Search This Blog

nitip askep

Nama : Sarah Nurul Khotimah
NPM : 220110100134

2.1.1 Pengertian
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Kehamilan matur berlangsung  40 minggu dan tidak boleh lebih dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
2.1.2 Patofisologi
Ovum dilepaskan dalam proses ovulasi, ditangkap oleh fibrae dan berjalan menuju ke pers ampula tuba. Setelah proses ejakulasi, sperma masuk melalui kanalis servikalis menuju ke ampula tuba dengan kekuatannya sendiri. Terjadi proses konsepsi yaitu bertemunya ovum dan sperma pada pars ampula tuba. Kemudian kedua inti ovum dan sperma bersatu membentuk zigot terus membelah hingga membentuk morula dan terus berjalan menuju uterus.
Terjadi pertemuan sel di bagian luar morula menjadi sel trofoblas, pembentukan terus berjalan dan didalam morula terjadi ruangan yang mengandung cairan yang disebut blastula. Kemudian akan berimplantasi pada hari ke 6 sampai ke 7 setelah konsepsi.
Dengan terjadinya nidasi maka desidua terbagi menjadi desidua basalis yang berhadapan dengan korean frandusum yang berkembang menjadi plasenta. Desidua kapsularis yang menutupi hasil dan desidua kapsularis disebut desidua parietalis. Di dalam desidua kapsularis janin tumbuh dan berkembang hingga mencapai usia aterem  40 minggu.

2.1.3 Perubahan-perubahan pada wanita hamil
A. Perubahan Fisiologis
1. Perubahan yang kelihatan
a. Perubahan pada kulit
• Muka menyerupai topeng yang disebut cloasma gravidarum
• Pada areola dan papilla mammae mengalami hyperpigmentasi, dan papilla lebih menonjol
• Pada perut terdapat linea alba (garis hitam yang terbentang di atas symphisis sampai pusat) dan linea nigra (lebih hitam terbentang di tengah-tengah di atas pusat ada striae gravidarum yang merupakan garis-garis pada kulit yang dibedakan menjadi striae livide (berwarna hitam) dan striae albican (berwarna putih).
b. Pada vagina dan vulva timbul tanda chadwick yaitu warna kebiruan disebabkan oleh hipervaskularisasi karena hormon estrogen
c. Perubahan tungkai
Pada hamil tua sering oedem pada salah satu tungkai yang disebabkan oleh tekanan uterus yang membesar terkadang juga terjadi varises hal ini varises hal ini terjadi karena pengaruh hormon estrogen sehingga vena mengalami hypervaskularisasi
d. Perubahan sikap
Pada wanita hamil uterus membesar karena terisi oleh hasil konsepsi yang tumbuh menjadi janin dan juga karena perenggangan pada perut, maka untuk mengimbangi berat tersebut akan mengalami lordose.
e. Perubahan tulang dan gigi
Persendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligamen melunak (softening) dana terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian.
2. Perubahan yang tidak terlihat
a. Darah
Volume darah bertambah sekitar 30 % sedangkan sel darah bertambah sekitar 20 % curah jantung bertambah sekitar 30 %. Pertambahan sel darah tidak sesuai dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis. Biasanya tekanan darah tidak naik biarpun volume darah bertambah bahkan cenderung turun karena kepekatan darah bertambah bahkan cenderung turun karena kepekatan berkurang elastisitasnya.
b. Alat-alat Kencing
Ginjal bekerja lebih berat karena harus menyaring ampas dari dua orang yaitu ibu dan janin. Pada trimaster kedua kehamilan akan terjadi sering buang air kecil karena uterus lebih antefleksi dan membesar sehingga menekan kandung kemih.
c. Rahim atau Uterus
Akan mengalami hypertrofi atau hyperplasia dari yang semula sebesar jempol dengan berat 30 gram, pada kehamilan cukup bulan akan membesar dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. Berat uterus akan naik menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan)
d. Sistem pernafasan
Ibu hamil mengalami atau mengeluh sesak dan pendek nafas serta pernafasan lebih dalam 20-25 % dari biasanya. Hal ini terjadi karena desakan diafragma yang terdorong oleh rahim yang semakin membesar.
e. Saluran pencernaan
Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat sehingga menyebabkan hipersalivasi, morning siknes, emisis gravidarum. Progesteron menyebabkan gerakan peristaltik semakin berkurang sehingga dapat mengakibatkan Konstipasi.

