Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2013

Seperti Daun yang Jatuh

Saya berharap tidak menjadi daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Ketika hampir semua anggota keluarga terikat dengan balas budi (kecuali kakak pertama, mungkin). Tiba-tiba obrolan tentang balas budi menyangkut kepada masalah pernikahan. Layaknya Siti Nurbaya.

Tidak seekstrim itu. Saya sendiri yang sering mengatakan bahwa rasanya tidak ingin saya menikah dengan orang yang baru saya kenala.k.a dijodohkan. Itulah kenapa saya tidak tertarik menggunakan cara taaruf, membuat proposal, menghubungi murabi, dan sejenisnya. Saya berharap menikah dengan orang yang sudah mengenal saya. Itu karena kepribadian saya agak ... sulit. Lalu, entah darimana dan sejak kapan, pikiran tentang menikah dengan sepupu sendiri terlintas.

Waktu itu saya memastikan kepada partner di organisasi yang agak islami bahwa sepupu kita bukanlah mahrom. Dan memang bukan.

Sepupu saya baik. Saya sangat mengenal kepribadiannya karena sudah hidup bersamanya sejak saya sudah bisa mengingat. Bahkan saya sempat membuat tuli…

Si Nyonya Besar Jadi Tuan Puteri

"Hanafi, ada yang nyari tuh."
"Siapa?"
"Nyonya besar."

Saya yang saat itu tengah menungg di depan kelas A, kelasnya Hanafi, langsung mengerutkan kening. Sejak kapan saya disebut Nyonya Besar? Tapi Hanafi tidak bertanya siapa itu Nyonya Besar, RG yang lain juga tidak heran ketika menyebut Nyonya Besar lalu ketika dilirik keluar ternyata saya tengah berdiri sambil melipat tangan.

Resmilah mulai saat itu saya dipanggil Nyonya Besar.

Tentu saja saya dipanggil Nyonya Besar bukan karena tubuh saya yang besar. Sejak kecil saya sudah diledeki 'rorongkong hirup' oleh Ardi, teman di SD, teman ngaji, dan teman di pesantren. Jadi, satu-satunya alasan saya dipanggil Nyinya Besar adalah karena saya otoriter, selalu menginstruksi, galak, ketus, dan sepertinya menyebalkan. Persis Nyonya Besar yang dengan menyebut namanya saja orang-orang sudah mengkeret, melihat saya lewat langsung menunduk. Saya tidak pernah, sangat tidak pernah, memikirkan ingin dihormati, dis…

Selalu Tentang Kalian dan Selalu Tentang 'Itu'

Dua hari kemarin adalah dua hari yang istimewa, menakjubkan, spesial ... makanya saya publish :)

Hari minggu pagi saya datang ke FIB untuk menonton Opera Budaya. Saya bertemu dengan Utsman, teman sekelas di pesantren yang bawel dan bigos-nya nauzubillah. Buktinya, baru saja bertemu setelah beberapa bulan bukannya taqabalallahu mina wa minkum, dia malah komentar. "Ngapain disini? Mau nengokin adik?"

Bete tapi ngakak juga dengernya. Adik kelas kami memang ada yang masuk FIB tahun ini, kakaknya pernah hampir jadi 'calon' saya tapi nggak jadi. Dia nikah duluan sementara saya kuliah. Saya sudah kenal sama orang tuanya, sudah dekat sama adiknya, makanya kedatangan saya ke FIB langsung dianggap mau nengokin 'adik'. Weh weh.

Ketika masih nonton Opera Budaya, tiba-tiba sahabat saya, Dhya, kirim SMS dan ngajak ke Ciwidey. Entah kesambet apa sampai dia memaksa saya untuk datang. Sampai-sampai dia bilang akan mejemput saya ke Jatinangor kalau saya mau ikut. Akhirnya, ka…

Mari Nyampah~

Setelah gamang antara ingin mengisi tumblr atau blogspot, dan juga gamang menulis di blogspot lalu dihapus lagi setelah selesai menulis, akhirnysa saya sadar bahwa hal itu membuat saya berhenti menulis.

Sekarang ketika saya masih sebagai bagian dari BEM, rasanya saya harus hati-hati setiap saya menulis sesuatu di media sosial. Bukan hanya karena tulisan saya sampah, tapi karena terkadang tulisan saya di blogspot ini dikomentari orang. Dikira saya peduli.

Tiga postingan yang saya tulis baru-baru ini lalu langsung saya hapus. Saya akui bahwa saya masih tidak bisa menguasai diri ketiks menulis. Semua yang saya fikirkan saya tulis tanpa difilter. Kadang difilter sih kalau lagi baik.

Dan ... rasanya rugi tidak pernah menulis lagi. Karena otak saya jadi karatan ketika menulis. Karatan banget.

Jadi, oke, saya akan menulis dengan menulikan diri. Atau menulis tapi disimpan di draft. Toh kebiasaan menulis dan disimpan di draft sudah saya lakukan dari dulu. Ayo mulai menyampah, membuang semua si…