Search This Blog

Pilihan dan Proses

Ketika kita dilahirkan menjadi seorang manusia kita tidak bisa memilih melalui sperma siapa kita akan berbenih dan di dalam rahim siapa kita akan dikandung. Bukan kita pula yang memproses kejadian pembuahan tersebut, perubahannya dari semenjak janin menjadi bayi. Dan juga pilihan dan proses yang dialami oleh si bayi merah, menjadi batita, lalu balita. Siapa yang memilih? Siapa yang memproses? Siapa aku? *oke ini lebay.

Well, hari ini Presiden Mahasiswa Terpilih, Kang Wildan, mengirim SMS ke nomor saya, menelepon ke ponsel adik saya. Sumpah, saya jadi berasa jadi buron dan saya memang terbiasa menjadi buron kampus.

Kang Wildan membicarakan tentang ... you know what, apa yang akan dibicarakan seorang Presma baru kepada seorang eks-BEM yang pernah mendapat penghargaan BEM of the Month (oh yeah *hwek)kalau bukan masalah ....

Saya mau minta tolong untuk bantu saya di Kabinet ini.

Sedih lah. Kayak orang lagi ditembak, bukan ditembak buat jadi kekasih pujaan hati, tapi ditodong pistol beneran. Biasanya orang yang ditodong pistol akan menyerah, angkat tangan, dan menuruti apa yang dikatakan oleh sang penodong. Sementara saya ingin memilih mati saja, tapi itu sulit.

Beberapa minggu sebelum ini, saya ditodong juga untuk jadi Kadep di Rohis QA (lagi) setelah tahun lalu menerimanya dan sudah lengser. Rasanya sesak nafas, salting ... ehm, yang nodong akhwat kok jadi saya asli salting karena tawaran itu. Jabatan, yang buat saya jabatan itu panas membara. Saya tidak pernah berfikir akan berada setinggi itu ketika mengikuti sebuah organisasi. Organisasi manapun.

Ajakan di Rohis QA saya tolak, dan saya merasa sangat bersalah bergelimang dosa karena saya menolak untuk berjuang di jalan Allah. Tapi saya tetap menjadi Presidium Sidang di Rohis QA dan saya berjanji akan membantu mereka dan mengikuti kegiatan yang mereka adakan. Tanpa ikatan.

Sebenarnya pilihan tertinggi adalah ketika memutuskan untuk tidak menjadi Ketua Himi Persis PK Unpad. Saya bahkan tidak mengikuti pemilihannya karena bentrok dengan jadwal kuliah. Dan itulah organisasi pertama yang saya tinggalkan di Unpad. Entahlah, gelimangan dosa saya sepertinya sudah membanjir karena saya hengkang dari organisasi dakwah.

Lalu bagaimana dengan permintaan Kang Wildan. Ya balik lagi ke kang Wildan yang sudah saya kenal dari semenjak saya mengikuti BEM. Saya sudah mengatakan 'tidak' dengan sangat hati-hati dan sangat disesalkan dia malah berusaha meyakinkan saya. Sedih ... Untuk menolak tawarannya saja sudah sulit apalagi untuk mendebat rasional yang sama-sama kami anggap benar.

Saya sendiri merenung, mungkin tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini, tapi pastinya bukan saya saja yang mengalaminya. Dan kenapa saya? Apa yang telah saya lakukan? Apa yang telah mereka lihat? Apa yang mereka pikirkan sampai menganggap Si Sarah ini pantas.

Sedih ... sebenarnya proses yang ingin saya lalui adalah hanya satu tahun di organisasi, hanya tahun pertama dan saya jalani dengan sungguh-sungguh. Mungkin kesungguhan itulah yang mereka lihat dan mereka menganggap kesungguhan itu tidak ada tanggal kadaluwarsanya. Sedih ...

Pilihan dan proses mungkin sejatinya adalah miliki kita, dan kita yang menjalani. Dan kita ... adalah individu yang bersosialisasi. Socius-individum. Saya tahu penutup ini nggak nyambung dan ngawur, biarin, yang penting mint.

Note: Besok saya akan bertemu dengan Kang Wildan untuk menyelesaikan hal ini. Katakan TIDAK padanya. FIGHT!

Blog Walking Kali Ini


Blog yang kali ini mendapat kehormatan buat aku jamah adalah blog milik Teguh Rizki Fernanda di http://prayfordobby.blogspot.com. Saya menemukannya dengan sangat amat tidak sengaja. Oke, kebetulan yang sudah direncanaka Tuhan, I know.

Setelah menelaah, acieh bahasana, isi-isi blog Teguh tiba-tiba saya berfikir untuk menjadikan dia salah satu kritikus novel Bintang Timur dan Sihir Hujan. Nggak tahu juga kenapa kepikiran hal itu, padahal kritikan dia itu sengak abis. Well, itu aja sih yang mau aku tulis hari ini. Lagi tanggung soalnya, ini novel nggak kelar-kelar. Rasanya pengen meledak.

Tulisan 'Sarah El Zohrah' yang Berserakan

Dulu saya pakai nama pena Sarah El Zohrah sampai saya lebih dikenal dengan nama itu daripada Sarah Nurul Khotimah. Kini saya sudah memakai nama Sarah Nurul Khotimah di semua akun jejaring sosial. Terakhir, ketika tulisan saya dipublikasikan oleh majalah Blitz edisi November, saya pakai nama Sarah Nurul Khotimah.

Sudah setahun ini saya macet menulis. Banyak yang harus dipikirkan, kuliah, keluarga, dan organisasi. Saya mundur di salah satunya, yaitu organisasi. Pokoknya di tahun 2013 tidak ada lagi yang namanya Sarah Nurul Khotimah si aktivis yang doyan nongkrong di Sekre. No, no, no.

Saya sedang mencari independensi diri. Lagaknyaaa. Dan independensi diri ini saya temuka di dunia menulis. Yaa, saya belum menjadi penulis profesional tapi sudah nyampah banyak tulisan ketika tahun 2010. Di tahun 2011 dan 2012 saya berhenti menulis karena fokus di organisasi. Jadi, kalau ada yang beranggapan saya berhenti berorganisasi karena ingin menulis. Yap, itu benar.

Saya tiba-tiba kangen dengan nama Sarah El Zohrah, lalu saya tulis di Google 'Sarah El Zohrah'. Ada banyak result. Cieee ... Dan tiga diantaranya membuat saya tercengang.

Pertama adalah http://www.anggareni.net/pecandu-rindu.html
Blog milik seseorang yang bernama Anggraeni itu memasukan puisi saya jaman lebay, judulnya Pecandu Rindu. Asli, itu puisi jaman saya masih suka geje menggalau. November 2010 bikinnya juga. Salah satu cuplikan puisinya adalah 'Aku selalu rindu ... sebab perasaanku tak terbendung oleh friksi.' Huahahahaaa demi apa lah aku ngakak bacanya. Agak ajaib juga entah apa yang terjadi ketika itu sampai saya membuat puisi seperti ini. Yang jelas saya berterima kasih kepada orang-orang yang sudah mengapresiasi puisi saya dan tetap mencantumkan nama Sarah El Zohrah sebagai penciptanya. Terharu :').

Yang kedua adalah http://tiyaradam.wordpress.com/2011/10/05/cinta-salah-sambung-buku/
Yang ini lebih ngakak lagi. Saya lupa bikinnya kapan. Yang jelas isi cerita ini adalah masa-masa abege ketika SMP sampai SMA dalam menilai cowok. Tulisan yang ada disini judulnya Dari yang Jutek Hingga yang Gokil di urutan 11. Saya sendiri lupa tepatnya isi cerita itu apa dan aku baru tahu kalau ternyata tulisan itu sudah dibukukan tahun kemarin. Benar-benar lah.

Yang ketiga adalah http://cupid3.wordpress.com/2011/08/19/seribu-cinta-yang-menyala-persembahan-apik-untuk-keluarga/
Sama nasibnya seperti tulisan Dari yang Jutek Hingga yang Gokil. Saya menulis cerita ini entah kapan, mengirimnya entah kapan pula, dan baru tahu sekarang bahwa tulisan ini dibukukan karena diterbitkan tahun 2011 akhir. Itu adalah masa-masa aku terobsesi dengan organisasi.
Oh ya, kembali ke tulisan yang mereka muat. Tulisan yang dimasukan ke dalam buku ini judulnya Cinta Kasih Kelapangan Hati. Tentang keluarga kalau nggak salah. Saya ingat ketika menuliskan cerita ini dan meminta ibu saya untuk membacanya dan dia menangis.

Daaan ... begitulah. Tiba-tiba saya terbangun dengan suatu kesadaran bahwa ternyata dulu saya memang sangat rajin menulis, mengirimkannya, dan mendapatkan respon dari orang lain. Sooo ... tunggu apa lagi. Saya akan merindukan Sarah Nurul Khotimah si aktivis yang kerjaannya aksi di Jakarta, tapi aku juga sangat merindukan Sarah El Zohrah si tukang begadang di depan laptop sambil memuntahkan imajinasinya.

Cathar: Born Anew

Trailer 5 CM. 12.12.12

Aaaaak .... MERINDING! GILA! SUKA!

Josh ... Josh ... Everywhere ...


[Video] Gentle Birth Reza Gunawan dan Dewi Lestari

Teori Eliosentris


Teori Absolutivitas (1)


Teori Absolutivitas (2)


Diagnosa Keperawatan NANDA 2012-2014


Ini OMA bukan OMK

http://www.scribd.com/doc/65599912/OMA-revisi

Makalah Askep Sinusitis [FIK Unpad 2009]


Lomba Cerpen-Cerber Femina 2012/2013



Nobar Lagi. Mama Cake!



Bertalu Saling Bertabuh


SMSCaster dari Soleh


Cuma Perahu Kertas, Kok


Titip Foto


Uwow, Nobar yeuh Nobar!


Terserah Lah Ya


SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA


Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan


Rasanya ...

Original Soundtrack Perahu Kertas

Yang Berlayar Lebaran

11 menit - 11 minutes

Waktu

Mengenai Delegasi ke Thailand

MTGW 080712; Mengatasi Stres


<1 --more--="--more--">#kenapa stres?
karena kita menginginkan sebuah hasil tapi tidak bisa berhasil
Jangan membandingkan diri kita dengan orang yang berhasil. Bandingkan proses, bukan bandingkan hasil. Iri dengan hasil namanya stres, iri dengan proses namanya pelajaran.