B. Perubahan Psikologis
Perubahan psikologis pada wanita hamil menurut teori Reva Rubin dibedakan menjadi :
Trimaster I : Ambivalen, takut, fantasi dan khawatir
Trimaster II : Perasaan lebih enak, meningkatnya kebutuhan untuk mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan janin, kadang kelihatan egosentrik dan sel centered
Trimaster III : Berperasaan aneh, sembrono, menjadi lebih introvert, merefleksikan terhadap pengalaman masa lalu.
2.1.4 Pembagian Usia Kehamilan
Usia kehamilan di bagi dalam 3 Trimaster, yaitu :
a. Trimaster I : 0-12 minggu
b. Trimaster II : 13-27 minggu
c. Trimaster III : 28-40 minggu
Tuanya kehamilan diperiksa atau ditentukan berdasarkan :
 Lamanya amenorhoe
 Tingginya fundus uteri (hanya berguna untuk letak kepala)
12 minggu : 3 jari diatas symphisis
16 minggu : ½ symphisis pusat
20 minggu : 3 jari di bawah pusat
24 minggu : setinggi pusat
28 minggu : 3 jari diatas pusat
32 minggu : ½ pusat dengan px
36 minggu : 3 jari dibawah px

Rumus mencari usia kehamilan menurut Mc. Donald

20 cm  5 bulan
23 cm  6 bulan
26 cm  7 bulan
30 cm  8 bulan
33 cm  9 bulan
2.1.5 Pertumbuhan Janin
Perubahan-perubahan dan organogenesis yang terjadi pada berbagai periode kehamilan :
• Umur kehamilan 4 minggu
Panjang fetus 7,5-10 cm, rudimental mata, telinga, dan hidung, kepalanya ½ dari seluruh mudigah.Saluran yang akan menjadi jantung terbentuk dan sudah berdenyut. Dasar-dasar traktus digestivus sudah nampak, permulaan kaki dan tangan berbentuk tonjolan.
• Umur kehamilan 8 minggu
Panjang fetus 2,5 cm, hidung, telinga, jemari, kepala menengkur ke dada. Mukanya sudah jelas berbentuk muka manusia dan sudah mempunyai lengan dan tungkai dengan jari tangan. Alat kelamin sudah nampak, walau belum dapat ditentukan jenisnya.
• Umur kehamilan 12 minggu
Panjang fetus 9 cm. Daun kuping lebih jelas, kelopak mata melekat, leher mulai berbentuk alat kandungan luar berbentuk namun belum terdiferensiasi. Sudah ada pusat-pusat pertulangan, kuku sudah ada, ginjal sudah berbentuk sedikit air seni.
• Umur kehamilan 16 minggu
Panjang fetus 16-18 cm. Genetalia eskterna terbentuk dan dapat dikenal kulit tipis dan warna merah dibubuhi rambut halus (lanugo). Pergerakan anak mungkin sudah dapat dirasakan oleh ibu.
• Umur kehamilan 20 minggu
Panjang fetus 25 cm. Kulit lebih tebal, rambut mulai tambah di kepala bunyi jantung sudah dapat didengarkan
• Umur kehamilan 24 minggu
Panjang fetus 30-32 cm, kedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata, kulit keriput kepala besar. Bila lahir dapat bernafas tetapi hanya bertahan hidup beberapa jam saja.
• Umur kehamilan 28 minggu
Panjang fetus 35 cm, kulit berwarna kemerahan ditutupi verniks kaseosa bila lahir dapat bernafas, menangis pelan dan lemah, bayi imatur.
• Umur kehamilan 32 minggu
Panjang fetus 40-32 cm, kulit merah dan keriput. Bila lahir kelihatan seperti orang tua kecil.
• Umur kehamilan 36 minggu
Panjang fetus 46 cm, muka berseri tidak keriput, bayi prematur.
• Umur kehamilan 40 minggu
Panjang fetus 50-55 cm, bayi cukup bulan, kulit licin, verniks kaseosa banyak, rambut kepala tumbuh baik, pada bayi laki-laki testis sudah turun dalam skrotum, sedangkan pada wanita labia mayora berkembang baik.
2.1.6 Letak Anak
a. Situs
Menentukan letak membujur / melintang
b. Habitus
Menentukan apakah anak fleksi/defleksi
c. Posito
Menentukan letak kepala

