Search This Blog

Original Soundtrack Perahu Kertas

Yang Berlayar Lebaran

11 menit - 11 minutes

Waktu

Mengenai Delegasi ke Thailand

MTGW 080712; Mengatasi Stres


<1 --more--="--more--">#kenapa stres?
karena kita menginginkan sebuah hasil tapi tidak bisa berhasil
Jangan membandingkan diri kita dengan orang yang berhasil. Bandingkan proses, bukan bandingkan hasil. Iri dengan hasil namanya stres, iri dengan proses namanya pelajaran.

Stres timbul bukan karena beratnya beban, tapi salah dalam cara memikul beban.

Kita stres karena kita tahu bahwa ketika menginginkan hal yang besar kita perlu memantaskan diri kita lebih keras lagi.

#stres memilih
Mana yang lebih baik, stres ketika memilih atau stres ketika mengerjakan? Keberhasilan bukan ada dalam perencanaan.

Polling
Setiap kali Anda pergi ke tempat kerja dan Anda stress apa yang Anda lakukan?

a. Mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain
Hidup ini bukan bakat-bakatan tapi membakati apa yang Anda hadapi.

b. Bekerja lebih keras
Ketika kita bekerja setengah keras, tantangan akan dua lebih keras. Tapi ketika kita bekerja dua kali lebih keras, tatangan akan melunak.

c. Bersabar sampai keadaan membaik
Sabar yang sesungguhnya adalah sibuk ketika menunggu, bukan no action. Karena orang sibuk tidak sempat bersabar.

#kekuatan mental
Jangan berharap mental yang tidak terlatih bisa membuat kita kaya. Tidak bisa kita berlari kencang jika hati kita lambat. So, yuk, kita bangun jiwa yang kuat.

#pengalaman
Hidup ini tidak cukup untuk memberikan kita banyak kegagalan untuk dipelajari. Maka pelajari kegagalan atau kesalahan orang lain untuk kita pelajari. Jadilah orang yang bisa memanfaatkan pengalaman orang lain untuk kita jadika pelajaran.

#khawatir
Khawatir adalah penggunaan mental dengan sia-sa. Jadi, jangan khawatir, hadapilah.

Hidup ini bukan mewahnya kendaraan tapi indahya pengendalian.

#doa
Doa adalah penyelesai stres terbaik. Jangan pernah meminta Tuhan menghilangkan beban, tapi mintalah untuk menguatkan kita menghadapi beban.

Hukumnya adalah Tuhan tidak memberi beban yang tidak bisa dihadapi hamba-Nya. Lalu kenapa masih stres Karena masih banyak orang beriman yang tidak percaya dengan hukum tersebut.

Kawan dari Pangandaran

Rel Kereta Api

<!-more-->1 Inbox Facebook

Aku selalu ingat ketika seorang perempuan berteriak disaat kereta itu melaju di hadapannya.
Aku hanya bisa melihatnya tanpa bisa mendengar apa yang ia teriakan.
Mungkin dengan begitu bisa mengurangi sedikit beban dalam pikirannya di saat ia berteriak lepas.


Lupakan.
Modus Balas Cepat: tekan Enter untuk mengirim

Hening ...

| Ingatan | Cermin | Sahabat | Cinta |

Ada sesuatu yang menarikku kembali. Ingatan.
Ada kepingan yang menunjukannya. Cermin.
Ada yang membuatku berani meraihnya. Sahabat.
Ada yang tengah aku pahami. Cinta.


Saya dan Persatuan Islam
Saya terlahir di keturunan NU, katanya. Hanya saja setelah ayah saya meninggal saya dibesarkan oleh keluarga Persis. Itulah jalan saya mengenal ormas Persatuan Islam.

Saya dan PPI 99 Rancabango
Berawal dari beberapa minggu yang lalu di pertengahan Juni. Saya pergi ke PHI (Pekan Haflah Imtihan) PPI 99 Rancabango. Disana ada sepupu saya, namanya Fikri, kelas 3 Muallimin. Faiq dan Alfida di tajhiziyyah. Lalu Dina yang sudah saya anggap adik saya sendiri.

Saya pernah sekolah di PPI 99 rancabango selama 3 minggu. Hanya 3 minggu, mungkin kurang sedikit. Meski sebentar tapi berkesan. Orang-orangnya, kegiatannya, dan suasananya. Saya masuk angkatan 16 di PPI 99, karena hanya sekolah disana selama 3 minggu, saya hanya kenal dengan santri UG (Ummahatul Ghad) alias perempuan, dan tidak mengenal satu pun santri RG (Rijaalul Ghad) alias laki-laki.

Tiga tahun kemudian saya bertemu dengan teman-teman angkatan 17 ketika mereka mengikuti P2RSR (Program Pengabdian Ramadhan Santri Rancabango) atau lebih dikenal dengan pra PLKJ (Program Lapangan Kerja Jam'iyyah). Dan ada sistem yang sulit (atau lebih tepatnya saya malas) untuk dijelaskan, tentang sekolah saya. Intinya sekolah saya molor satu tahun karena mengikuti kelas tajhiziyyah. Jadi saya lulus SMA bareng dengan angkatan 17 di PPI 99. Dan di angkatan 17 itu saya hanya dekat dengan santri RG. Entah kenapa bisa seperti itu.

Saya dan Brankas (Barudak Angkatan Tujuh Belas)
Ketika saya datang di PHI 99 Rancabango yang saya tulis dengan judul Rancabango Kambek, orang yang paling saya kenal adalah Fajar dan Hilman. Bukan siapa-siapa, mereka berdua hanya teman dekat saya. Teman berbagi kegilaan. Tapi sekarang saya sudah waras jadi saya sudah lama tidak berkomunikasi dengan mereka.