Stres timbul bukan karena beratnya beban, tapi salah dalam cara memikul beban.

Kita stres karena kita tahu bahwa ketika menginginkan hal yang besar kita perlu memantaskan diri kita lebih keras lagi.

#stres memilih
Mana yang lebih baik, stres ketika memilih atau stres ketika mengerjakan? Keberhasilan bukan ada dalam perencanaan.

Polling
Setiap kali Anda pergi ke tempat kerja dan Anda stress apa yang Anda lakukan?

a. Mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain
Hidup ini bukan bakat-bakatan tapi membakati apa yang Anda hadapi.

b. Bekerja lebih keras
Ketika kita bekerja setengah keras, tantangan akan dua lebih keras. Tapi ketika kita bekerja dua kali lebih keras, tatangan akan melunak.

c. Bersabar sampai keadaan membaik
Sabar yang sesungguhnya adalah sibuk ketika menunggu, bukan no action. Karena orang sibuk tidak sempat bersabar.

#kekuatan mental
Jangan berharap mental yang tidak terlatih bisa membuat kita kaya. Tidak bisa kita berlari kencang jika hati kita lambat. So, yuk, kita bangun jiwa yang kuat.

#pengalaman
Hidup ini tidak cukup untuk memberikan kita banyak kegagalan untuk dipelajari. Maka pelajari kegagalan atau kesalahan orang lain untuk kita pelajari. Jadilah orang yang bisa memanfaatkan pengalaman orang lain untuk kita jadika pelajaran.

#khawatir
Khawatir adalah penggunaan mental dengan sia-sa. Jadi, jangan khawatir, hadapilah.

Hidup ini bukan mewahnya kendaraan tapi indahya pengendalian.

#doa
Doa adalah penyelesai stres terbaik. Jangan pernah meminta Tuhan menghilangkan beban, tapi mintalah untuk menguatkan kita menghadapi beban.

Hukumnya adalah Tuhan tidak memberi beban yang tidak bisa dihadapi hamba-Nya. Lalu kenapa masih stres Karena masih banyak orang beriman yang tidak percaya dengan hukum tersebut.

Kawan dari Pangandaran

Rel Kereta Api

<!-more-->1 Inbox Facebook

Aku selalu ingat ketika seorang perempuan berteriak disaat kereta itu melaju di hadapannya.
Aku hanya bisa melihatnya tanpa bisa mendengar apa yang ia teriakan.
Mungkin dengan begitu bisa mengurangi sedikit beban dalam pikirannya di saat ia berteriak lepas.


Lupakan.
Modus Balas Cepat: tekan Enter untuk mengirim

Hening ...

| Ingatan | Cermin | Sahabat | Cinta |

Ada sesuatu yang menarikku kembali. Ingatan.
Ada kepingan yang menunjukannya. Cermin.
Ada yang membuatku berani meraihnya. Sahabat.
Ada yang tengah aku pahami. Cinta.


Saya dan Persatuan Islam
Saya terlahir di keturunan NU, katanya. Hanya saja setelah ayah saya meninggal saya dibesarkan oleh keluarga Persis. Itulah jalan saya mengenal ormas Persatuan Islam.

Saya dan PPI 99 Rancabango
Berawal dari beberapa minggu yang lalu di pertengahan Juni. Saya pergi ke PHI (Pekan Haflah Imtihan) PPI 99 Rancabango. Disana ada sepupu saya, namanya Fikri, kelas 3 Muallimin. Faiq dan Alfida di tajhiziyyah. Lalu Dina yang sudah saya anggap adik saya sendiri.

Saya pernah sekolah di PPI 99 rancabango selama 3 minggu. Hanya 3 minggu, mungkin kurang sedikit. Meski sebentar tapi berkesan. Orang-orangnya, kegiatannya, dan suasananya. Saya masuk angkatan 16 di PPI 99, karena hanya sekolah disana selama 3 minggu, saya hanya kenal dengan santri UG (Ummahatul Ghad) alias perempuan, dan tidak mengenal satu pun santri RG (Rijaalul Ghad) alias laki-laki.

Tiga tahun kemudian saya bertemu dengan teman-teman angkatan 17 ketika mereka mengikuti P2RSR (Program Pengabdian Ramadhan Santri Rancabango) atau lebih dikenal dengan pra PLKJ (Program Lapangan Kerja Jam'iyyah). Dan ada sistem yang sulit (atau lebih tepatnya saya malas) untuk dijelaskan, tentang sekolah saya. Intinya sekolah saya molor satu tahun karena mengikuti kelas tajhiziyyah. Jadi saya lulus SMA bareng dengan angkatan 17 di PPI 99. Dan di angkatan 17 itu saya hanya dekat dengan santri RG. Entah kenapa bisa seperti itu.

Saya dan Brankas (Barudak Angkatan Tujuh Belas)
Ketika saya datang di PHI 99 Rancabango yang saya tulis dengan judul Rancabango Kambek, orang yang paling saya kenal adalah Fajar dan Hilman. Bukan siapa-siapa, mereka berdua hanya teman dekat saya. Teman berbagi kegilaan. Tapi sekarang saya sudah waras jadi saya sudah lama tidak berkomunikasi dengan mereka.

Akhirnya di PHI PPI 99 saya benar-benar bertemu dengan Hilman. Agak dramatis memang saat itu. Terjadi kabur-kaburan, umpet-umpetan, tapi tetep aja ketemu. Ketika itu tiba-tiba ingatan saya kembali pada tahun 2009. Dimana saya yang tidak pernah berhubungan dengan santri-santri di PPI 99 tiba-tiba dipertemukan dengan santri PPI 99 angkatan 17. Bagaimana itu semua menjadi bagian dari cerita hidup saya di tengah kejenuhan saya bertemu dengan orang-orang di sekolah yang bukan saya banget. Orang-orang di angkatan 17 menjadi bagian dari apa yang terjadi dalam hidup saya. Alasannya simple, karena mereka dari Persis. So something.

Saya bukan hanya bertemu dengan Hilman. Tapi juga Kahfi, Anjar, Fahmi, Restu, Nisa, dan beberapa orang lain yang menempati ingatan saya. Dan bukan hanya penghuni PPI 99 Rancabango, tapi saya juga bertemu dengan Nabil, adik laki-laki sahabat saya, Salma. Lalu ibu dari Siti Halimah, teman sekelas saya di Cibegol. Dan Bu Yeyet, ibunya Yassir. Sesuatu menyeruak. Sebuah ingatan.

Saya dan Cibegol
Tiba-tiba ingatan itu bukan hanya kembali ke waktu tahun 2009, tapi tahun-tahun sebelumnya ketika saya masih di PPI 34 Cibegol. Itu adalah saat dimana saya mulai dililit oleh cangkang menjadi sebuah kepompong. Kesakitan, terkena terik matahari, diguyur hujan. Terkekang. Tapi begitulah adanya. Saya bertumbuh. Dan setidak suka apapun saya dengan sekolah itu, tetap saja, disanalah saya bertumbuh. Disanalah saya menjadi... Menjadi apapun itu.

Akhirnya saya memutuskan akan menghadiri haflah imtihan di Cibegol. Saya harus kesana. Bukan hanya untuk main-main. Saya hanya ingin mengembalikan ingatan saya, tentang perjuangan, kesakitan, bertumbuh, dan arah tujuan hidup saya. Semuanya berawal sejak saya disimpan di Cibegol. Saya ingin merunut segalanya menjadi sebuah kesatuan.

Akhirnya hari tadi, 7 Juli 2012, saya bertekad untuk datang ke Cibegol.

Di tengah perjalanan, saya bertemu dengan 3 orang santri Cibegol. Dan sungguh, saya minta maaf karena tidak mengenal mereka tapi mereka mengenal saya karena salah seorang dari mereka menyapa saya, "Teh Sarah? Ini Teh Sarah yang angkatan 11 kan? Teh Sarah A Yassir?"

Saya mengangguk untuk dua pertanyaan di awal, sementara untuk pertanyaan ketiga, saya mengerang. Seingat itukah mereka dengan sesuatu tentang "Sarah-Yassir".

Saya dan Yassir
Dia adalah teman sekelas saya. Agak lucu memang selama 5 tahun saya tinggal di pesantren (saya disana sejak tahiziyyah dan kelas 2 muallimin saya keluar), maka selama 5 tahun juga sesuatu tentang "Sarah-Yassir" terus melekat di lingkungan Cibegol. Mungkin jika salah satu dari kami, misalnya saya, menikah dan mengadakan resepsi, maka kehadiran Yassir akan menjadi perhatian orang-orang di Cibegol. Begitu juga sebaliknya.

Masih terasa lucu juga, karena sejak usia 13 tahun sampai sekarang saya berumur 20 tahun, jika berbicara tentang jodoh, maka ingatan saya selalu ingin memunculkan nama Yassir. Oke, lupakan, saya sedang tidak ingin membicarakan hal yang menyerempet kesana. Kabar yang saya dapat, Yassir sudah punya istri dan anak. Kabarnya sih begitu.

Selain sosok Yassir yang mengikuti keberadaan saya di Cibegol, ada satu hal lagi yang sarah banget, jika ada orang Cibegol yang bertemu saya mereka akan spontan bertanya, "Mana Salma?" atau "Tadi saya lihat Salma disana." Dan basa-basi seperti "Udah ketemu Salma?"

Saya dan Salma

Awet. Seperti virus mengenai Sarah-Yassir, Sarah-Salma juga menjadi suatu ikon yang terekam dalam ingatan orang Cibegol. Persahabatan yang tidak disengaja. Simple, hanya karena kami satu bangku. Kenapa bisa satu bangku? Karena kami sama-sama tidak memiliki teman yang bisa diajak sebangku. Tapi persahabatan ini awet. Ini takdir, perjalanan dari Tuhan, sejak saya berumur 13 tahun, sampai sekarang berumur 20. Tak tergantikan.

Banyak santri yang bersahabat di asrama, tapi biasanya persahabatan mereka semusim atau bisa dibilang ganti-ganti pasangan. Atau tidak bersahabat dari awal. Atau bersahabat dari awal tapi tidak sampai akhir. Mungkin saya dan Salma sama-sama tidak merasa nyaman jika harus meninggalkan satu sama lain. Mungkin itu juga yang terjadi antara saya dan Yassir. Entahlah, saya tidak ingin menerkanya.