d. Praesentatio
Menentukan bagian terendah anak (letak kepala, letak bokong dan sebagainya)
 Letak belakang kepala 95 %, sebab :
- Sesuai dengan sumbu uterus
- Fundus merupakan tempat yang luas sehingga sesuai dengan bokong
- Kepala merupakan bagian yang berat sehingga berada dibawah
- Kepala bayi pas untuk pintu atas panggul
 Letak sungsang 3,5 %
 Letak lintang 0,5 %
 Punggung kiri 2x lebih banyak dari pada punggung kanan
2.1.8 Diagnosis Anak hidup atau Mati
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu petugas untuk mengetahui keadaan janin masih hidup atau sudah mati adalah :
1. Bunyi jantung anak terdengar atau tidak
2. Rahim tidak membesar, fundus uteri turun
3. Palpasi anak kurang jelas
4. Reaksi biologis menjadi negatif
5. Pada gambar rontgen terlihat
- Tanda spalding
- Tulang punggung sangat melengkung
- Adanya gelembung-gelembung gas dalam rahim
6. Ibu tidak merasa lagi pergerakan
2.1.9 Diagnosis anak tunggal atau kembar
Tanda anak kembar antara lain :
1. Perut lebih besar dari usia kehamilan
2. Meraba 3 bagian besar/lebih, bokong/kepala
3. Meraba 2 bagian besar berdampingan
4. Merasa banyak bagian kecil
5. Terdengar DJJ di 2 tempat
6. Pada X photo terlihat 2 kerangka janin
7. VT teraba maserasi
2.1.10 Diagnosis atau Tanda kehamilan Ekstra Uterin
Kehamilan ekstra uterin biasanya tidak sampai aterm, pada bulan I, bulan II dan III terganggu. Tanda-tanda kehamilan ekstra uterin yang lanjut :
1. Bagian anak mudah sekali di palpasi
2. Cortonen lebih jelas
3. Biasanya ada kelainan letak anak
4. Ligamental rotundum tidak berbeda
5. Di samping bayi teraba tumor uterus
6. Oksitosin test negatif disuntik 2 unit pitosin 5 % IV uterus tidak berkontraksi
7. Vaginal toucher uterus pembesaran biasa
8. Bila perlu rontgen foto

2.1.11 Asuhan Antenatal
 Tujuan dari asuhan antenatal pada ibu hamil adalah :
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan dan tumbuh kembang bayi
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi
3. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan / komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat (ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin)
5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif
6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
 Kebijakan-kebijakan
1. Kebijakan program
2. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan minimal 4x selama hamil TM I 1x, TM II 1x, TM III 2x.
Pelayanan / asuhan standar minimal termasuk “7 T”
- Timbang BB
- Ukur tekanan darah
- Ukur tinggi fundus uteri
- Pemeberian imunisasi (tetanus toksoid) TT lengkap
- Pemberian tablet zat besi
- Test terhadap PMS
- Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
3. Kebijakan Teknis
Penatalaksanaan ibu hamil secara teknis / keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
- Mengupayakan kehamilan yang sehat
- Melakukan deteksi dini komplikasi, melaksanakan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan
- Persiapan persalinan yang bersih dan aman
- Perencanaan antispasi dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi

2.1.12 Gangguan yang dialami ibu hamil
 Trimaster I
Data psikologis dan perubahan-perubahan yang perlu dikaji adalah :
- Penerimaan keluarga khususnya psutri terhadap kehamilannya
- Bagaimana perubahan kehidupan sehari-hari
- Bagaimana reaksi keluarga terhadap perubahan tersebut
- Bagaimana cara keluarga memberikan dorongan pada ibu hamil
- Siapa yang bertanggung jawab terhadap perawatan bayi
Hal-hal yang perlu mendapat perhatian pada masa ini adalah :
- Mual muntah
- Pengaruh obat terhadap janin
- Perubahan body image / citra tubuh (khususnya bagi ibu hamil yang masih muda / remaja usia 12-19 tahun)
- Kebutuhan nutrisi