Akhirnya di PHI PPI 99 saya benar-benar bertemu dengan Hilman. Agak dramatis memang saat itu. Terjadi kabur-kaburan, umpet-umpetan, tapi tetep aja ketemu. Ketika itu tiba-tiba ingatan saya kembali pada tahun 2009. Dimana saya yang tidak pernah berhubungan dengan santri-santri di PPI 99 tiba-tiba dipertemukan dengan santri PPI 99 angkatan 17. Bagaimana itu semua menjadi bagian dari cerita hidup saya di tengah kejenuhan saya bertemu dengan orang-orang di sekolah yang bukan saya banget. Orang-orang di angkatan 17 menjadi bagian dari apa yang terjadi dalam hidup saya. Alasannya simple, karena mereka dari Persis. So something.

Saya bukan hanya bertemu dengan Hilman. Tapi juga Kahfi, Anjar, Fahmi, Restu, Nisa, dan beberapa orang lain yang menempati ingatan saya. Dan bukan hanya penghuni PPI 99 Rancabango, tapi saya juga bertemu dengan Nabil, adik laki-laki sahabat saya, Salma. Lalu ibu dari Siti Halimah, teman sekelas saya di Cibegol. Dan Bu Yeyet, ibunya Yassir. Sesuatu menyeruak. Sebuah ingatan.

Saya dan Cibegol
Tiba-tiba ingatan itu bukan hanya kembali ke waktu tahun 2009, tapi tahun-tahun sebelumnya ketika saya masih di PPI 34 Cibegol. Itu adalah saat dimana saya mulai dililit oleh cangkang menjadi sebuah kepompong. Kesakitan, terkena terik matahari, diguyur hujan. Terkekang. Tapi begitulah adanya. Saya bertumbuh. Dan setidak suka apapun saya dengan sekolah itu, tetap saja, disanalah saya bertumbuh. Disanalah saya menjadi... Menjadi apapun itu.

Akhirnya saya memutuskan akan menghadiri haflah imtihan di Cibegol. Saya harus kesana. Bukan hanya untuk main-main. Saya hanya ingin mengembalikan ingatan saya, tentang perjuangan, kesakitan, bertumbuh, dan arah tujuan hidup saya. Semuanya berawal sejak saya disimpan di Cibegol. Saya ingin merunut segalanya menjadi sebuah kesatuan.

Akhirnya hari tadi, 7 Juli 2012, saya bertekad untuk datang ke Cibegol.

Di tengah perjalanan, saya bertemu dengan 3 orang santri Cibegol. Dan sungguh, saya minta maaf karena tidak mengenal mereka tapi mereka mengenal saya karena salah seorang dari mereka menyapa saya, "Teh Sarah? Ini Teh Sarah yang angkatan 11 kan? Teh Sarah A Yassir?"

Saya mengangguk untuk dua pertanyaan di awal, sementara untuk pertanyaan ketiga, saya mengerang. Seingat itukah mereka dengan sesuatu tentang "Sarah-Yassir".

Saya dan Yassir
Dia adalah teman sekelas saya. Agak lucu memang selama 5 tahun saya tinggal di pesantren (saya disana sejak tahiziyyah dan kelas 2 muallimin saya keluar), maka selama 5 tahun juga sesuatu tentang "Sarah-Yassir" terus melekat di lingkungan Cibegol. Mungkin jika salah satu dari kami, misalnya saya, menikah dan mengadakan resepsi, maka kehadiran Yassir akan menjadi perhatian orang-orang di Cibegol. Begitu juga sebaliknya.

Masih terasa lucu juga, karena sejak usia 13 tahun sampai sekarang saya berumur 20 tahun, jika berbicara tentang jodoh, maka ingatan saya selalu ingin memunculkan nama Yassir. Oke, lupakan, saya sedang tidak ingin membicarakan hal yang menyerempet kesana. Kabar yang saya dapat, Yassir sudah punya istri dan anak. Kabarnya sih begitu.

Selain sosok Yassir yang mengikuti keberadaan saya di Cibegol, ada satu hal lagi yang sarah banget, jika ada orang Cibegol yang bertemu saya mereka akan spontan bertanya, "Mana Salma?" atau "Tadi saya lihat Salma disana." Dan basa-basi seperti "Udah ketemu Salma?"

Saya dan Salma

Awet. Seperti virus mengenai Sarah-Yassir, Sarah-Salma juga menjadi suatu ikon yang terekam dalam ingatan orang Cibegol. Persahabatan yang tidak disengaja. Simple, hanya karena kami satu bangku. Kenapa bisa satu bangku? Karena kami sama-sama tidak memiliki teman yang bisa diajak sebangku. Tapi persahabatan ini awet. Ini takdir, perjalanan dari Tuhan, sejak saya berumur 13 tahun, sampai sekarang berumur 20. Tak tergantikan.

Banyak santri yang bersahabat di asrama, tapi biasanya persahabatan mereka semusim atau bisa dibilang ganti-ganti pasangan. Atau tidak bersahabat dari awal. Atau bersahabat dari awal tapi tidak sampai akhir. Mungkin saya dan Salma sama-sama tidak merasa nyaman jika harus meninggalkan satu sama lain. Mungkin itu juga yang terjadi antara saya dan Yassir. Entahlah, saya tidak ingin menerkanya.

Jika boleh dikatakan, saya dan Salma bukan hanya seorang sahabat. Bisa dibayangkan, umur 13 tahun tinggal di asrama dengan segala problematikanya. Kita masih polos, oon, dan emosinya belum stabil. Segala hal sudah dilalui, hal yang tidak bisa diulangi lagi, karena kami tidak mungkin kembali ke umur 13 tahun. Umur itu sudah kita lalui bersama-sama. Jadi, tidak berlebihan jika saya mengatakan posisinya lebih tinggi dari keluarga saya sendiri.

Hari ini saya dapat kabar dia hamil, umur kandungannya sudah 6 minggu. Oia, ini ada tulisan saat Salma hendak menikah, tulisan berjudul Tiga Hari Menuju The Wedding.

