Skip to main content

Ananda Omes dan Mama Cake Movie

Hari ini kita sampai sore di kampus buat simulasi hari pertama LDKO. Dan hari ini juga ternyata di teater keperawatan ada "Mama Cake Goes to Campus". Itu adalah film dari Falcon Picture. Dan pemeran utamanya adalah Ananda Omes, itu artinya Omes akan datang ke keperawatan. Yapz, heboh.

Tepat setelah sholat ashar, saya lihat Omes keluar dari tempat parkir.

Aaaaaaah, Omes .... Ga berani mau teriak gitu juga. Dandanan saya kayak anak pesantren gini, mana iya teriak-teriak manggil artis.

Omes jalan melewati saya yang diam di gazebo, terus saya ikutin karena saya juga mau ke aula yang bersebrangan sama teater. Ternyata dia dan rombongannya diem dulu di teras L3. Wew, papasan. Putih amat dia, dari jauh aja saya silau lihatnya. Papasan di L3, ternyata saya disapa sama staff Falcon. Haha, tadi kita sempat ngobrol di kantin jadinya udah kenal.

Dan akhirnya dia, Omes, ke kamar mandi. Ke toilet cowok FIK. And you know what, cewek-cewek keperawatan yang lagi ngumpul di aula langsung mengerubuti pintu antara pintu aula dan pintu toilet cowok. Norak, memang.

Dan lucu banget terus-terusan mengenang ini toilet cowok yang pernah dimasukin Omes.

Terus urang kudu salto .... -___________-


Lebih karena kehadiran Omes, saya memang tertarik untuk menonton Mama Goes to Campus. Sayangnya, simulasi LDKO membuat saya tertahan di aula. Beberapa jam kemudian, karena memang simulasi tersebut tidak efektif, saya dan Hanna langsung masuk ke dalam teater. Sudah ada Omes disana, film Mama Cake pun sudah selesai diputar. Hiks.

Saya masuk ketika sesi tanya jawab sedang berlangsung. Beberapa pertanyaan yang dianggap menarik mendapatkan kaos Mama Cake. Huaa, mau. Tapi saya tidak bertanya karena satu-satunya pertanyaan saya adalah 'Filmnya kayak apa sih?' dan saya tidak mungkin menanyakannya karena jelas-jelas seisi ruangan sudah menonton film tersebut.

Beberapa hal yang saya tangkap dari tanya jawab tersebut adalah:
1. Film ini komedi-agamis
2. Film ini mengandung konspirasi beberapa unsur keagamaan, dari warna, nomor, dan huruf.
3. Film ini diambil dari kisah nyata. Kisah sutradaranya.
4. Film ini belum ditayangkan di bioskop. Jadi, tadi nonton gratis di teater gitu. Ommo T.T
5. Omes kenapa gondrong tapi beberapa hari kemudian janggutan. Ya, saya memikirkannya.

Oya, terima kasih kepada admin @mamacake_movie dan sutradaranya yang saya lupa akunnya yang sudah meretweet tweet saya tentang fim ini. Dan Omes yang saya tahu males banget harus dipanggil cuma buat foto bareng, tapi ya sudah lah ya da udah.

Sebenarnya saya teratrik dengan film ini. Tapi, ketertarikan saya terhadap film Indonesia memang sebatas beli DVD bajakannya atau nunggu tayang di TV. Hee. Ini saya dapat trailernya dari Falcon Picture.

Enjoy.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…