Jika boleh dikatakan, saya dan Salma bukan hanya seorang sahabat. Bisa dibayangkan, umur 13 tahun tinggal di asrama dengan segala problematikanya. Kita masih polos, oon, dan emosinya belum stabil. Segala hal sudah dilalui, hal yang tidak bisa diulangi lagi, karena kami tidak mungkin kembali ke umur 13 tahun. Umur itu sudah kita lalui bersama-sama. Jadi, tidak berlebihan jika saya mengatakan posisinya lebih tinggi dari keluarga saya sendiri.

Hari ini saya dapat kabar dia hamil, umur kandungannya sudah 6 minggu. Oia, ini ada tulisan saat Salma hendak menikah, tulisan berjudul Tiga Hari Menuju The Wedding.

Saya dan Angkatan 11
Saya termasuk angkatan 11 di PPI 34, saya kasih nama angkatan ini Selasar (Sebelas Army). Agak memaksa emang, biarin lah ya. Saya pernah jadi Ketua 2 di angkatan ini, ketika itu Ketua Umumnya adalah Hanafi, Ketua 1 adalah Ganjar. Agak mengagetkan karena ketika itu yang menjadi saingan saya dalam pemilihan Ketua 2 adalah Esa. Mengagetkan karena kita juga bersaing dalam satu hal, dalam ... ya, lupakan.

Di angkatan ini juga saya pernah disebut 'gegedug UG angkatan 11' oleh santri RG. Pikir aja sendiri kenapa tiba-tiba saya dipanggil seperti itu.

Dan yang lainnya, yang tidak kalah terkenal, adalah panggilan 'Nyonya Besar'. Ada dua kemungkinan saya dipanggil 'Nyonya Besar' oleh khususnya, RG angkatan 11, yaitu karena Yassir yang kadang disebut 'Bos Besar' atau karena memang sikap saya yang mencirikan 'Nyonya Besar'.

Di haflah imtihan tadi saya bertemu beberapa teman angkatan 11, ada Ardi (udah jadi pak ustadz), Andri 'Kumis', Dede Yusuf, Neng Wilda, Furkon (saya hutang ke dia tapi dia malah nraktir saya), Fajar UPI, Dio (udah kaya Yesus dandanannya), Gini, Novi (bawa anak), Asmi (bawa anak), Lina (jualan di bazaar), dan entah siapa lagi, lupa.

Lebih dari apapun saya selalu merindukan angkatan ini. Karena saya sudah melewati semuanya dengan mereka. Maaf, maaf, dan maaf, untuk kalian yang pernah terzholimi oleh saya, hiks. Saya tahu seharusnya saya mengatakan hal ini kepada Hanafi sejak dulu. Dan juga seorang Ustadz yang pernah melempar botol mineral ke saya. Masa-masa suram itu. Prang!

Saya dan Asatid Cibegol
Dibandingkan dengan asatid di Rancabango, saya memang lebih dekat dengan asatidz di Cibegol. Deket banget. Bahkan ada beberapa ustadz yang punya cerita tersendiri dengan saya. Uhuy. Cerita ga bagus sebenernya :p.

Tadi saya bertemu dengan Ustadz Hamdan. Seorang ustadz yang awalnya sangat saya segani, tapi suatu hari dia pernah memanggil saya dan menanyakan sesuatu yang aneh. "Ada sesuatu yang salah? Sarah terlihat tidak suka kalau melihat Ustadz."

Dari situlah awalnya saya menjadi salah satu santri yang "anak pak hamdan" kalau kata orang-orang, berawal dari kesalahpahaman dari cara saya menatap seseorang. Tatapan saya memang menyebalkan, kadang seperti merendahkan, kadang seperti membenci, ya menyebalkan lah pokoknya. Dan ternyata begitu juga saya menatap asatidz. Well, dari kesalahpahaman itu kita jadi dekat sampai teman-teman saya khawatir saya akan dijadikan istri keduanya. Hah, yang benar saja.

Ketika bertemu dengan Ustadz Hamdan di Cibegol, saya tahu dia menilai cara berpakaian saya, untungnya hari itu pakaian saya nyantri banget. Yang kedua dia akan mengomentari kenapa saya tidak bertambah gendut dan omelan lama betapa seorang wanita harus punya kesehatan yang prima. Lalu obrolan menyindir tentang 'ayo nikah kapan' lewat obrolan ke Salma agar saya tergiur untuk mengikuti jejaknya menikah. Hoh. Tapi hari itu saya sedang enggan mengobrol panjang dengan Ustadz Hamdan, yang ada saya malah mengobrol dengan Ustadz Opik, saya memanggilnya A Opik.

Saya juga termasuk adik kesayangan A Opik. Awalnya dia menyayangi Fajri, banget, karena dia sepupu saya, jadilah saya juga dijadikan adik kesayangannya. Ketika saya sampai di Cibegol, dia terlihat bolak-balik di sekitar saya, kadang berdiri lama. Nanaonanan pisan kitu lah, caper. Akhirnya saya ingat, Caper adalah kebiasaan penghuni Cibegol. Begitulah cara kita berkomunikasi. Akhirnya, saya yang sudah teracuni kebiasaan sekuler di Unpad, memanggil A Opik keras-keras dan dia datang juga dengan so' kaget. "Eeeeh, Sarah. Sombong ya sekarang." Zzzz, saya yang nyapa duluan tapi saya yang disebut sombong.

Kami pun mengobrol, lebih banyak mengenai aktivitas saya, organisasi apa yang saya ikuti, dan helo apa kabar dengan Pemudi Persis dan Himi Persis yang saya ikuti. Agak menenangkan karena tidak ada sedikit pun obrolan mengenai, 'kok belum bawa calon'.

Selain kedua ustadz yang paling dekat dengan saya itu, saya juga bertemu dengan Ustadz Utsman (pasti), Ustadz Lukman, Ustadz Asep, Abah (yang saya lupa namanya, maaf), Ustadz Iyan, Ustadz Yanis (istrinya adalah teman sekelas saya), Ustadzah Hani, Ustadzah Ai (akhirnya saya ingat namanya setelah lupa ketika menulis The Kingdom of Pesantren), Ustadzah Khotmi, Ustadzah Farah, Ustadzah Ela, dan yang lain yang mungkin tidak saya sebutkan. Maaf, yaw.

Saya dan Angkatan 14
Selama di Cibegol, saya bukan orang yang ramah, kepada kakak angkatan ataupun adik angkatan. Itulah yang membuat saya tidak punya kakak angkat. Watir. Tapi ajaibnya, separuh dari angkatan 14 sangat baik sama saya. Kemungkinan besar karena di angkatan 14 ada Adi Fadli, dia adalah adiknya Yassir. Ga ada hubungannya sama saya emang, tapi saya emang kenal sama Adi. Saya akui saya yang so' kenal.

Yang paling dekat dengan saya adalah Imel, karena dia masih sepupu dari sahabat saya, Dhya. Yang mengagetkan juga, setelah saya keluar, Imel menjadikan Esa sebagai pengganti saya. Huah, betapa saya dan Esa selalu berada di posisi yang saling menyingkirkan -.-, lupakan. Selain Imel, saya juga dekat dengan Khalida, fansnya Adi, Siti Nurhasanah yang saya panggil Siti Solider, dan masih banyak yang lainnya tapi tiga ini yang paling dekat dengan saya.

Saya baru benar-benar menyadari bahwa saya berarti bagi mereka adalah ketika saya hendak keluar dari pesantren dan saya berbicara di depan seluruh penghuni asrama UG. Ketika itu ba'da maghrib di mushola, saya mengatakan niat saya keluar, meminta maaf, dan mengatakan hal-hal seperti betapa saya bersyukur pernah mengenal kalian, dan tiba-tiba mereka menangis. Terutama angkatan 14 dan angkatan 11. Saya baru sadar bahwa adik-adik di angkatan 14 sudah menganggap saya kakak favorit mereka. Maaf, ya, adik-adikku sayang.

Tahun ini adalah tahun terakhir angkatan 14 di Cibegol. Suasananya agak mengharukan, ada instrumen pianonya River Flow In You, saya yakin itu suara pianonya Sungha Jung. So' tahu haha. Tifan Taesyukan-nya juga keren, lebih dramatis dan teatrikal dari tifan taesyukan Rancabango. Peace...

Ini River Flow In You yang dimainin Sungha Jung pake piano. Keren kan.


Di bagian kabaret, mereka lebih sering memutar lagu Sorry Sorry milik Super Junior, apa coba, itu kan lagu tahun 2006. Ada juga lagu Mr. Simple tapi tetep jadul buat saya karena sudah ada album terbaru Super Junior berjudul Sexy, Free & Single. Yang lebih ga aptudet tentu saja adanya lagu Michael Jackson dan themesong Mission Impossible. Tapi tetep keren lah sama kabaretnya.

Dan ketika lagu persembahan dari angkatan 14 itu saya mulai terbawa suasana. Masa mereka nyanyiin lagunya Peterpan yang 'semua tentang kita'. Itu kan lagu zaman kita abege. Sumpah, itu bikin saya merinding abis. Selain lagu Peterpan yang zaman kita itu, mereka juga menyanyikan lagu edcoustic yang berjudul Sebiru Hari Ini. Ketika lagu ini dinyanyikan oleh angkatan 14, saya baru menyadari ada seseorang yang membuat pandangan saya terfokus. Gelagatnya, cara dia tertawa dan meledek. Mengingatkan saya pada seseorang yang gelagatnya sering saya perhatikan bertahun-tahun. Itu orang kelakuannya mirip si Yassir, dan ternyata dia Adi Fadli.

Beruntung sebelum saya pulang saya sempat mengobrol sebentar dengan Adi. Dia masih ingat saya, bahkan dia sendiri excited dengan mengatakan, "Teteh ternyata masih ingat ya sama saya."
"Iya lah, waktu di Rancabango juga saya sempet ngobrol sama Ibu."
"Ibu siapa?"
"Ibu kamu lah."
"Teteh masih ingat sama ibu saya?"

Dasar Adi. Bagaimana mungkin saya melupakan kalian. Bagaimana bisa saya melupakan bagian-bagian kisah saya, tentang Persatuan Islam, Rancabango, Brankas, Yassir, Salma, Angkatan 11, Angkatan 14, Asatidz Cibegol, dan semua-muanyaaaa.