Saya dan Angkatan 11
Saya termasuk angkatan 11 di PPI 34, saya kasih nama angkatan ini Selasar (Sebelas Army). Agak memaksa emang, biarin lah ya. Saya pernah jadi Ketua 2 di angkatan ini, ketika itu Ketua Umumnya adalah Hanafi, Ketua 1 adalah Ganjar. Agak mengagetkan karena ketika itu yang menjadi saingan saya dalam pemilihan Ketua 2 adalah Esa. Mengagetkan karena kita juga bersaing dalam satu hal, dalam ... ya, lupakan.

Di angkatan ini juga saya pernah disebut 'gegedug UG angkatan 11' oleh santri RG. Pikir aja sendiri kenapa tiba-tiba saya dipanggil seperti itu.

Dan yang lainnya, yang tidak kalah terkenal, adalah panggilan 'Nyonya Besar'. Ada dua kemungkinan saya dipanggil 'Nyonya Besar' oleh khususnya, RG angkatan 11, yaitu karena Yassir yang kadang disebut 'Bos Besar' atau karena memang sikap saya yang mencirikan 'Nyonya Besar'.

Di haflah imtihan tadi saya bertemu beberapa teman angkatan 11, ada Ardi (udah jadi pak ustadz), Andri 'Kumis', Dede Yusuf, Neng Wilda, Furkon (saya hutang ke dia tapi dia malah nraktir saya), Fajar UPI, Dio (udah kaya Yesus dandanannya), Gini, Novi (bawa anak), Asmi (bawa anak), Lina (jualan di bazaar), dan entah siapa lagi, lupa.

Lebih dari apapun saya selalu merindukan angkatan ini. Karena saya sudah melewati semuanya dengan mereka. Maaf, maaf, dan maaf, untuk kalian yang pernah terzholimi oleh saya, hiks. Saya tahu seharusnya saya mengatakan hal ini kepada Hanafi sejak dulu. Dan juga seorang Ustadz yang pernah melempar botol mineral ke saya. Masa-masa suram itu. Prang!

Saya dan Asatid Cibegol
Dibandingkan dengan asatid di Rancabango, saya memang lebih dekat dengan asatidz di Cibegol. Deket banget. Bahkan ada beberapa ustadz yang punya cerita tersendiri dengan saya. Uhuy. Cerita ga bagus sebenernya :p.

Tadi saya bertemu dengan Ustadz Hamdan. Seorang ustadz yang awalnya sangat saya segani, tapi suatu hari dia pernah memanggil saya dan menanyakan sesuatu yang aneh. "Ada sesuatu yang salah? Sarah terlihat tidak suka kalau melihat Ustadz."

Dari situlah awalnya saya menjadi salah satu santri yang "anak pak hamdan" kalau kata orang-orang, berawal dari kesalahpahaman dari cara saya menatap seseorang. Tatapan saya memang menyebalkan, kadang seperti merendahkan, kadang seperti membenci, ya menyebalkan lah pokoknya. Dan ternyata begitu juga saya menatap asatidz. Well, dari kesalahpahaman itu kita jadi dekat sampai teman-teman saya khawatir saya akan dijadikan istri keduanya. Hah, yang benar saja.

Ketika bertemu dengan Ustadz Hamdan di Cibegol, saya tahu dia menilai cara berpakaian saya, untungnya hari itu pakaian saya nyantri banget. Yang kedua dia akan mengomentari kenapa saya tidak bertambah gendut dan omelan lama betapa seorang wanita harus punya kesehatan yang prima. Lalu obrolan menyindir tentang 'ayo nikah kapan' lewat obrolan ke Salma agar saya tergiur untuk mengikuti jejaknya menikah. Hoh. Tapi hari itu saya sedang enggan mengobrol panjang dengan Ustadz Hamdan, yang ada saya malah mengobrol dengan Ustadz Opik, saya memanggilnya A Opik.

Saya juga termasuk adik kesayangan A Opik. Awalnya dia menyayangi Fajri, banget, karena dia sepupu saya, jadilah saya juga dijadikan adik kesayangannya. Ketika saya sampai di Cibegol, dia terlihat bolak-balik di sekitar saya, kadang berdiri lama. Nanaonanan pisan kitu lah, caper. Akhirnya saya ingat, Caper adalah kebiasaan penghuni Cibegol. Begitulah cara kita berkomunikasi. Akhirnya, saya yang sudah teracuni kebiasaan sekuler di Unpad, memanggil A Opik keras-keras dan dia datang juga dengan so' kaget. "Eeeeh, Sarah. Sombong ya sekarang." Zzzz, saya yang nyapa duluan tapi saya yang disebut sombong.

Kami pun mengobrol, lebih banyak mengenai aktivitas saya, organisasi apa yang saya ikuti, dan helo apa kabar dengan Pemudi Persis dan Himi Persis yang saya ikuti. Agak menenangkan karena tidak ada sedikit pun obrolan mengenai, 'kok belum bawa calon'.

Selain kedua ustadz yang paling dekat dengan saya itu, saya juga bertemu dengan Ustadz Utsman (pasti), Ustadz Lukman, Ustadz Asep, Abah (yang saya lupa namanya, maaf), Ustadz Iyan, Ustadz Yanis (istrinya adalah teman sekelas saya), Ustadzah Hani, Ustadzah Ai (akhirnya saya ingat namanya setelah lupa ketika menulis The Kingdom of Pesantren), Ustadzah Khotmi, Ustadzah Farah, Ustadzah Ela, dan yang lain yang mungkin tidak saya sebutkan. Maaf, yaw.

Saya dan Angkatan 14
Selama di Cibegol, saya bukan orang yang ramah, kepada kakak angkatan ataupun adik angkatan. Itulah yang membuat saya tidak punya kakak angkat. Watir. Tapi ajaibnya, separuh dari angkatan 14 sangat baik sama saya. Kemungkinan besar karena di angkatan 14 ada Adi Fadli, dia adalah adiknya Yassir. Ga ada hubungannya sama saya emang, tapi saya emang kenal sama Adi. Saya akui saya yang so' kenal.

