Skip to main content

Mengenai Delegasi ke Thailand

Ketika bangun tidur tiba-tiba terbayang Thailand. Satu-satunya referensi saya tentang Thailand adalah ketika membaca buku Supernova; Akar. Dimana Bodhi berkeliaran di Thailand sebagai seorang backpacker dan ahli tato. Sekarang saya tiba-tiba memikirkan Thailand, sepertinya gara-gara pengumuman di grup fesbuk Keluarga Signifikan.

Bismillaah..
Ada undangan spesial nih temen2, jauh dari Negeri Gajah Putih: THAILAND!!!
"International Conference of ASEAN young Leaders 2012"

Ada kuota 2 orang peserta delegasi untuk STAF kementerian atau biro apapun, GRATIS!!!!!

Weits ada syaratnya! Berdasarkan kebijakan Presiden Muhammad Tanri Arrizasyifaa, syarat yang harus dipenuhi peserta delegasi dari BEM Kema Unpad adalah sebagai berikut:
a. MEMILIKI PASPOR (yang belum punya dan tertarik ikut silahkan buat, masih ada waktu untuk bikin paspor, kurang lebih jalur normal bikin paspor 2 minggu :D )
b. Silahkan MEMBUAT PAPER mengenai salah satu isu dibawah ini (isu-isu ini adalah topik yg diangkat dalam konferensi tersebut, pilihlah isu 1, isu 2 atau isu 3):

tema umum: students roles toward ASEAN community 2015
1. ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC)
Issues: Human’s Right and Democracy
2. ASEAN Education
Issues; Education Standard level of ASEAN
3. ASEAN Economic Community (AEC)
Issues; The impact of ASEAN Economic Community for SME.

Ketentuan paper:
- Harus memilih salah satu isu diatas
- Jabarkan kondisi atau permasalahan yang terjadi terkait isu tersebut pada negara-negara di ASEAN, bagaimana peran kita sebagai mahasiswa menanggapi isu tersebut, dan solusi yang ditawarkan
- Paper dibuat dalam bahasa Inggris
- Maksimal 750 kata
- Kumpulkan maksimal tanggal Senin, 16 Juni 2012 pukul 23.59 via email ke setkab.bemunpad@gmail.com

Ada yang pingin ikut tapi males bikin paper??
Boleh, .dibuka pendaftaran peserta non delegasi, syaratnya:
a. Memiliki paspor
b. Siap menanggung biaya transportasi tiket pesawat Jakarta-Thailand (PP): Rp 2.500.000,00
Kata Pak Pres, biaya konferensi gratis, jadi kalo mau ikut tinggal bayar tiket pesawat :)
Suka galau ga jelas kalau ada pengumuman kayak gini. Saya memang ga berjiwa kompetitif banget, paling ga suka kalau udah ada yang namanya seleksi. Ga PD. Apalagi saingan temen-temen yang udah ngirim esai dipublish di grup, makin menciutlah nyali saya.

Jika untuk berdiskusi, saya ayo2 aja, tapi kalau urusannya sudah setinggi ini saya ga mau bikin malu BEM dengan mendelegasikan saya. Memangnya siapa yang mau mendelegasikan saya? Yaa, itulah kenapa saya masih ragu untuk membuat esai, karena saya sendiri saja ga percaya kalau saya pantas didelegasikan.

Ya udah sih ya, udah banyak hal-hal yang saya cancel di tahun ini seperti pendaftaran FIM, pendaftaran SOL, dll, hanya karena saya berfikir saya ga terlalu pantas. Beberapa saya cancel karena memang saya ga fight untuk menuju kesana. Mengenai delegasi ke Thailand ini pun, saya hanya akan mencoba membuat esainya dengan bahasa inggris saya yang pasifis abis. Ya, setidaknya saya mencoba.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…