Terakhir, saya pergi ke kamar mandi sebelum pulang. Ruang teramat kecil yang sering saya jadikan tempat sembunyi. Karena asrama kami yang benar-benar ploooong satu ruangan untuk beberapa angkatan. Tidak ada sekat, tidak ada privasi. Satu-satunya tempat yang bisa dijadikan tempat privasi adalah kamar mandi. Disanalah saya sering bersembunyi, salah satunya ketika saya menangis karena ada masalah dengan Salma. Bayangkan, saya mengurung diri di kamar mandi karena tidak ingin ada orang lain yang tahu saya nangis. Sementara di depan kamar mandi tempat saya menangis, ada Salma, yang tahu kalau saya sedang bersembunyi di kamar mandi untuk menangis. So sweet nya hahaha. Itu benar-benar pernah terjadi.

Sebelum pulang, saya menghampiri setiap kamar mandi. Mengeceknya satu-satu. Seperti memutar lagi kenangan, saat kita berteriak-teriak, lalu tiba-tiba ada suara RG yang balas berteriak. Saat kita kehabisan ember untuk mengambil air dan satu-satunya cara adalah meminjam ember ke RG. Saat dijaili Dini di kamar mandi. Malam-malam mencuci baju karena tidak ada lagi waktu. Piket membersihkan kamar mandi setiap Jumat pagi. Hanya dari kamar mandi saja semua ingatan sudah tercermin.

Ingatan yang mencerminkan perjalanan penuh cerita ini. Cermin yang mengingatkan saya pada setiap langkah yang membuat saya bertumbuh. Banyak kata. Banyak rasa. Kata-kata yang menjadi perasaan. Berbagai rasa yang menjadi kata-kata indah. Saya senang bertemu kalian, mengenal kalian. Dan semua kata, semua rasa. Janganlah berganti...

Foto jadul saya ketika umur 15, kalau ga salah.

"Angsa dan Serigala" Keluar Kandang

Kembali ke berbulan-bulan lalu di akhir tahun 2011. Ketika BEM Kema Unpad mengadakan Buper (Bumi Pagelaran) Unpad 2011. Banyak bintang tamu yang tampil, yang paling banyak penontonnya adalah saat Saman Geologi yang menyebut diri mereka Gigolos itu tampil. Saya suka saman ini, lucu aja, tapi bukan cuma Gigolos yang saya sukai tampilannya, saya juga suka Karinding Merinding (apa Karinding Attack ya?) pokoknya Karinding dari FISIP Unpad lah. Karena memang Karinding di Unpad itu ada banyak.

Puncak para bintang tamu, di tengah malam, ada Angsa dan Serigala. Awalnya saya bertanya-tanya, saya kira ada semacam kabaret fabel di Buper, tapi ternyata Angsa dan Serigala ini adalah sebuah band dari FISIP Unpad. Orang bilang, ini band banyak fansnya di Unpad dan bahkan Bandung. Ah, masa iya, kok saya ga tahu. Sebenarnya saat itu penasaran dengan Angsa dan Serigala Band, tapi karena mereka tampilnya larut malam banget, jadi saya milih diam di Sekre BEM karena males berkeliaran malam-malam di luar.


Dan hari ini, saat saya nonton AMI (Anugerah Musik Indonesia), ada nominasi pendatang baru terbaik. Nominasi yang pertama disebutkan adalah Angsa dan Serigala, saya langsung bergumam berkali-kali. Angsa dan Serigala? Perasaan pernah denger. Dimana ya?

Akhirnya searching di google dan mendapatkan arsip mengenai Fornas Unpad 2011 yang penutupannya dilaksanakan saat Buper Unpad 2011. Ingatlah saya bahwa Angsa dan Serigala adalah band yang digadang-gadang bintang tamu paling mahal di Buper Unpad 2011. Dan sekarang mereka sudah dikenal di industri musik ibukota. Congrats.

Buat yang ga tahu siapa Angsa dan Serigala, saya merekomendasikan untuk baca wawancara yang di Formagz. Soalnya lucu abis. Diklik aja, Angsa dan Serigala; Menyatukan Sesuatu yang Berbeda. Disana dijelaskan, alasan band yang terbentuk tahun 2008 ini memberi nama Angsa dan Serigala pada band mereka, lalu aliran musik mereka, influence mereka, dan macam-macam lagi.

Yo wis lah, saya hanya ingin berbagi ini saja sebelum lupa dan malas. Sekarang saya harus melanjutkan belajar karena besok ujian CNP. Wish me luck.

Salah satu video Angsa dan Serigala - Hitam dan Putih

Musim Jakarta Nyoblos


Pemilihan Gubernur Jakarta selalu lebih ramai dari biasanya. Soalnya di TV juga ramai. Saya ingat beberapa tahun lalu, banyak iklan kampanye Fauzi Bowo yang dibintangi oleh artis. Bukan berarti provinsi lain tidak diramaikan juga. Kemarin ketika ada pemilihan gubernur lain, sama ramainya di TV. Tapi Jakarta beda, mungkin karena itu adalah ibukota negara kita, mungkin juga karena banyak orang dari berbagai suku dan wilayah yang tinggal di Jakarta. Atau mungkin karena memang stasiun TV bermarkas di Jakarta.

Bukan hanya TV. Di Tisera, toko buku tempat saya mejeng, muncul buku-buku mengenai Jokowi. Entah itu adalah sistem kampanye atau tidak tapi itu sukses membuat kepala saya dipenuhi oleh Jokowi setelah pulang dari Tisera. Dan lucunya saya mulai merasa Jokowi agak mirip dengan Presma Unpad tahun 2011, Kang Sayyidi. Haha.

Ini Pak Jokowi

Ini Kang Sayyidi :D

Yaa, saya tahu Jokowi sudah tenar sejak ada mobil Esemka dan saya kaget kenapa tiba-tiba dia mengajukan diri (atau diajukan, entahlah) menjadi Cagub Jakarta. Dan ada calon lain, Hidayat Nur Wahid, atasannya kakak saya, A Heri. Atasan yang sangat aaataaaas banget karena kakak saya ada di kader urutan ke sekian. Lalu Foke, alias Fauzi Bowo, yang saya kenal karena mantan Gubernur jakarta dan nasibnya seperti Aceng Fikri, Bupati Garut. Sama-sama dicampakkan oleh wakilnya.

Lalu ada Hendarman Supanji yang mengusung tageline Jakarta Jangan Berkumis alias Jakarta Jangan BERantakan, KUmuh, dan MISkin, dan Cukur Kumis. Menohok Foke sekali beliau ini. Ketika melihat tageline itu di TV, ibu saya langsung mengoceh, "Mau berkumis atau tidak, apa hubungannya. Memangnya apa pengaruhnya kumis." Wah, wah, wah, beliau harusnya berpikir bahwa tidak semua orang mengerti dengan tageline itu atau memang itu memang maksudnya. Entahlah lagi.

Lalu ada gubernar Sumatera entah mana, sejujurnya saya memang familiar dengan tiga nama itu. Tiga lagi, saya lupa. Saya tahu saya bisa mencarinya di google, tapi saya tidak mau. Sekarang di Metro TV sedang memunculkan dialog dengan Cagub Jakarta khusus mengenai perempuan. Hidayat Nur Wahid lagi nyanyi-nyanyi ga jelas. dan di studio tertawa. Ya, pemilihan ini butuh lebih banyak tawa.

Safe and Sound, Song For Rue

Safe and Sound - Taylor Swift feat. The Civil Wars [Download]

I remember tears streaming down your face
When I said, I'll never let you go
When all those shadows almost killed your light
I remember you said, Don't leave me here alone
But all that's dead and gone and passed tonight

Just close your eyes
The sun is going down
You'll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I'll be safe and sound

Don't you dare look out your window darling
Everything's on fire
The war outside our door keeps raging on
Hold onto this lullaby
Even when the music's gone
Gone

Just close your eyes
The sun is going down
You'll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I'll be safe and sound

Just close your eyes
You'll be alright
Come morning light,
You and I'll be safe and sound



Awalnya saya hanya tahu lagu Eyes Open sebagai OST Hunger Games yang dinyanyikan Taylor swift, ternyata ada lagu Safe and Sound. Dengan segala kelaparan saya terhadap segala hal mengenai Hunger Games saya mencari video lagu itu dan wow, videonya keren. Awalnya saya kagum dengan gaun yang dipakai oleh Taylor, lalu kagum dengan tempat yang dipakai syuting itu. Keren, itu tempat dimana, boleh lah dipakai buat foto pre wedding. Itu sepertinya kalau calon suami saya sebangsa volturi baru tempat itu pantas dijadikan tempat foto pre wedding. Haha. Dan yang tidak kalah keren, adalah efek kebakaran di sekeliling tempat syuting video. Seolah menegaskan lirik Don't you dare look out your window darling, everything's on fire.

Rasanya lagu ini didekikasikan untuk Rue. Saya tidak terlalu wow dengan tokoh Rue, meski rata-rata penggemar Hunger Games akan menyukai Rue. Tapi saya tidak menyukainya karena Rue menjadi kelemahan Katniss. Orang yang membuat Katniss menunjukan kelemahannya. Sama seperti Primrose.


Well, saya tetap suka lagu ini. Dan makin kagum saja dengan Taylor Swift. Ekspresinya ketika menyanyikan lagu ini, euzz banget.

Ini behind the scene video klip Safe and Sound

Sexy, Free & Single! Make My Sister Crazy

Sexy, Free & Single - Super Junior [Download]

[All] Every single day I try
Jeongmal geoui da wass-eo
We get closer to a good time
Silyeondeul-e Say goodbye
Oh!

[Siwon] Sexy, Free & Single
Ijen junbineun wanryo
Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo

[Donghae] Hei nuguna swibsali gajneun geon
Jaemieobsjanh-a~ jom deo nopge sege lalalalalala
[Kyuhyun] Wieseo bwa gyeondyeonaen jaga kkaedadge
Doeneun geos jom deo beotyeo beotyeo lalalalalala

[Sungmin] Nae saram-a saram-a nal deo mid-eojwo
Nan deudieo Wake up sumyeon-wilo
[Ryeowook] Gin silyeon-e deo gip-eojyeo nadawojyeo
Ijen Upgrade da-eum dangyelo naga oh

[All/Eunhyuk] Sum-i chage dallyeowa meosjige kkeutnaen
Geudae Have a good time, oneulmankeum Party time
[All/Leeteuk] Gaseum-i yodongchineun seungrireul mas bwa
Ijeneun Have a good time, nuga geudael maggena oh

[All] Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo
Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo oh
Yeogsi bullihan hwagryul-e majseo
Geobnaeji malgo
Yeogsi bullihan hwagryul-eun
Kkeutdo an bwado Bingo oh

[Eunhyuk] Mugeobdago museobdago pogihajineun ma
Ijebuteoga jinjja nananananana
[Yesung] Nuguna hanbeonjjeum da gyeokk-eo boneun geoppun
We fail, We lose, To win
Dulyeowohaji mal-a

[Donghae] Nae saram-a saram-a nan deo
Ganghaejyeoss-eo Yeah! deudieo uri, Time for romance
[Kangin] Deo meosjin kkum-eul hyanghae tto nal-agagess-eo
Dasi Upgrade jikyeobwa, matgyeobwa
[Sungmin] Nan jeomjeom daedamhae jineungeol
[All] Sexy, Sexy, Sexy
[Ryeowook] I geochin sesang-eul maju han chae ([Kyuhyun] Too hot)
[Leeteuk] Junbidoen jaman aneungeol
[All] Sexy, Sexy, Sexy
[Kyuhyun] Yeogin kkeutdo eobsneun byeonsumankeum Have Fun!