Yang paling dekat dengan saya adalah Imel, karena dia masih sepupu dari sahabat saya, Dhya. Yang mengagetkan juga, setelah saya keluar, Imel menjadikan Esa sebagai pengganti saya. Huah, betapa saya dan Esa selalu berada di posisi yang saling menyingkirkan -.-, lupakan. Selain Imel, saya juga dekat dengan Khalida, fansnya Adi, Siti Nurhasanah yang saya panggil Siti Solider, dan masih banyak yang lainnya tapi tiga ini yang paling dekat dengan saya.

Saya baru benar-benar menyadari bahwa saya berarti bagi mereka adalah ketika saya hendak keluar dari pesantren dan saya berbicara di depan seluruh penghuni asrama UG. Ketika itu ba'da maghrib di mushola, saya mengatakan niat saya keluar, meminta maaf, dan mengatakan hal-hal seperti betapa saya bersyukur pernah mengenal kalian, dan tiba-tiba mereka menangis. Terutama angkatan 14 dan angkatan 11. Saya baru sadar bahwa adik-adik di angkatan 14 sudah menganggap saya kakak favorit mereka. Maaf, ya, adik-adikku sayang.

Tahun ini adalah tahun terakhir angkatan 14 di Cibegol. Suasananya agak mengharukan, ada instrumen pianonya River Flow In You, saya yakin itu suara pianonya Sungha Jung. So' tahu haha. Tifan Taesyukan-nya juga keren, lebih dramatis dan teatrikal dari tifan taesyukan Rancabango. Peace...

Ini River Flow In You yang dimainin Sungha Jung pake piano. Keren kan.


Di bagian kabaret, mereka lebih sering memutar lagu Sorry Sorry milik Super Junior, apa coba, itu kan lagu tahun 2006. Ada juga lagu Mr. Simple tapi tetep jadul buat saya karena sudah ada album terbaru Super Junior berjudul Sexy, Free & Single. Yang lebih ga aptudet tentu saja adanya lagu Michael Jackson dan themesong Mission Impossible. Tapi tetep keren lah sama kabaretnya.

Dan ketika lagu persembahan dari angkatan 14 itu saya mulai terbawa suasana. Masa mereka nyanyiin lagunya Peterpan yang 'semua tentang kita'. Itu kan lagu zaman kita abege. Sumpah, itu bikin saya merinding abis. Selain lagu Peterpan yang zaman kita itu, mereka juga menyanyikan lagu edcoustic yang berjudul Sebiru Hari Ini. Ketika lagu ini dinyanyikan oleh angkatan 14, saya baru menyadari ada seseorang yang membuat pandangan saya terfokus. Gelagatnya, cara dia tertawa dan meledek. Mengingatkan saya pada seseorang yang gelagatnya sering saya perhatikan bertahun-tahun. Itu orang kelakuannya mirip si Yassir, dan ternyata dia Adi Fadli.

Beruntung sebelum saya pulang saya sempat mengobrol sebentar dengan Adi. Dia masih ingat saya, bahkan dia sendiri excited dengan mengatakan, "Teteh ternyata masih ingat ya sama saya."
"Iya lah, waktu di Rancabango juga saya sempet ngobrol sama Ibu."
"Ibu siapa?"
"Ibu kamu lah."
"Teteh masih ingat sama ibu saya?"

Dasar Adi. Bagaimana mungkin saya melupakan kalian. Bagaimana bisa saya melupakan bagian-bagian kisah saya, tentang Persatuan Islam, Rancabango, Brankas, Yassir, Salma, Angkatan 11, Angkatan 14, Asatidz Cibegol, dan semua-muanyaaaa.

Terakhir, saya pergi ke kamar mandi sebelum pulang. Ruang teramat kecil yang sering saya jadikan tempat sembunyi. Karena asrama kami yang benar-benar ploooong satu ruangan untuk beberapa angkatan. Tidak ada sekat, tidak ada privasi. Satu-satunya tempat yang bisa dijadikan tempat privasi adalah kamar mandi. Disanalah saya sering bersembunyi, salah satunya ketika saya menangis karena ada masalah dengan Salma. Bayangkan, saya mengurung diri di kamar mandi karena tidak ingin ada orang lain yang tahu saya nangis. Sementara di depan kamar mandi tempat saya menangis, ada Salma, yang tahu kalau saya sedang bersembunyi di kamar mandi untuk menangis. So sweet nya hahaha. Itu benar-benar pernah terjadi.

Sebelum pulang, saya menghampiri setiap kamar mandi. Mengeceknya satu-satu. Seperti memutar lagi kenangan, saat kita berteriak-teriak, lalu tiba-tiba ada suara RG yang balas berteriak. Saat kita kehabisan ember untuk mengambil air dan satu-satunya cara adalah meminjam ember ke RG. Saat dijaili Dini di kamar mandi. Malam-malam mencuci baju karena tidak ada lagi waktu. Piket membersihkan kamar mandi setiap Jumat pagi. Hanya dari kamar mandi saja semua ingatan sudah tercermin.

Ingatan yang mencerminkan perjalanan penuh cerita ini. Cermin yang mengingatkan saya pada setiap langkah yang membuat saya bertumbuh. Banyak kata. Banyak rasa. Kata-kata yang menjadi perasaan. Berbagai rasa yang menjadi kata-kata indah. Saya senang bertemu kalian, mengenal kalian. Dan semua kata, semua rasa. Janganlah berganti...

Foto jadul saya ketika umur 15, kalau ga salah.

"Angsa dan Serigala" Keluar Kandang

Kembali ke berbulan-bulan lalu di akhir tahun 2011. Ketika BEM Kema Unpad mengadakan Buper (Bumi Pagelaran) Unpad 2011. Banyak bintang tamu yang tampil, yang paling banyak penontonnya adalah saat Saman Geologi yang menyebut diri mereka Gigolos itu tampil. Saya suka saman ini, lucu aja, tapi bukan cuma Gigolos yang saya sukai tampilannya, saya juga suka Karinding Merinding (apa Karinding Attack ya?) pokoknya Karinding dari FISIP Unpad lah. Karena memang Karinding di Unpad itu ada banyak.