 Trimester II
Pada masa ini ibu hamil dan keluarga memasuki masa transisi yang massa menerima kehamilan kemassa menyiapkan kelahiran dan menerima bayi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah :
- Peningkatan BB dan tekanan darah
- Rasa tidak nyaman
- Aktivitas seksual
 Trimaster III
Pada masa ini perhatian bidan lebih diarahkan pada
- Persiapan untuk kelahiran
- Persiapan menyusui
- Rencana perawatan bayi
- Kemungkinan-kemungkinan yang mungkin timbul
2.1.13 Nasehat-nasehat untuk Ibu Hamil
a. Diet
- Dianjurkan makan 4 sehat 5 sempurna, sebagai pengawasan gizi ibu dan kandungan dapat diukur berdasarkan kenaikan berat badan rata-rata 6,5-16 kg selama hamil. Kenaikan berat badan yang berlebihan atau bila BB ibu turun 5 tahun kehamilan TM II, haruslah menjadi perhatian.

b. Pekerjaan rumah tangga
Pekerjaan masih dapat dilakukan, pekerjaan disesuaikan dengan kemampuan dan kurangi pekerjaan dengan seiring tuanya kehamilan.
c. Hubungan seksual
Coitus tidak dihalangi, kecuali jika ada sejarah :
- Sering abortus atau prematur
- Perdarahan pervaginam
- Pada minggu terakhir coitus harus hati-hati
- Bila ketuban sudah pecah coitus dilarang
- Dikaitkan bahwa pada hamil tua coitus dapat menyebabkan kontraksi uterus.
d. Gerak Badan
Gerak badan yang melelahkan dilarang, dianjurkan berjalan-jalan di pagi hari dalam udara yang masih segar.
e. Pakaian Hamil
- Gunakan pakaian yang longgar terbuat dari kain katun sehingga mempunyai kemampuan menyerap keringat terutama pakaian dalam
- Bra dianjurkan yang longgar dan mempunyai kemampuan menyangga payudara yang makin berkembang
- Memakai sepatu / sandal yang tumit yang tidak terlalu tinggi
f. Pemberian Obat
Pengobatan penyakit saat hamil harus selalu diperhatikan apakah obat tersebut tidak berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin.

Nursing Care Plan


Tanggal Pengkajian : 06 Oktober 2005 Jam : 07.00 WIB
3.1 Pengkajian
A. Data Subyektif
1. Biodata


2. Keluhan utama
Pasien mengatakan hamil 6 bulan dan ingin memeriksakan kehamilannya.
3. Riwayat kesehatan sekarang


4. Riwayat kesehatan yang lalu


5. Riwayat kesehatan keluarga


6. Riwayat kebidanan
a. Riwayat menstruasi
b. Riwayat kehamilan sekarang
HPHT :
HPL :
UK :
c. Riwayat kehamilan, persalinan yang lalu

d. Riwayat KB
7. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Nutrisi
b. Istirahat
c. Aktivitas
d. Aliminasi
e. Seksual
f. Personal hygiene
8. Keadaan psikososial
9. Latar belakang sosial budaya
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum :
Kesadaran : composmentis
Tinggi badan :
BB sebelum hamil :
BB saat hamil :
Kenaikan berat badan :
Lila :
2. Tanda-tanda vital : T :
N :
S :
RR :
3. Pemeriksaan fisik
a.
3.2 Identifikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan
Diagnosa :

3.5 Intervensi
Diagnosa : Ny. ”A” GIIP10001 umur kehamilan 24 minggu, hidup, tunggal, intrauterin, letak kepala, jalan lahir normal, keadaan umum ibu baik.
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 15 menit, diharapkan ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh petugas.
Kriteria hasil : - pasien dapat mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh petugas.
- pasien dapat mengulang penjelasan yang diberikan oleh petugas.