[All/Siwon] Sum-i chage dallyeowa meosjige kkeutnaen
Geudae Have a good time, oneulmankeum Party time ([Yesung] Party Time)
[All/Shindong] Gaseum-i yodongchineun seungrireul mas bwa
Ijeneun Have a good time ([Yesung] good time), nuga geudael maggena oh

[All] Sexy, Free & Single
Nan jom gwaenchanh-eun namja
Sexy, Free & Single
Neon jom daedanhan namja oh
Yeogsi bullihan hwaglyul-e majseo
Geobnaeji malgo
Yeogsi bullihan hwagryul-eun
Kkeutdo an bwado Bingo oh

[Yesung] I sesang kkeut-eseo
Tto han beon sum-eul dolligo
[Kyuhyun] Nal jikyeojun saram sojunghan mid-eum-eul
Ganjighae gidaehaedo joh-a
Let's go

[All] Sexy, Free & Single ([Kyuhyun] Oh oh! )
I'm ready too, Bingo ([Kyuhyun] Yeah! )
Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo ([Kyuhyun] Oh Yeah! )
Sum-i chage dallyeowa meosjige kkeutnaen
Geudae Have a good time ([Yesung] Geudae Have a good time), oneulmankeum Party time ([Yesung] Party Time)
Gaseum-i yodongchineun seunglireul mas bwa ([Kyuhyun] seunglireul mas bwa)
Ijeneun Have a good time ([Kyuhyun] good time), nuga geudael maggena oh ([Kyuhyun] Oh! )

[Siwon] Sexy, Free & Single
I'm ready too, Bingo


Pagi-pagi adik saya sudah rame menanyakan cara download video di youtube, dengan tiga perempat mengantuk saya menjelaskan cara download tanpa peduli apa yang dia download. Jam 8 pagi ketika mata saya sudah benar-benar terbuka saya baru tahu kalau ternyata dia tengah mendownload MV Sexy, Free & Single milik Super Junior yang baru dirilis SM Entertainment malam tadi. Hoh, dasar abege.

Tengah hari dia marah-marah karena ternyata netbook-nya tidak bisa membuka file .webm (huahahahaa). File itu hanya bisa dibuka di notebook saya, tanpa pikir panjang dia memukul-mukul netbook-nya sendiri. Tidak saya halangi, toh itu bukan punya saya. Sampai akhirnya dia hanya menonton video berdurasi 3 menit 48 detik itu di netbook saya sambil berkata. "Pokoknya seharian saya ingin lihat video ini."

Istighfar, nak. -_________-

Ini video yang bikin adik saya jerit-jerit ga jelas.

17 Again! What I'ld do?

Tadi saya baru baca tentang lomba cerpen, ada kategorinya. 12-16 anak-anak, 17-20 remaja, dan 20 ke atas berarti dewasa. Setelah dipikir-pikir, ternyata saya sudah 20 tahun. Jadi, saya masuk kategori dewasa. Saya langsung berpikir betapa tuanya saya, adik perempuan saya malah berpikir, betapa kecilnya tubuh saya dengan umur 20 tahun.

Saya tidak pernah menyesali umur saya yang makin tua dan umur belasan yang sudah dilewati itu. Yeah, semuanya menyenangkan jika kita ingin memikirkannya dengan menyenangkan. Meski kadang saya juga berpikir betapa banyaknya target saya yang molor di umur 20 ini. Dengan semua usaha yang nonsens itu tidak akan mengherankan dan saya tidak berpikir untuk berharap kembali ke umur 17 seperti Zac Efron.

Who is he?

Zac Efron adalah aktor keturunan Yahudi (terus?) yang saya tahu di film High School Musical. Saya suka film itu karena tokoh utamanya saya banget, pasangan si cerdas dan si jago basket. Tapi bukan film itu yang sedang ingin saya bahas. Tapi film berjudul 17 again yang dirilis pada tanggal 17 April 2009, tepat di ulang tahun saya yang ke-17. Yeah. Kebetulan.


Tageline dari film ini adalah 'who says you're only young once?', bercerita tentang Zac Efron sebagai Mike O'Donell yang sangat jago main basket. Banget. Kemudian mimpinya untuk mendapatkan beasiswa karena kejagoannya itu pupus ketika mendengar kekasihnya, Scarlet, hamil. Dengan sepenuh hati dia memilih Scarlet dan anak yang dikandungnya sebagai masa depannya. Bukan basket.

Dia menyesal mengabaikan basket, tentu saja. 16 tahun berlalu dan dia merasa kehidupannya telah salah arah. Sampai Mike bertemu dengan seorang 'pembimbing rohani' yang membuatnya kembali ke umur 17, bersekolah kembali di tempat yang sama dengan anak-anaknya sebagai Mark Gold, dengan seorang ayah palsu temannya sejak SD, Ned Freedman. Dan cerita pun berlangsung seru.

Pelajaran yang bisa diambil dari film ini adalah saat Mike sebagai Mark Glod baru menyadari keadaan anak-anaknya di sekolah. Anak wanitanya berpacaran dengan seorang arogan di sekolah. Anak lelaki yang dibanggakannya ternyata hanya pecundang di sekolah. Nah kan, betapa orang tua harus lebih tahu tentang anaknya. Masa iya kita harus menjadi teman satu sekolah mereka untuk mengenal anak kita lebih sendiri.

Lalu mengenai sikap orang tua yang merasa tahu apa yang harus dilakukan anaknya. Itu terkadang tepat, karena orang tua kita hidup jauh lebih lama daripada kita. Orang tua kita pernah berumur 17 tahun dan mestinya memang tahu apa yang dialami anak usia 17 tahun. Hal tersebut ditunjukan pada adegan dimana guru di kelas Maggie, anak Mike, mengajarkan mengenai seksualitas dan membagikan semacam alat kontrasepsi karena sang guru menyadari anak umur 17 tahun tidak bisa ditahan untuk tidak berhubungan seksual.

Mike (Mark Gold) yang dulu pernah melakukan kesalahan dengan Scarlet hingga Scarlet hamil memberitahu mereka, bahwa kita harus benar-benar melakukan hal tersebut hanya karena cinta dan hanya dengan orang yang kita cintai. Saya lupa kata-katanya, yang jelas dia memberi bayangan kepada teman-teman sekelas tentang perasaan seseorang yang menyadari ada seorang anak hasil berhubungan dan anak itu akan menjadi malaikat yang dicintai, dijaga saat tidur.

So sweet.

Yang terakhir adalah mengenai kesempatan. Yep, Mike O'donell diberi kesempatan untuk menjadi berumur 17, awalnya ia berpikir kesempatan tersebut untuk memperbaiki hidupnya sendiri, tapi ternyata dia sadar yang harus dia lakukan adalah memperbaiki kehidupan anak-anaknya. Dan ketika perceraian sudah di depan mata, lalu tawaran beasiswa dari tim basket akan diraih saat tubuhnya terperangkap di usia 17. Apa yang harus dilakukan?

Akhirnya Mike O'Donell sadar, dia memang butuh kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Bukan kesempatan kedua untuk mendapatkan beasiswa dari tim basket tapi kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungannya dengan Scarlet. Karena dia sudah memutuskan bahwa Scarlet dan keluarganya adalah masa depannya, bukan basket. Maka, Mike menyadari bahwa kesempatan kedua itu bukan kembali ke umur 17 tahun tapi kesempatan kedua adalah saat umurnya sekarang, memperbaiki hubungannya dengan Scarlet.

Ya, setidaknya itu yang saya dapat dari film ini. Saya bagi trailernya saja disini.

Nikita - Maggie Q, Obrolan di Tronton

Berawal dari obrolan mengenai novel-novel Dan Brown, Sarita yang suka kemakan sama omongan saya tiba-tiba jadi menyukai segala hal yang menyangkut konspirasi, termasuk freemason, illuminati, dan sejenisnya. Saya yang memang kerjaannya kebanyakan baca dan nonton, jadi agak tahu lebih banyak mengenai hal itu. Dan Sarita nagih cerita lebih banyak.

Ketika perjalanan menuju Ciwidey, acara LDKO, saya dan Sarita kebetulan satu mobil. Satu tronton. Saya duduk diantara Ikhwan dan Sarita. Tidak ada lagi yang bisa diceritakan. Semua yang saya tahu mengenai novel dan Brown, mengenai konspirasi Yahudi, mengenai jejak Freemason di Indonesia, semuanya sudah saya ceritakan. Akhirnya saya ceritakan mengenai Hunger Games dan Battle Royale (bosan memang, di blog aja udah sering). Ikhwan yang tadinya setengah tidur tiba-tiba ikutan nimbrung. Jadilah kita ngobrolin film-film yang kita suka. Dari obrolan itu, saya dapat 1 novel dan 1 TV series yang akan saya cari. Sekuel novel immortal dan TV series Nikita.

Di perpustakaan baca Buku saya sudah menemukan sekuel novel Immrotal, tapi belum saya pinjam karena saya sedang menamatkan buku lain. dan TV series Nikita sudah saya dapatkan dari Ikhwan, tapi belum saya tonton. Sibuk.

Ini dia para pemeran di TV series Nikita.


Jadi ingat ketika saya ngekopi ini TV Series di gazebo. Ria tiba-tiba nyamperin dengan keingintahuannya yang biasa.

"Ngekopi film apa?"

Ingin rasanya bilang lihat aja sendiri. Haha. Akhirnya saya iseng bilang, "Film Nikita. Nikita Mirzani."

Wew, semoga dia ga tahu kalau Nikita Mirzani adalah pemeran film Nenek Gayung.

