Search This Blog

Tidak Bisakah ...

Sentakan. Teriakan. Pelototan.
Kata-kata yang menyakitkan.
Itu semua jadi sajian yang biasa. Apa aku terlalu lemah, atau manja, atau berlebihan menanggapi kemarahannya.

Keliru sedikit, seakan telah melakukan kesalahan fatal yang bisa menghancurkan seisi rumah.
Apa aku yang terlalu sensitif.
Atau karena aku bukan bagian darinya. Anak kucing yang diasuh oleh singa. Tidak nyaman dengan auman singa sehari-hari. Hanya bisa mengeong, menunduk, dan menangis.
Atau karena keberadaanku mengganggu. Atau karena aku bukan seseorang yang diharapkan ada. Atau ekspektasi-ekspektasi keliru tentang diamnya aku disini.

Terkadang lebih baik menganggap aku tidak ada saja.

Aku tidak mengerti, pun tidak memaksakan diri untuk mengerti. Aku jalani. Setelah 16 tahun terlewati. Tapi bisikan itu masih selalu ada.

Tidak bisakah...
Ia tertawa kala mengajakku bicara.
Tidak bisakah...
Ia bersikap ramah menanyakan kabarku.
Tidak bisakah...
Ia bersikap tenang saat aku melakukan kesalahan.
Tidak bisakah...
Ia tidak selalu menyalahkanku saat aku lupa.

Mungkin, tidak bisa.
Tapi aku masih berharap.

0 komentar:



Post a Comment

Jika tidak memiliki akun di google, wordpress, dan yang lainnya, bisa menggunakan anonymous.