Skip to main content

Mari Nyampah~

Setelah gamang antara ingin mengisi tumblr atau blogspot, dan juga gamang menulis di blogspot lalu dihapus lagi setelah selesai menulis, akhirnysa saya sadar bahwa hal itu membuat saya berhenti menulis.

Sekarang ketika saya masih sebagai bagian dari BEM, rasanya saya harus hati-hati setiap saya menulis sesuatu di media sosial. Bukan hanya karena tulisan saya sampah, tapi karena terkadang tulisan saya di blogspot ini dikomentari orang. Dikira saya peduli.

Tiga postingan yang saya tulis baru-baru ini lalu langsung saya hapus. Saya akui bahwa saya masih tidak bisa menguasai diri ketiks menulis. Semua yang saya fikirkan saya tulis tanpa difilter. Kadang difilter sih kalau lagi baik.

Dan ... rasanya rugi tidak pernah menulis lagi. Karena otak saya jadi karatan ketika menulis. Karatan banget.

Jadi, oke, saya akan menulis dengan menulikan diri. Atau menulis tapi disimpan di draft. Toh kebiasaan menulis dan disimpan di draft sudah saya lakukan dari dulu. Ayo mulai menyampah, membuang semua sisa-sisa cerita kehidupan yang sudah tidak bisa ditampung tubuh. Menyimpannya dan mengambil ampas kebermanfaatan dan ... saya sudah harus berangkat ke cicalengka bareng a riki sekarang. see ya :p.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…