"Film apa itu?"

"Bukan, deng, film Nikita. Nikita doang, ga pake Mirzani, ataupun Willy."

"Pasti bukan tontonan Iya." Kata Ria.

Ya, siapa peduli. Saya ini yang mau nonton. Karena diburu-buru oleh Ria, saya ngekopi TV Series itu hanya sebagian saja. Ya, nanti juga ketemu lagi sama Ikhwan.

Sampai akhirnya ketika di kosan Ria, dia penasaran dengan TV Series Nikita itu karena saya bilang ini film Hollywood cuma pemainnya setengah blasteran Amerika-Vietnam, artis Asia tapi juga main di film Mission Impossible III, betul ya?. Akhirnya dia nonton dan keesokan harinya dia terus-terusan nagih.

"Sar, mintain lanjutannya ke Ikhwan dong."

Ezzzzzz -_________-

Seperti biasa, ini trailernya ^_^

Eyes Open - Katniss in The Song Taylor

Eyes Open - Taylor Swift Download

Everybody's waiting
Everybody's watching
Even when you're sleeping
Keep your ey-eyes open

A tricky thing
As yesterday we were just children
Playing soldiers
Just pretending
Dreaming dreams with happy endings
In backyards, winning battles with our wooden swords
But now we've stepped into a cruel world
Where everybody stands to keep score

Keep your eyes open

Everybody's waiting for you to breakdown
Everybody's watching to see the fallout
Even when you're sleeping, sleeping
Keep your eyes open
Keep your eyes open
Keep your eyes open

So here you are, two steps ahead and staying on guard
Every lesson forms a new scar
They never thought you'd make it this far
But turn around, they've surrounded you
It's a showdown, and nobody comes to save you now
But you've got something they don't
Yeah you've got something they don't
You've just gotta keep your eyes open

Everybody's waiting for you to breakdown
Everybody's watching to see the fallout
Even when you're sleeping, sleeping
Keep your eyes open
Keep your eyes open
Keep your eyes open

Keep your feet ready
Heartbeat steady
Keep your eyes open
Keep your aim locked
The night goes dark
Keep your eyes open

Everybody's waiting for you to breakdown
Everybody's watching to see the fallout
Even when you're sleeping, sleeping

Keep your eyes open
Keep your eyes open
Keep your eyes open
Keep your eyes open


Masih demam Hunger Games bagi saya. Gara-gara saya belum baca Mockingjay, sekuel ketiga sekaligus terakhir dari Hunger Games. Tapi memang, lebih karena alasan apapun, saya menyukai sekuel ini. Oya, kemarin saya baru selesai download film Battle Royale, belum ditonton, serem.

Mengenai lagunya, eh penyanyinya dulu deng. Saya tahu Taylor Swift di lagu Romeo and Juliet, karena lagunya enak dan gampang dihapal. Lalu dia pernah muncul di film Hannah Montana, dan akhirnya saya suka Taylor Swift karena lagunya yang berjudul Mean.

Mengenai soundtrack film Hunger Games dengan judul Eyes Open ini, dalem pastinya. kalimat dari keep your eyes open ini bisa disamakan dengan pesan Haymitch, satu-satunya pesan Haymitch. Tetaplah hidup. Atau bisa juga berarti kewaspadaan, dimana itu adalah hal yang sangat dibutuhkan di Hunger Games.

Tepat sekali. Lagu ini begitu Hunger Games. Begitu mencekam. Sangat fight. Tidak seperti OST Breaking Dawn, A thousand year, yang lebih romantis dan bisa dinyanyikan di acara pernikahan, meski isi filmnya juga fight. Tapi lagu eyes open ini cocok dinyanyikan ketika perang. Mungkin di kedua film sisanya, Hunger Games akan membuat soundtrack yang lebih romantis. Apapun itu, saya suka.

Pertama kali memahami lirik lagu Eyes Open, rasanya seperti membaca kembali novel Hunger Games dan mendengarkan perasaan Katniss Everdeen di arena. Menceritakan dari awal Katniss membicarakan mengenai Hunger Games bersama Gale di hutan sampai dia berada di arena. Wah, keren, keren, keren, ini lagu.

Di lagu ini, lirik yang paling saya sukai, yang buat saya Katniss banget adalah ...and nobody comes to save you now. But you've got something they don't. Yeah you've got something they don't. Yep, memanah, bertahan hidup saat lapar, dan tidak ingin menjadi pion dalam permainan yang dimiliki oleh Katniss.

Bagi saya Taylor Swift sukses menyanyikan lagu yang Katniss banget. Bravo!

Belum ada videonya, di akun Youtube Taylor Swift hanya ada liric version. Tak apa.

Perempuan Berkalung Sorban dan Persatuan Islam

Baca-baca Blog Orang (Lagi)

Kali ini blognya Aluna Sagita Gutawa a.k.a Gita Gutawa di http://gitagut.blog.com. Awalnya gara-gara saya lagi hobi twitteran, kebetulan kemarin yang jadi TTI adalah #RadityaDikaVerified, maksudnya adalah akun twitternya Raditya Dika (@radityadika) diverifikasi dengan tanda centang biru. Kok bisa? Ya, ga tahu. Mungkin karena follower-nya banyak. Terus saya ngecek siapa aja artis Indonesia yang udah diverifikasi di twitter dan muncullah akun @gitagut. Di akun twitternya Gita Gutawa, memperkenalkan blognya.

My personal official blog. 100% me.

Memang kelihatan yang ngurus blog itu Gita Gutawa yang asli. Keren kan ya artis rajin nulis di blog. Kalau Raditya Dika emang kerjaan awalnya di blog, jadi wajar kalau dia dituntut untuk ngisi blognya, tapi akhir-akhir ini saya lihat blog Raditya Dika belum apdet juga, masih dengan Papaya Song-nya. Entahlah.

Jadi, kita bahas lagi blog Gita Gutawa saja. Avatar di twitter dan di blognya sama, yaitu siluet Gita Gutawa. Lucu banget. Ini avatarnya.


Lucu, ya, ya, ya.

Bukan cuma itu yang bikin saya kagum. Isi blognya inspiratif, secara orangnya pan inspiratif juga. Bercerita mengenai perkuliahan dia di Birmingham, Inggris. Alasan dia ngambil jurusan ekonomi. Proyek dia bikin lagu Kidung Abadi. Gimana kangennya dia sama nyanyi. Dan segala sesuatu yang bisa bikin dia jadi wise.

Tapi bukan cuma cerita tentang perkuliahannya yang bikin kesemsem. Tutur tulisannya juga rapi. Yaaa ... ga semua orang hebat pintar berkata-kata di tulisan kan. Dan ya, dulu saya tidak menggemari Gita Gutawa yang nari-nari kegirangan Doo Be Doo Bae, apalagi karena umurnya setahun di bawah saya. Kalau nggak salah. Tapi gara-gara tulisan-tulisannya saya jadi suka sama si Aluna Sagita Gutawa ini.

Berikut saya kutip dari A Welcome Greeting blognya Gita.

Saya akan berusaha menulis segala hal yang jujur tentang saya, apa yang saya alami, apa yang saya rasakan. Semua informasi yang ingin share lebih banyak dengan kalian semua, yang tidak bisa saya share di twitter karena max. 140 charactersnya. :p Saya menghargai kalian yang sudah menyempatkan waktu untuk mampir ke blog saya ini, untuk lebih mengenal saya. Saya juga akan berusaha untuk nge-post sesering mungkin – Insya Allah – karena jadwal kuliah saya pun juga belum sibuk-sibuk banget. Bersiap-siaplah! :)

Rute Kendaraan ke Kemenpora

Nanti tanggal 8 Juni saya mau ke Kemenpora tapi ga tahu jalan. Saya copas dulu disini, ga ada pulpen soalnya. Iya, saya tahu ini geje -___________-

Ini nyari di google lama amat, seingat saya, saya pernah ke Kemenpora pas mau aksi, tapi dimana .... Ga jelas.

Akhirnya, ini dia alamtnya:

Jl. Gerbang Pemuda No. 3, Senayan,Jakarta Pusat 10220,Indonesia
DKI Jakarta

Lalu searching rute kesana...

Akhirnya saya menyerah dengan kerumitan google maps dan juga Trayek Terminal Lebak Bulus. Kita lewat jalur normal saja, SMS orang.

Balasan dari kakak perempuan saya yang tinggal di Bogor sejak TK. Ngakunya sih anak gaul.

Naek bus ke Rambutan, dari Rambutan naek busway yang ke arah Slipi atau Grogol, terus nanti ke keneknya tolong turunin di halte Senayan. Mau ngapain kamu kesana??

Saya tahu ini tulisan random banget.

Ananda Omes dan Mama Cake Movie

Hari ini kita sampai sore di kampus buat simulasi hari pertama LDKO. Dan hari ini juga ternyata di teater keperawatan ada "Mama Cake Goes to Campus". Itu adalah film dari Falcon Picture. Dan pemeran utamanya adalah Ananda Omes, itu artinya Omes akan datang ke keperawatan. Yapz, heboh.

Tepat setelah sholat ashar, saya lihat Omes keluar dari tempat parkir.

Aaaaaaah, Omes .... Ga berani mau teriak gitu juga. Dandanan saya kayak anak pesantren gini, mana iya teriak-teriak manggil artis.

Omes jalan melewati saya yang diam di gazebo, terus saya ikutin karena saya juga mau ke aula yang bersebrangan sama teater. Ternyata dia dan rombongannya diem dulu di teras L3. Wew, papasan. Putih amat dia, dari jauh aja saya silau lihatnya. Papasan di L3, ternyata saya disapa sama staff Falcon. Haha, tadi kita sempat ngobrol di kantin jadinya udah kenal.

Dan akhirnya dia, Omes, ke kamar mandi. Ke toilet cowok FIK. And you know what, cewek-cewek keperawatan yang lagi ngumpul di aula langsung mengerubuti pintu antara pintu aula dan pintu toilet cowok. Norak, memang.

Dan lucu banget terus-terusan mengenang ini toilet cowok yang pernah dimasukin Omes.

Terus urang kudu salto .... -___________-


Lebih karena kehadiran Omes, saya memang tertarik untuk menonton Mama Goes to Campus. Sayangnya, simulasi LDKO membuat saya tertahan di aula. Beberapa jam kemudian, karena memang simulasi tersebut tidak efektif, saya dan Hanna langsung masuk ke dalam teater. Sudah ada Omes disana, film Mama Cake pun sudah selesai diputar. Hiks.