Puncak para bintang tamu, di tengah malam, ada Angsa dan Serigala. Awalnya saya bertanya-tanya, saya kira ada semacam kabaret fabel di Buper, tapi ternyata Angsa dan Serigala ini adalah sebuah band dari FISIP Unpad. Orang bilang, ini band banyak fansnya di Unpad dan bahkan Bandung. Ah, masa iya, kok saya ga tahu. Sebenarnya saat itu penasaran dengan Angsa dan Serigala Band, tapi karena mereka tampilnya larut malam banget, jadi saya milih diam di Sekre BEM karena males berkeliaran malam-malam di luar.


Dan hari ini, saat saya nonton AMI (Anugerah Musik Indonesia), ada nominasi pendatang baru terbaik. Nominasi yang pertama disebutkan adalah Angsa dan Serigala, saya langsung bergumam berkali-kali. Angsa dan Serigala? Perasaan pernah denger. Dimana ya?

Akhirnya searching di google dan mendapatkan arsip mengenai Fornas Unpad 2011 yang penutupannya dilaksanakan saat Buper Unpad 2011. Ingatlah saya bahwa Angsa dan Serigala adalah band yang digadang-gadang bintang tamu paling mahal di Buper Unpad 2011. Dan sekarang mereka sudah dikenal di industri musik ibukota. Congrats.

Buat yang ga tahu siapa Angsa dan Serigala, saya merekomendasikan untuk baca wawancara yang di Formagz. Soalnya lucu abis. Diklik aja, Angsa dan Serigala; Menyatukan Sesuatu yang Berbeda. Disana dijelaskan, alasan band yang terbentuk tahun 2008 ini memberi nama Angsa dan Serigala pada band mereka, lalu aliran musik mereka, influence mereka, dan macam-macam lagi.

Yo wis lah, saya hanya ingin berbagi ini saja sebelum lupa dan malas. Sekarang saya harus melanjutkan belajar karena besok ujian CNP. Wish me luck.

Salah satu video Angsa dan Serigala - Hitam dan Putih

Musim Jakarta Nyoblos


Pemilihan Gubernur Jakarta selalu lebih ramai dari biasanya. Soalnya di TV juga ramai. Saya ingat beberapa tahun lalu, banyak iklan kampanye Fauzi Bowo yang dibintangi oleh artis. Bukan berarti provinsi lain tidak diramaikan juga. Kemarin ketika ada pemilihan gubernur lain, sama ramainya di TV. Tapi Jakarta beda, mungkin karena itu adalah ibukota negara kita, mungkin juga karena banyak orang dari berbagai suku dan wilayah yang tinggal di Jakarta. Atau mungkin karena memang stasiun TV bermarkas di Jakarta.

Bukan hanya TV. Di Tisera, toko buku tempat saya mejeng, muncul buku-buku mengenai Jokowi. Entah itu adalah sistem kampanye atau tidak tapi itu sukses membuat kepala saya dipenuhi oleh Jokowi setelah pulang dari Tisera. Dan lucunya saya mulai merasa Jokowi agak mirip dengan Presma Unpad tahun 2011, Kang Sayyidi. Haha.

Ini Pak Jokowi

Ini Kang Sayyidi :D

Yaa, saya tahu Jokowi sudah tenar sejak ada mobil Esemka dan saya kaget kenapa tiba-tiba dia mengajukan diri (atau diajukan, entahlah) menjadi Cagub Jakarta. Dan ada calon lain, Hidayat Nur Wahid, atasannya kakak saya, A Heri. Atasan yang sangat aaataaaas banget karena kakak saya ada di kader urutan ke sekian. Lalu Foke, alias Fauzi Bowo, yang saya kenal karena mantan Gubernur jakarta dan nasibnya seperti Aceng Fikri, Bupati Garut. Sama-sama dicampakkan oleh wakilnya.

Lalu ada Hendarman Supanji yang mengusung tageline Jakarta Jangan Berkumis alias Jakarta Jangan BERantakan, KUmuh, dan MISkin, dan Cukur Kumis. Menohok Foke sekali beliau ini. Ketika melihat tageline itu di TV, ibu saya langsung mengoceh, "Mau berkumis atau tidak, apa hubungannya. Memangnya apa pengaruhnya kumis." Wah, wah, wah, beliau harusnya berpikir bahwa tidak semua orang mengerti dengan tageline itu atau memang itu memang maksudnya. Entahlah lagi.

Lalu ada gubernar Sumatera entah mana, sejujurnya saya memang familiar dengan tiga nama itu. Tiga lagi, saya lupa. Saya tahu saya bisa mencarinya di google, tapi saya tidak mau. Sekarang di Metro TV sedang memunculkan dialog dengan Cagub Jakarta khusus mengenai perempuan. Hidayat Nur Wahid lagi nyanyi-nyanyi ga jelas. dan di studio tertawa. Ya, pemilihan ini butuh lebih banyak tawa.

Safe and Sound, Song For Rue

Safe and Sound - Taylor Swift feat. The Civil Wars [Download]

I remember tears streaming down your face
When I said, I'll never let you go
When all those shadows almost killed your light
I remember you said, Don't leave me here alone
But all that's dead and gone and passed tonight

Just close your eyes
The sun is going down
You'll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I'll be safe and sound

Don't you dare look out your window darling
Everything's on fire
The war outside our door keeps raging on
Hold onto this lullaby
Even when the music's gone
Gone

Just close your eyes
The sun is going down
You'll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I'll be safe and sound

Just close your eyes
You'll be alright
Come morning light,
You and I'll be safe and sound



Awalnya saya hanya tahu lagu Eyes Open sebagai OST Hunger Games yang dinyanyikan Taylor swift, ternyata ada lagu Safe and Sound. Dengan segala kelaparan saya terhadap segala hal mengenai Hunger Games saya mencari video lagu itu dan wow, videonya keren. Awalnya saya kagum dengan gaun yang dipakai oleh Taylor, lalu kagum dengan tempat yang dipakai syuting itu. Keren, itu tempat dimana, boleh lah dipakai buat foto pre wedding. Itu sepertinya kalau calon suami saya sebangsa volturi baru tempat itu pantas dijadikan tempat foto pre wedding. Haha. Dan yang tidak kalah keren, adalah efek kebakaran di sekeliling tempat syuting video. Seolah menegaskan lirik Don't you dare look out your window darling, everything's on fire.

