Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2012

Pilihan dan Proses

Ketika kita dilahirkan menjadi seorang manusia kita tidak bisa memilih melalui sperma siapa kita akan berbenih dan di dalam rahim siapa kita akan dikandung. Bukan kita pula yang memproses kejadian pembuahan tersebut, perubahannya dari semenjak janin menjadi bayi. Dan juga pilihan dan proses yang dialami oleh si bayi merah, menjadi batita, lalu balita. Siapa yang memilih? Siapa yang memproses? Siapa aku? *oke ini lebay.

Well, hari ini Presiden Mahasiswa Terpilih, Kang Wildan, mengirim SMS ke nomor saya, menelepon ke ponsel adik saya. Sumpah, saya jadi berasa jadi buron dan saya memang terbiasa menjadi buron kampus.

Kang Wildan membicarakan tentang ... you know what, apa yang akan dibicarakan seorang Presma baru kepada seorang eks-BEM yang pernah mendapat penghargaan BEM of the Month (oh yeah *hwek)kalau bukan masalah ....

Saya mau minta tolong untuk bantu saya di Kabinet ini.

Sedih lah. Kayak orang lagi ditembak, bukan ditembak buat jadi kekasih pujaan hati, tapi ditodong pistol bener…

Blog Walking Kali Ini

Blog yang kali ini mendapat kehormatan buat aku jamah adalah blog milik Teguh Rizki Fernanda di http://prayfordobby.blogspot.com. Saya menemukannya dengan sangat amat tidak sengaja. Oke, kebetulan yang sudah direncanaka Tuhan, I know.

Setelah menelaah, acieh bahasana, isi-isi blog Teguh tiba-tiba saya berfikir untuk menjadikan dia salah satu kritikus novel Bintang Timur dan Sihir Hujan. Nggak tahu juga kenapa kepikiran hal itu, padahal kritikan dia itu sengak abis. Well, itu aja sih yang mau aku tulis hari ini. Lagi tanggung soalnya, ini novel nggak kelar-kelar. Rasanya pengen meledak.

Tulisan 'Sarah El Zohrah' yang Berserakan

Dulu saya pakai nama pena Sarah El Zohrah sampai saya lebih dikenal dengan nama itu daripada Sarah Nurul Khotimah. Kini saya sudah memakai nama Sarah Nurul Khotimah di semua akun jejaring sosial. Terakhir, ketika tulisan saya dipublikasikan oleh majalah Blitz edisi November, saya pakai nama Sarah Nurul Khotimah.

Sudah setahun ini saya macet menulis. Banyak yang harus dipikirkan, kuliah, keluarga, dan organisasi. Saya mundur di salah satunya, yaitu organisasi. Pokoknya di tahun 2013 tidak ada lagi yang namanya Sarah Nurul Khotimah si aktivis yang doyan nongkrong di Sekre. No, no, no.

Saya sedang mencari independensi diri. Lagaknyaaa. Dan independensi diri ini saya temuka di dunia menulis. Yaa, saya belum menjadi penulis profesional tapi sudah nyampah banyak tulisan ketika tahun 2010. Di tahun 2011 dan 2012 saya berhenti menulis karena fokus di organisasi. Jadi, kalau ada yang beranggapan saya berhenti berorganisasi karena ingin menulis. Yap, itu benar.

Saya tiba-tiba kangen dengan nam…