Saya masuk ketika sesi tanya jawab sedang berlangsung. Beberapa pertanyaan yang dianggap menarik mendapatkan kaos Mama Cake. Huaa, mau. Tapi saya tidak bertanya karena satu-satunya pertanyaan saya adalah 'Filmnya kayak apa sih?' dan saya tidak mungkin menanyakannya karena jelas-jelas seisi ruangan sudah menonton film tersebut.

Beberapa hal yang saya tangkap dari tanya jawab tersebut adalah:
1. Film ini komedi-agamis
2. Film ini mengandung konspirasi beberapa unsur keagamaan, dari warna, nomor, dan huruf.
3. Film ini diambil dari kisah nyata. Kisah sutradaranya.
4. Film ini belum ditayangkan di bioskop. Jadi, tadi nonton gratis di teater gitu. Ommo T.T
5. Omes kenapa gondrong tapi beberapa hari kemudian janggutan. Ya, saya memikirkannya.

Oya, terima kasih kepada admin @mamacake_movie dan sutradaranya yang saya lupa akunnya yang sudah meretweet tweet saya tentang fim ini. Dan Omes yang saya tahu males banget harus dipanggil cuma buat foto bareng, tapi ya sudah lah ya da udah.

Sebenarnya saya teratrik dengan film ini. Tapi, ketertarikan saya terhadap film Indonesia memang sebatas beli DVD bajakannya atau nunggu tayang di TV. Hee. Ini saya dapat trailernya dari Falcon Picture.

Enjoy.

Statistik Bulan Ini

Iseng-iseng buka statistik di blogger. Soalnya kenaikan pengunjung di blog saya lumayan drastis, 10.414. Maklum, kesambet peri blogging.

Post statisik. Terbanyak dikunjungi.

1. Teaser Film Perahu Kertas
Cari aja di categories film atau buku, pasti ada. Saya belum lama mempostingnya, saya posting pake laptop saya di saat-saat terakhir. Wajar kalau banyak yang mengunjungi, Perahu Kertas kan lagi hot.

2. Butterflies in My Stomach
Baru 2 hari saya posting, pengunjungnya sudah banyak. Mungkin karena saya membagikan link-nya ke orang yang saya kenal. Lalu karena isinya menohok seseorang, mungkin disebarluaskana lagi. Entahlah.

3. Bizarre Love Triangle [Hunger Games VS Twilight Saga]
Lagunya lagi digemari. Filmnya lagi digandrungi. Novelnya lagi disukai. Wajar kalau banyak pengunjung di blog ini. Meski masih kalah dengan kehebohan butterflies in my stomach.

4. Keperawatan Komunitas: Determinan Kesehatan
Ini tugas kuliah saya. Tugas satu kelas. Setelah saya posting ini, besoknya saya lihat teman-teman saya bawa tugas sama persis dengan yang saya tulis di postingan ini. Wew.

5. Totalitas dan Pengoptimalan Diri untuk Menjadi Keluarga Mahasiswa yang Berkulitas
Ini tulisan udah basi banget, setahun lebih. Isinya juga biasa aja. Ga tahu kenapa bisa ada di posisi ke lima.

6. Zohrah itu Venus (Bintang Fajar-Bintang Senja)
Ini juga tulisan lama, tapi banyak yang komentar. Mungkin karena penasaran darimana saya dapat nama zohrah

7. Perbandingan Battle Royale dan Hunger Games
Dua film yang lagi ramai diobrolin di kaskus. Karena keduanya mirip. Saya ulas dengan lebih simpel dan perpoin.

8. A Thousand Year
Cuma lirik lagu dan link download. Tapi lagu ini kan emang lagi ngetren.

9. Ingatan Tentang Kalian
Puisinya Dewi Lestari. Saya juga ga sengaja masukin ke blog.

10. Terima Kasih! Anda Sudah di UNREG
Ini ga tahu. Padahal baru posting hari ini tapi udah masuk sepuluh besar.

Kata kunci yang mengantar mereka ke blog saya.

1. Bintang timur
Pasti mereka masuk ke postingan Zohrah itu Venus (Bintang Fajar-Bintang Senja). Semoga setelah ini tidak ada yang pake landihan zohrah dimana-mana.

2. Kesimpulan dari lagu triangle
Di postingan tentang Bizarre Love Triangle emang aku ngulas tentang ini lagu. Sukur-sukur dia bisa nangkep maksud saya. Eh, tapi yang dia cari lagu triangle ya bukan bizarre love triangle.

3. Mengapa venus dijuluki bintang senja
Mmmh, pantesan postingan lama itu masih banyak dikunjungi. Ternyata venus banyak fansnya.

4. Bintang senja
Ya, bintang senja adalah venus. Buat saya, meski ada yang bilang itu Mars bukan Venus. Oon.

5. Eksistensi kpk
Wah, wah, saya sangat tersanjung ada yang nyari tentang eksistens kpk dan langsung masuk ke blog saya.

6. Mengapprove follower di twitter
No comment. Saya ga pernah posting tentang follower ataupun twitter. Tapi pasang widget follower twitter memang iya.

7. Motivasi ikut bem
Kok ada yang yang cari kata kunci ini. Pasti gara-gara orang yang masuk BEM harus bikin esai mengenai motivasi ikut bem

8. Motivasi masuk bem
Dan ini dia jawabannya kenapa postingan saya yang jadul itu masih jadi hits. Ternyata banyak orang yang nyari kata kunci ini. Dan mungkin saya sedikit dari orang-orang yang posting mengenai motivasi masuk bem.

9. Pengertian gizi pada balita
Saya ga pernah posting mengenai gizi ataupun balita.

10. Penggunaan idiom karya tulis
Ya, ada tentang karya tulis. Esai yang tadinya saya buatkan untuk si bodoh.

Keep reading my blog oke :D, meski ga pernah komentar :P.

Terima Kasih! Anda Sudah di UNREG

2 Panggilan Tak Terjawab

Panggilan Masuk...

Matikan

Tulis Pesan

Saya lagi makan. Apapun yang ingin kamu bilang. Nanti saja. Saya tidak mau merusak selera makan saya.

Mengirim...

1 SMS Masuk

Apa yang kamu mau dari aku? Aku ingin kita selesaikan. Aku mohon... Bisakah kita bertemu untuk berbincang-bincang. Meski sebentar. Aku yakin kita sudah dewasa.
1 SMS Masuk

Intan sudah merelakan dirinya. Dia rela pada keputusan kamu.
3 SMS Masuk

Tolong. Jika aku dapat memohon. Aku akan memohon.
Please, aku pengen ketemu.
Sarah, bisakah kita bertemu? Aku minta sedikit waktu buat kita berbincang-bincang.
1 SMS Masuk

Jika misalnya terus-terusan begini. Kita akan tetap hancur Sarah. Please... aku dan kamu merasakan beban. Demi Tuhan. Jika ini tidak selesai. Kita akan tetap hancur. Waktu tidak akan menjawab hal ini.

1 SMS Masuk


Aku ingin ngobrol lebih banyak. Lebih panjang.

4 SMS Masuk

Sarah. Tolong...

Bisakah kita bertemu hari ini. Jika tidak hari ini kapan lagi.

Sarah yang baik. Sore ini bisa? Aku tidak mau lari lagi.

Please. Jangan terus lari. Sarah yang baik. Tolong...
1 SMS Masuk

Jadi keukeuh ga mau ketemu? Tapi jangan lost kontak lagi ya. Please...

1 SMS Masuk

Sarah, maaf. Tadi kamu nanya mau apa aku ketemu. Aku pengen bilang. Kalau aku sudah bahagia sama Intan. Gak usah balas. Makasih

Balas Pesan

Terima kasih! Anda sudah di UNREG

Mengirim...

Berbicara Tentang Cerpen "Peluk"

Dengan segala kejadian yang saya alami beberapa hari terakhir, mendadak saya teringat cerpen 'peluk' yang ditulis Dee di Rectoverso. Awalnya ini bukan cerpen favorit saya, saya lebih suka cerpen 'cicak di dinding' sampai memutar lagunya berulang kali. Cerpen 'peluk' rasanya terlalu berat buat saya, mungkin karena saya enggan memikirkan konteks 'berpisah' antara dua pasangan yang sudah berjanji sehidup semati.

Tapi hari ini saya bersahabat dengan cerpen 'peluk'. Awalnya saya merasa mellow abis, kenapa mau pisah saja minta dipeluk, bodoh. Tapi ini bukan tentang kecengengan, justru keberanian. Keberanian untuk mengakui bahwa berpisah adalah satu-satunya jalan yang harus dilalui.

Dan saya mengerti sekarang.

Peluk - Dee feat. Aqi Alexa download

menahun, ku tunggu kata-kata
yang merangkum semua
dan kini ku harap ku dimengerti
walau sekali saja pelukku

tiada yang tersembunyi
tak perlu mengingkari
rasa sakitmu
rasa sakitku

tiada lagi alasan
inilah kejujuran
pedih adanya
namun ini jawabnya

lepaskanku segenap jiwamu
tanpa harus ku berdusta
karena kaulah satu yang kusayang
dan tak layak kau didera

sadari diriku pun kan sendiri
di dini hari yang sepi
tetapi apalah arti bersama, berdua
namun semu semata

tiada yang terobati
di dalam peluk ini
tapi rasakan semua
sebelum kau kulepas selamanya

tak juga kupaksakan
setitik pengertian
bahwa ini adanya
cinta yang tak lagi sama

lepaskanku segenap jiwamu
tanpa harus ku berdusta
karena kaulah satu yang kusayang
dan tak layak kau didera

dan kini ku berharap ku dimengerti
walau sekali saja pelukku



Cerpen Peluk - Dee

Ada keanehan yang menyembul keluar dan kini menguasai pikiranku, yang membuat aku berjarak dengan diriku sendiri dan memunculkan satu tanya: mengapa kulakukan ini? Keanehan lain menyusul, yakni jawaban muncul dengan sendirinya tanpa proses berpikir: memang ini jalannya. Itukah yang dinamakan firasat? Menahun sudah aku tahu, hari ini akan tiba. Tapi bagaimana bisa pernah kujelaskan? Aku menyayangimu seperti kusayangi diriku sendiri. Bagaimana bisa kita ingin pisah dengan diri sendiri?