Rasanya lagu ini didekikasikan untuk Rue. Saya tidak terlalu wow dengan tokoh Rue, meski rata-rata penggemar Hunger Games akan menyukai Rue. Tapi saya tidak menyukainya karena Rue menjadi kelemahan Katniss. Orang yang membuat Katniss menunjukan kelemahannya. Sama seperti Primrose.


Well, saya tetap suka lagu ini. Dan makin kagum saja dengan Taylor Swift. Ekspresinya ketika menyanyikan lagu ini, euzz banget.

Ini behind the scene video klip Safe and Sound

Sexy, Free & Single! Make My Sister Crazy

Sexy, Free & Single - Super Junior [Download]

[All] Every single day I try
Jeongmal geoui da wass-eo
We get closer to a good time
Silyeondeul-e Say goodbye
Oh!

[Siwon] Sexy, Free & Single
Ijen junbineun wanryo
Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo

[Donghae] Hei nuguna swibsali gajneun geon
Jaemieobsjanh-a~ jom deo nopge sege lalalalalala
[Kyuhyun] Wieseo bwa gyeondyeonaen jaga kkaedadge
Doeneun geos jom deo beotyeo beotyeo lalalalalala

[Sungmin] Nae saram-a saram-a nal deo mid-eojwo
Nan deudieo Wake up sumyeon-wilo
[Ryeowook] Gin silyeon-e deo gip-eojyeo nadawojyeo
Ijen Upgrade da-eum dangyelo naga oh

[All/Eunhyuk] Sum-i chage dallyeowa meosjige kkeutnaen
Geudae Have a good time, oneulmankeum Party time
[All/Leeteuk] Gaseum-i yodongchineun seungrireul mas bwa
Ijeneun Have a good time, nuga geudael maggena oh

[All] Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo
Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo oh
Yeogsi bullihan hwagryul-e majseo
Geobnaeji malgo
Yeogsi bullihan hwagryul-eun
Kkeutdo an bwado Bingo oh

[Eunhyuk] Mugeobdago museobdago pogihajineun ma
Ijebuteoga jinjja nananananana
[Yesung] Nuguna hanbeonjjeum da gyeokk-eo boneun geoppun
We fail, We lose, To win
Dulyeowohaji mal-a

[Donghae] Nae saram-a saram-a nan deo
Ganghaejyeoss-eo Yeah! deudieo uri, Time for romance
[Kangin] Deo meosjin kkum-eul hyanghae tto nal-agagess-eo
Dasi Upgrade jikyeobwa, matgyeobwa
[Sungmin] Nan jeomjeom daedamhae jineungeol
[All] Sexy, Sexy, Sexy
[Ryeowook] I geochin sesang-eul maju han chae ([Kyuhyun] Too hot)
[Leeteuk] Junbidoen jaman aneungeol
[All] Sexy, Sexy, Sexy
[Kyuhyun] Yeogin kkeutdo eobsneun byeonsumankeum Have Fun!

[All/Siwon] Sum-i chage dallyeowa meosjige kkeutnaen
Geudae Have a good time, oneulmankeum Party time ([Yesung] Party Time)
[All/Shindong] Gaseum-i yodongchineun seungrireul mas bwa
Ijeneun Have a good time ([Yesung] good time), nuga geudael maggena oh

[All] Sexy, Free & Single
Nan jom gwaenchanh-eun namja
Sexy, Free & Single
Neon jom daedanhan namja oh
Yeogsi bullihan hwaglyul-e majseo
Geobnaeji malgo
Yeogsi bullihan hwagryul-eun
Kkeutdo an bwado Bingo oh

[Yesung] I sesang kkeut-eseo
Tto han beon sum-eul dolligo
[Kyuhyun] Nal jikyeojun saram sojunghan mid-eum-eul
Ganjighae gidaehaedo joh-a
Let's go

[All] Sexy, Free & Single ([Kyuhyun] Oh oh! )
I'm ready too, Bingo ([Kyuhyun] Yeah! )
Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo ([Kyuhyun] Oh Yeah! )
Sum-i chage dallyeowa meosjige kkeutnaen
Geudae Have a good time ([Yesung] Geudae Have a good time), oneulmankeum Party time ([Yesung] Party Time)
Gaseum-i yodongchineun seunglireul mas bwa ([Kyuhyun] seunglireul mas bwa)
Ijeneun Have a good time ([Kyuhyun] good time), nuga geudael maggena oh ([Kyuhyun] Oh! )

[Siwon] Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo


Pagi-pagi adik saya sudah rame menanyakan cara download video di youtube, dengan tiga perempat mengantuk saya menjelaskan cara download tanpa peduli apa yang dia download. Jam 8 pagi ketika mata saya sudah benar-benar terbuka saya baru tahu kalau ternyata dia tengah mendownload MV Sexy, Free & Single milik Super Junior yang baru dirilis SM Entertainment malam tadi. Hoh, dasar abege.

Tengah hari dia marah-marah karena ternyata netbook-nya tidak bisa membuka file .webm (huahahahaa). File itu hanya bisa dibuka di notebook saya, tanpa pikir panjang dia memukul-mukul netbook-nya sendiri. Tidak saya halangi, toh itu bukan punya saya. Sampai akhirnya dia hanya menonton video berdurasi 3 menit 48 detik itu di netbook saya sambil berkata. "Pokoknya seharian saya ingin lihat video ini."