Intervensi :
1. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien
R / Dengan penjelasan diharapkan pasien dapat mengerti tentang keadaannya saat ini.
2. Anjurkan pasien untuk makan makanan dengan gizi seimbang dalam sehari, misalnya : beras 2 gelas, daging 3 x kotak korek api tebal, tempe 4 x kotak korek api tebal, sayur padat 3 gelas/daun 6 gelas, buah (pepaya) 8 x kotak korek api tebal, susu ½ gelas.
R / Ukuran tersebut diatas merupakan kebutuhan wanita hamil selama trimester II dan III. Gizi yang seimbang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan janin, pemeliharaan dan kesehatan ibu, persediaan untuk masa laktasi baik untuk janin maupun untuk ibu.
3. Beri tablet Fe, anjurkan pasien untuk minum tablet Fe / zat besi setiap hari, dan ajarkan cara minumnya, tidak boleh diminum dengan teh, sebaiknya diminum malam hari dan setelah makan.
R / - Zat besi diperlukan untuk pembentukan darah, pada saat hamil keperluan zat besi sangat meningkat untuk pembentukan darah janin dan persediaan bagi bayi untuk masa laktasi  6 bulan sesudah dilahirkan, persediaan ini diperlukan karena air susu ibu tidak mengandung garam besi. Kebutuhan zat besi sehari pada wanita hamil  17 gram.
- Fe tidak diminum dengan teh karena teh dapat mengganggu / menghambat penyerapan Fe.
- Diminum malam hari setelah makan, karena Fe dapat meningkatkan asam lambung dan meningkatkan peristaltik lambung sehingga dapat menyebabkan rasa mual.
4. Beri tablet kalk, anjurkan pasien untuk minum tablet kalk setiap hari
R / Karena kalsium sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang janin, kebutuhan kalsium sehari-hari saat hamil 1 gram.
5. Anjurkan pasien untuk beristirahat cukup dan mengurangi aktivitas yang berat
R / Dengan istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas yang berat diharapkan keadaan umum ibu dapat selalu dalam keadaan baik sehingga ibu tidak rentan terkena penyakit.

6. Anjurkan pasien untuk selalu menjaga personal hygiene
R / Dengan personal hygiene mencegah masuknya kuman-kuman patogen penyebab infeksi.
7. Jelaskan tentang tanda bahaya kehamilan pada trimester II
R / Agar pasien dapat mengerti dan segera meminta bantuan pada tenaga kesehatan apabila tanda bahaya tersebut terjadi pada dirinya.
8. Anjurkan ibu untuk mengikuti senam hamil
R / Karena senam hamil pada usia kehamilan 24 minggu bertujuan untuk pembentukan sikap tubuh, latihan kontraksi dan relaksasi, latihan pernafasan untuk mengatasi nyeri kala I.
9. Anjurkan ibu untuk kontrol ulang
R / Dengan pemeriksaan secara rutin diharapkan dapat diketahui pertumbuhan dan perkembangan janin serta mendeteksi terhadap kelainan yang ada.



DAFTAR PUSTAKA


Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002, Yayasan BPSD. Jakarta.

Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. Edisi 2. EGE.Jakarta.

Manuaba, Gde, Ida, Bagus, 1999. Operasi Kebidanan Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Bidan. EGC. Jakarta.

Wiknjosastro, DSOG, Prof. dr. Hanifa, 1996. Ilmu Kebidanan, Yayasan BPSD. Jakarta.

Insentif Penulisan Artikel di Media Cetak bagi Dosen, Pegawai, dan Mahasiswa Unpad

Unpad memberikan insentif bagi dosen, pegawai, dan mahasiswa Unpad yang tulisannya dimuat di media cetak.
Persyaratan:
Karya tulis berupa artikel, dimuat di media cetak koran / suratkabar nasional (Kompas, Republika, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Seputar Indonesia, Suara Pembaruan, The Jakarta Post) dan regional Jawa Barat (Pikiran Rakyat). Selain media cetak tersebut, belum mendapat insentif.
Artikel berbentuk opini atau feature
Bobot tulisan bersifat positif
Minimal tulisan 500 kata
Sangat diutamakan bersifat ilmiah sesuai bidang keilmuan
Insentif diberikan bagi penulis yang karyanya dimuat sejak tanggal 24 April 2008
Menuliskan nama asal lembaga (fakultas / jurusan) Unpad, setelah penulisan nama yang bersangkutan di akhir artikel, dan tercantum pada artikel yang dimuat
Maksimal 2 tulisan per bulan
Cara Pencairan Insentif:
Melampirkan hasil tulisan yang telah dimuat di media cetak / surat kabar 2 rangkap
Setiap artikel yang diajukan dilengkapi masing-masing 2 (dua rangkap): fotokopi KTP / Karpeg bagi dosen dan pegawai, fotokopi KTM bagi mahasiswa
Mengisi formulir isian yang disediakan di Humas Unpad
Bersedia menyerahkan softcopy artikel untuk dimuat di website Unpad
Mencantumkan NPWP
Konfirmasi penyerahan insentif akan diinformasikan kemudian melalui SMS / telepon. Pengambilan insentif langsung oleh yang bersangkutan / tidak bisa diwakilkan
Untuk info lebih lanjut, Humas Unpad:
Telepon (022) 84288811, email humas@unpad.ac.id
facebook.com/unpad
twitter.com/unpad