek ini terbengkalai. Ketika itu tokoh utamanya masih Gais dan Mia, ditambah tokoh pelengkap Wishu, Ken, dan Intan. Setelah saya ada masalah dengan Wishu dan Intan, teman saya yang kuliah di UPI, maka di akhir tahun 2012 nama tokoh saya ganti jadi Gais dan Sasi dengan tokoh pelengkap Mia, Regi, dan Arga.

Awalnya judul novel ini adalah Nersauthor. Akhir tahun 2011, saya ganti jadi Bintang Timur dan Sihir Hujan. Akhir tahun 2012 saya memulai lagi proyek ini dari nol. Lalu tiba-tiba saya masuk BEM lagi, proyek ini jadi tersendat. Tapi di pertengahan 2013, ketika saya KKN dan istirahat sebentar dari BEM, saya mulai menyelesaikan proyek ini. Dan saya baru sadar, judul Bintang Timur dan Sihir Hujan ini terlalu aneh.

Akhirnya ketika saya memandag laptop keyboard sambil memikirkan judul yang pas, saya menemukan tombol Spasi. Lalu saya menulis, "Kamu dan bintang memiliki jarak yang sangat jauh. Maka…

Celotehan Weekend: No Hope!

Woo. Weekend! Betapa saya sering merindukan weekend sekarang ini. Dua hari tanpa suntikan, selang, urine bag, pispot, bau obat, darah, luka, kursi roda, dan sebagai-bagainya itu. Bukannya saya nggak senang melakukan tindakan keperawatan, tapi jenuh banget rutinitas setiap hari kayak begitu, bertarung antara rasa lelah dengan suara alarm ponsel biar nggak kesiangan dinas. Huwah.

Weekend ini, seperti biasa, saya menumpuk tugas skripsi. Baru satu jam ngerjain inventory, saya udah malas. Nggak sukaaaa, sesuka-sukanya saya menulis, saya tetap tidak suka menulis skripsi.

Setelah kemarin ikut Padjadjaran Sehat, tadinya hari ini saya mau ke VOC-nya PSDMO. Tapi saya batalin. Ada unsur justice, kenapa saya nggak mau pergi ke acara VOC. *naon sih*. Terus karena stuck ngerjain skripsi, saya nge-medsos, saya nonton youtube, saya pesen makan ke sandi dellivery, saya tiduran, terus ke laptop lagi, terus ... eh, ada dua blog yang bikin saya ngakak.

Satu komik yang di-share oleh Elvira, partner saya …

Terima Kasih. Saya Baik-baik Saja. Sudah.

Sore ini agak random. Selesai mengikuti Mubes Rohis QA dan mampir cuma sebentar di acara Medfo, saya transit di kosan dan dapat email dari dosen pembimbing tentang skripsi yang nggak memuaskan. Heuh. Lalu melihat komentar anak eks-BEM di facebook yang mengatakan  bahwa salah satu rekan saya tidak mendapat bimbingan dan pengawasan yang baik. Berasa pengen ngomong depan mukanya, emangnya tahun kemarin ente bisa stand by di BEM. Ngomong doang. Nggak solutif. Bikin opini sendiri. Sok.

Tapi saya juga langsung mengevaluasi diri. Yeaaaa, boro-boro mau membimbing dan mengawasi yang ada di Jatinangor, dalam satu hari saja saya harus membimbing dan mengawasi sepuluh pasien rawat inap di RSHS. Bed making, TTV, ngoplos obat, nyuntik obat, ambil darah, ganti infus, nebulasi, dorong pasien kesana kemari, nananna nininini nunununu dan sebagainya, hoaaaammh. Pulang ke Cimahi langsung dihampiri keponakan yang baru berumur 1 tahun 8 bulan. Akhirnya saya nggak jadi ngekos di dekat RSHS. Hemat biaya hid…