Istighfar, nak. -_________-

Ini video yang bikin adik saya jerit-jerit ga jelas.

17 Again! What I'ld do?

Tadi saya baru baca tentang lomba cerpen, ada kategorinya. 12-16 anak-anak, 17-20 remaja, dan 20 ke atas berarti dewasa. Setelah dipikir-pikir, ternyata saya sudah 20 tahun. Jadi, saya masuk kategori dewasa. Saya langsung berpikir betapa tuanya saya, adik perempuan saya malah berpikir, betapa kecilnya tubuh saya dengan umur 20 tahun.

Saya tidak pernah menyesali umur saya yang makin tua dan umur belasan yang sudah dilewati itu. Yeah, semuanya menyenangkan jika kita ingin memikirkannya dengan menyenangkan. Meski kadang saya juga berpikir betapa banyaknya target saya yang molor di umur 20 ini. Dengan semua usaha yang nonsens itu tidak akan mengherankan dan saya tidak berpikir untuk berharap kembali ke umur 17 seperti Zac Efron.

Who is he?

Zac Efron adalah aktor keturunan Yahudi (terus?) yang saya tahu di film High School Musical. Saya suka film itu karena tokoh utamanya saya banget, pasangan si cerdas dan si jago basket. Tapi bukan film itu yang sedang ingin saya bahas. Tapi film berjudul 17 again yang dirilis pada tanggal 17 April 2009, tepat di ulang tahun saya yang ke-17. Yeah. Kebetulan.


Tageline dari film ini adalah 'who says you're only young once?', bercerita tentang Zac Efron sebagai Mike O'Donell yang sangat jago main basket. Banget. Kemudian mimpinya untuk mendapatkan beasiswa karena kejagoannya itu pupus ketika mendengar kekasihnya, Scarlet, hamil. Dengan sepenuh hati dia memilih Scarlet dan anak yang dikandungnya sebagai masa depannya. Bukan basket.

Dia menyesal mengabaikan basket, tentu saja. 16 tahun berlalu dan dia merasa kehidupannya telah salah arah. Sampai Mike bertemu dengan seorang 'pembimbing rohani' yang membuatnya kembali ke umur 17, bersekolah kembali di tempat yang sama dengan anak-anaknya sebagai Mark Gold, dengan seorang ayah palsu temannya sejak SD, Ned Freedman. Dan cerita pun berlangsung seru.

Pelajaran yang bisa diambil dari film ini adalah saat Mike sebagai Mark Glod baru menyadari keadaan anak-anaknya di sekolah. Anak wanitanya berpacaran dengan seorang arogan di sekolah. Anak lelaki yang dibanggakannya ternyata hanya pecundang di sekolah. Nah kan, betapa orang tua harus lebih tahu tentang anaknya. Masa iya kita harus menjadi teman satu sekolah mereka untuk mengenal anak kita lebih sendiri.

Lalu mengenai sikap orang tua yang merasa tahu apa yang harus dilakukan anaknya. Itu terkadang tepat, karena orang tua kita hidup jauh lebih lama daripada kita. Orang tua kita pernah berumur 17 tahun dan mestinya memang tahu apa yang dialami anak usia 17 tahun. Hal tersebut ditunjukan pada adegan dimana guru di kelas Maggie, anak Mike, mengajarkan mengenai seksualitas dan membagikan semacam alat kontrasepsi karena sang guru menyadari anak umur 17 tahun tidak bisa ditahan untuk tidak berhubungan seksual.

Mike (Mark Gold) yang dulu pernah melakukan kesalahan dengan Scarlet hingga Scarlet hamil memberitahu mereka, bahwa kita harus benar-benar melakukan hal tersebut hanya karena cinta dan hanya dengan orang yang kita cintai. Saya lupa kata-katanya, yang jelas dia memberi bayangan kepada teman-teman sekelas tentang perasaan seseorang yang menyadari ada seorang anak hasil berhubungan dan anak itu akan menjadi malaikat yang dicintai, dijaga saat tidur.

So sweet.

Yang terakhir adalah mengenai kesempatan. Yep, Mike O'donell diberi kesempatan untuk menjadi berumur 17, awalnya ia berpikir kesempatan tersebut untuk memperbaiki hidupnya sendiri, tapi ternyata dia sadar yang harus dia lakukan adalah memperbaiki kehidupan anak-anaknya. Dan ketika perceraian sudah di depan mata, lalu tawaran beasiswa dari tim basket akan diraih saat tubuhnya terperangkap di usia 17. Apa yang harus dilakukan?

Akhirnya Mike O'Donell sadar, dia memang butuh kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Bukan kesempatan kedua untuk mendapatkan beasiswa dari tim basket tapi kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungannya dengan Scarlet. Karena dia sudah memutuskan bahwa Scarlet dan keluarganya adalah masa depannya, bukan basket. Maka, Mike menyadari bahwa kesempatan kedua itu bukan kembali ke umur 17 tahun tapi kesempatan kedua adalah saat umurnya sekarang, memperbaiki hubungannya dengan Scarlet.

Ya, setidaknya itu yang saya dapat dari film ini. Saya bagi trailernya saja disini.

Nikita - Maggie Q, Obrolan di Tronton

Berawal dari obrolan mengenai novel-novel Dan Brown, Sarita yang suka kemakan sama omongan saya tiba-tiba jadi menyukai segala hal yang menyangkut konspirasi, termasuk freemason, illuminati, dan sejenisnya. Saya yang memang kerjaannya kebanyakan baca dan nonton, jadi agak tahu lebih banyak mengenai hal itu. Dan Sarita nagih cerita lebih banyak.

