Skip to main content

Insentif Penulisan Artikel di Media Cetak bagi Dosen, Pegawai, dan Mahasiswa Unpad

Unpad memberikan insentif bagi dosen, pegawai, dan mahasiswa Unpad yang tulisannya dimuat di media cetak.
Persyaratan:
Karya tulis berupa artikel, dimuat di media cetak koran / suratkabar nasional (Kompas, Republika, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Seputar Indonesia, Suara Pembaruan, The Jakarta Post) dan regional Jawa Barat (Pikiran Rakyat). Selain media cetak tersebut, belum mendapat insentif.
Artikel berbentuk opini atau feature
Bobot tulisan bersifat positif
Minimal tulisan 500 kata
Sangat diutamakan bersifat ilmiah sesuai bidang keilmuan
Insentif diberikan bagi penulis yang karyanya dimuat sejak tanggal 24 April 2008
Menuliskan nama asal lembaga (fakultas / jurusan) Unpad, setelah penulisan nama yang bersangkutan di akhir artikel, dan tercantum pada artikel yang dimuat
Maksimal 2 tulisan per bulan
Cara Pencairan Insentif:
Melampirkan hasil tulisan yang telah dimuat di media cetak / surat kabar 2 rangkap
Setiap artikel yang diajukan dilengkapi masing-masing 2 (dua rangkap): fotokopi KTP / Karpeg bagi dosen dan pegawai, fotokopi KTM bagi mahasiswa
Mengisi formulir isian yang disediakan di Humas Unpad
Bersedia menyerahkan softcopy artikel untuk dimuat di website Unpad
Mencantumkan NPWP
Konfirmasi penyerahan insentif akan diinformasikan kemudian melalui SMS / telepon. Pengambilan insentif langsung oleh yang bersangkutan / tidak bisa diwakilkan
Untuk info lebih lanjut, Humas Unpad:
Telepon (022) 84288811, email humas@unpad.ac.id
facebook.com/unpad
twitter.com/unpad

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…