Ketika perjalanan menuju Ciwidey, acara LDKO, saya dan Sarita kebetulan satu mobil. Satu tronton. Saya duduk diantara Ikhwan dan Sarita. Tidak ada lagi yang bisa diceritakan. Semua yang saya tahu mengenai novel dan Brown, mengenai konspirasi Yahudi, mengenai jejak Freemason di Indonesia, semuanya sudah saya ceritakan. Akhirnya saya ceritakan mengenai Hunger Games dan Battle Royale (bosan memang, di blog aja udah sering). Ikhwan yang tadinya setengah tidur tiba-tiba ikutan nimbrung. Jadilah kita ngobrolin film-film yang kita suka. Dari obrolan itu, saya dapat 1 novel dan 1 TV series yang akan saya cari. Sekuel novel immortal dan TV series Nikita.

Di perpustakaan baca Buku saya sudah menemukan sekuel novel Immrotal, tapi belum saya pinjam karena saya sedang menamatkan buku lain. dan TV series Nikita sudah saya dapatkan dari Ikhwan, tapi belum saya tonton. Sibuk.

Ini dia para pemeran di TV series Nikita.


Jadi ingat ketika saya ngekopi ini TV Series di gazebo. Ria tiba-tiba nyamperin dengan keingintahuannya yang biasa.

"Ngekopi film apa?"

Ingin rasanya bilang lihat aja sendiri. Haha. Akhirnya saya iseng bilang, "Film Nikita. Nikita Mirzani."

Wew, semoga dia ga tahu kalau Nikita Mirzani adalah pemeran film Nenek Gayung.

"Film apa itu?"

"Bukan, deng, film Nikita. Nikita doang, ga pake Mirzani, ataupun Willy."

"Pasti bukan tontonan Iya." Kata Ria.

Ya, siapa peduli. Saya ini yang mau nonton. Karena diburu-buru oleh Ria, saya ngekopi TV Series itu hanya sebagian saja. Ya, nanti juga ketemu lagi sama Ikhwan.

Sampai akhirnya ketika di kosan Ria, dia penasaran dengan TV Series Nikita itu karena saya bilang ini film Hollywood cuma pemainnya setengah blasteran Amerika-Vietnam, artis Asia tapi juga main di film Mission Impossible III, betul ya?. Akhirnya dia nonton dan keesokan harinya dia terus-terusan nagih.

"Sar, mintain lanjutannya ke Ikhwan dong."

Ezzzzzz -_________-

Seperti biasa, ini trailernya ^_^

Eyes Open - Katniss in The Song Taylor

Eyes Open - Taylor Swift Download

Everybody's waiting
Everybody's watching
Even when you're sleeping
Keep your ey-eyes open

A tricky thing
As yesterday we were just children
Playing soldiers
Just pretending
Dreaming dreams with happy endings
In backyards, winning battles with our wooden swords
But now we've stepped into a cruel world
Where everybody stands to keep score

Keep your eyes open

Everybody's waiting for you to breakdown
Everybody's watching to see the fallout
Even when you're sleeping, sleeping
Keep your eyes open
Keep your eyes open
Keep your eyes open

So here you are, two steps ahead and staying on guard
Every lesson forms a new scar
They never thought you'd make it this far
But turn around, they've surrounded you
It's a showdown, and nobody comes to save you now
But you've got something they don't
Yeah you've got something they don't
You've just gotta keep your eyes open

Everybody's waiting for you to breakdown
Everybody's watching to see the fallout
Even when you're sleeping, sleeping
Keep your eyes open
Keep your eyes open
Keep your eyes open

Keep your feet ready
Heartbeat steady
Keep your eyes open
Keep your aim locked
The night goes dark
Keep your eyes open

Everybody's waiting for you to breakdown
Everybody's watching to see the fallout
Even when you're sleeping, sleeping

Keep your eyes open
Keep your eyes open
Keep your eyes open
Keep your eyes open


Masih demam Hunger Games bagi saya. Gara-gara saya belum baca Mockingjay, sekuel ketiga sekaligus terakhir dari Hunger Games. Tapi memang, lebih karena alasan apapun, saya menyukai sekuel ini. Oya, kemarin saya baru selesai download film Battle Royale, belum ditonton, serem.

Mengenai lagunya, eh penyanyinya dulu deng. Saya tahu Taylor Swift di lagu Romeo and Juliet, karena lagunya enak dan gampang dihapal. Lalu dia pernah muncul di film Hannah Montana, dan akhirnya saya suka Taylor Swift karena lagunya yang berjudul Mean.

Mengenai soundtrack film Hunger Games dengan judul Eyes Open ini, dalem pastinya. kalimat dari keep your eyes open ini bisa disamakan dengan pesan Haymitch, satu-satunya pesan Haymitch. Tetaplah hidup. Atau bisa juga berarti kewaspadaan, dimana itu adalah hal yang sangat dibutuhkan di Hunger Games.

Tepat sekali. Lagu ini begitu Hunger Games. Begitu mencekam. Sangat fight. Tidak seperti OST Breaking Dawn, A thousand year, yang lebih romantis dan bisa dinyanyikan di acara pernikahan, meski isi filmnya juga fight. Tapi lagu eyes open ini cocok dinyanyikan ketika perang. Mungkin di kedua film sisanya, Hunger Games akan membuat soundtrack yang lebih romantis. Apapun itu, saya suka.

Pertama kali memahami lirik lagu Eyes Open, rasanya seperti membaca kembali novel Hunger Games dan mendengarkan perasaan Katniss Everdeen di arena. Menceritakan dari awal Katniss membicarakan mengenai Hunger Games bersama Gale di hutan sampai dia berada di arena. Wah, keren, keren, keren, ini lagu.

Di lagu ini, lirik yang paling saya sukai, yang buat saya Katniss banget adalah ...and nobody comes to save you now. But you've got something they don't. Yeah you've got something they don't. Yep, memanah, bertahan hidup saat lapar, dan tidak ingin menjadi pion dalam permainan yang dimiliki oleh Katniss.

Bagi saya Taylor Swift sukses menyanyikan lagu yang Katniss banget. Bravo!

Belum ada videonya, di akun Youtube Taylor Swift hanya ada liric version. Tak apa.