Barangkali itulah mengapa kematian ada, aku menduga. Mengapa kita mengenal konsep berpisah dan bersua. Terkadang kita memang harus berpisah dengan diri kita sendiri; dengan proyeksi. Diri yang telah menjelma menjadi manusia yang kita cinta.

Sedari tadi kamu seperti orang kesakitan, merangkul erat badanmu sendiri dengan mulut terkatup rapat dan rahang mengencang. Aku ingin bilang, aku paham kenapa kamu sakit. Namun tak sepatah katapun keluar. Aku ingin bilang, aku sakit melihat kamu sakit. Namun bungkusan udara ini memberangus mulut kita berdua.

Mengapa kata-kata justru hilang pada saat seperti ini? Saat kulihat kamu butuh penghiburan, nasehat bijak, atau humor segar agar kesedihan ini beroleh penawar? Kemampuan kita berkata-kata menguap. Kemampuanku melucu lenyap. Kebisuan menjadi hadiah kebersamaan kita bertahun-tahun. Aku ingin bilang, berbarengan dengan makin pilunya hati ini, ada keindahan yang kurasakan, dan aku tak mengerti mengapa bisa demikian.

Pandangan mata kita yang sedari tadi berlari-lari mulai berani menemukan satu sama lain. Rasanya kita sama-sama tahu, entah kapan lagi tatapan seperti ini terjalin. Tak mungkin kulupa caramu memandangku, dan tak mungkin kau lupa bagaimana semua ini bermula. Aneh. Pada saat kita hendak berbalik dan menutup pintu, mendadak ruang yang kita tinggalkan memunculkan keindahan yang selama ini entah bersembunyi di mana.

Tanganmu bergerak bimbang seperti ingin meraih tanganku, tapi kau urungkan niat itu. Dua manusia yang sudah bercinta bertahun-tahun dan merasakan setiap jengkal kulit masing-masing, mendadak enggan untuk bersentuhan.

‘Habis ini, lalu apa? Kamu sendirian. Aku sendirian. Buat apa? Kenapa kita tidak berdua lagi saja?’

Suaramu pertama dalam setengah jam terakhir.

Mulutku refleks membuka, ingin menjawab. Tapi tak ada bunyi keluar selain tiupan karbondioksida. Aku tak tahu jawabannya. Aku tidak tahu sesudah ini lantas terjadi apa. Aku tidak tahu kenapa dua manusia yang saling sayang harus kembali berjalan sendiri-sendiri.

Namun kurasa hatimu tahu, seperti hatiku pun tahu. Jika malam ini kita memutuskan untuk terus bersama, itu karena kita tidak tahu bagaimana menangani kesendirian. Aku tidak ingin bersamamu cuma karena enggan sendiri. Kau tidak layak untuk itu. Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukannya ketakutan akan sepi.

‘Apa artinya ‘cinta yang tidak lagi sama’ yang kamu sebut-sebut sejak tadi itu? Memang cinta itu ada berapa macam?’ tanyamu dengan nada meninggi. Air mata yang tadi sudah reda tampak siap-siap melancarkan serangan lanjutan. Entah berapa gelontor lagi yang bakal tiba. Mendadak aku lelah karena harus menjelaskan variasi cinta macam pedagang yang mempresentasikan katalog produk.

Aku tidak tahu cinta punya berapa macam varian. Kau harus bertanya langsung pada hatiku, karena dialah yang satu hari menutup dan berkata: ‘cukup.’ Dia yang berkata: ‘aku tidak lagi jatuh, jalan ini sudah jadi jalan lurus. Teruskan maka aku mati, karena takdirku adalah jatuh. Bukan berjalan di setapak datar apalagi mendaki.’

Hati adalah air, aku lantas menyimpulkan. Baru mengalir jika menggulir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah. Ada gravitasi yang secara alamiah menggiringnya. Dan jika peristiwa jatuh hati diumpamakan air terjun, maka bersamamu aku sudah merasakan terjun, jumpalitan, lompat indah. Berkali-kali. Namun kanal hidup membawa aliran itu ke sebuah tempat datar, dan hatiku berhenti mengalir. Siapa yang mengatur itu? Aku pun tak tahu. Barangkali kita berdua, tanpa kita sadari. Barangkali hidup itu sendiri, sehingga sia-sia menyalahkan siapa-siapa.

Aku ingin mengalir. Hatiku belum mau mati. Aliran ini harus kembali memecah dua agar kita sama-sama bergerak. Sebelum kita terlalu jengah dan akhirnya pisah dalam amarah.

Jadi, aku tidak tahu cinta itu terdiri dari berapa macam. Yang kutahu, cinta ini tersendat, dan hatiku seperti mau mati pengap. Kendati kusayang kamu lebih dari siapapun yang kutahu. Kendati bersamamu senyaman berselimut pada saat hujan. Aku aman. Namun aku mengerontang kekeringan. Dan kini kutersadar, aku butuh hujan itu. Lebih dari apapun.

‘Kamu akan menyesal…’ gumammu lagi.

Mungkin. Kini kita tak mungkin tahu.

‘Enam tahun. Kita akan buang enam tahun itu begitu saja?’ Retoris dan getir, kamu bertanya.

Kamu bukan tisu sekali pakai. Kita tidak mungkin membuang apapun jika kita percaya hati bukan diperuntukkan untuk menyimpan. Otakku merekam dan menyimpan kamu, kita, dan enam tahun ini. Hati tidak pernah menyimpan apa-apa. Ia menyalurkan segalanya. Mengalir, hanya mengalir. Namun kata-kata membeku di ujung mulutku seperti stalaktit dan stalagmit. Tampak dinamis dalam konsep tapi tak bergerak.

‘Ngomong, dong!’ Tiba-tiba suaramu meledak murka.

Bentakanmu seperti aba-aba perwira yang menggerakkan kedua tanganku untuk tahu-tahu merengkuhmu. Refleks yang tak kusangka akan muncul.

Tubuhmu berontak. Kurasakan amarahmu, sakitmu. Kupererat rengkuhanku. Tanganmu meronta, berusaha melepaskan diri. Wajahmu kau tarik menjauh. Segala macam cara kau kerahkan untuk bebas dari pelukanku. Namun aku bertahan.

Rasakan, bisikku dalam hati. Panas tubuh kita berdua mencairkan apa yang sudah beku bertahun-tahun. Rasakan betapa lamanya kita terlelap dan membiarkan aliran itu padam. Begitu terbiasa kita memandangi taring-taring es itu hingga menjadi layaknya aksesoris ruangan, padahal kita sudah mau mati kedinginan, kekeringan. Kamu tak layak didera. Kita tak layak disiksa.

Berangsur, tubuhmu tenang. Otot-ototmu yang tegang mulai melemas, lelah meronta, dan lunglai pasrah dalam pelukanku. Kau mulai menangis. Aku mulai menangis. Lenganmu perlahan mendaki dan balik mendekapku. Kita resmi berpelukan.

Cukup lama tubuh kita terpaut hingga kata-kata yang menggantung beku mulai cair dan mengalir ke dalam darah kita masing-masing. Hatimu tahu, seperti hatiku pun tahu. Nadi kita mendenyutkan pesan-pesan yang tahunan sudah menanti untuk bersuara. Inilah keindahan yang kumaksud. Kejujuran tanpa suara yang tak menyisakan ruang untuk dusta. Sakit ini tak terobati dan bukan untuk diobati. Dan itu jugalah keindahan yang kumaksud. Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.

Hati-hati, lenganku melonggar, melepaskan tubuhmu. Aku tahu aku telah dimengerti, meski sekali saja pelukanku.

Aliran ini memecah. Indah. Meski aku berbalik pergi dan tak kembali.

Memanusiakan Orientasi dan Kaderisasi

Baru saja selesai reporting Kasus 2 Komunitas. Kita akhirnya mengurusi komunitas setelah berlama-lama tenggelam bersama sistem. Respiratori, hematologi, integumen, endokrin, dan lain sebangsanya. Kini kami belajar keperawatan komunitas. Maka alurnya sudah jelas, saya belajar komunitas, dapat nilai A, saya ambil skripsi keperawatan komunitas, kerja di Dinkes, kerja di Menkes. Jalan-jalan ke luar negeri. Huahahaa.

Bukan itu yang sedang ingin saya tulis.

Beberapa hari yang lalu saya baca-baca blog orang. Dan sering saya lakukan. Orang menulis di blog kan untuk dibaca orang juga toh. Kali ini blognya Yogi Febriansyah, saya mengenalnya saat sama-sama memenangkan kompetisi menulis di STMJ, Sekolah Tinggi Menulis Jogja.

Ketika itu dia masih siswa SMK. Sekarang dia sudah menjadi mahasiswa UPI. Seni Rupa. Iya, ya, ada kan Seni Rupa UPI. Ceritanya dia menulis mengenai masa-massa menyebalkan kaderisasi di kampusnya. Entah, ospek atau apa. Tulisan itu berjudul SUMPAH! Ampun PEMUDA dan Babi Terbang, Tolong Gue. Ga tahu deh ya, dia mungkin memang lebih suka peri babi daripada peri lain yang lebih imut.

Saya mau selipin tulisan di blog Yogi yang judulnya SUMPAH! Ampun PEMUDA.

Gue udah di kosan. Tak lama setelah shalat magrib, ada sms kaya gini “Jarkom, semua segera kembali ke gymnas, dipercepat, pentng, gaswat darurat ada komdis”.

Belum gue makan, belum gue sempet lipat sejadah gue. Babi ronda. Apa hubungannya dengan ada komdis atau tidak dikumpulan tadi. Para komdis itu bakalan teriak-teriak total kaya di ruangan gelap gitu? Ayolah teman, jangan jadi budak k****. Ga baik buat janin eh buat batin. Gue yakin, semua yang dapet sms itu bergumam hal negatif.

Antara pengen ketawa, prihatin, dan menghela nafas. Bagaimana tidak, dulu saat saya jadi target kaderisasi, saya juga mencak-mencak kegilaan. Apa-apaan ini?

Dan sekarang, saya jadi senior mereka. Saya jadi panitia kaderisasi. Argh, bakar saja itu babi terbang. Naon, jadi ikut-ikutan si Yogi.

Saya jelaskan saja alur orientasi dan kaderisasi di kampus saya dari awal masuk sampai di tingkat akhir.

1. Prabu (Penerimaan Mahasiswa Baru) dilakukan di tingkat universitas oleh mahasiswa tingkat 1, 2, dan 3. Biasanya dilakukan selama 1-2 hari.
2. PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Care dilakukan di tingkat fakultas oleh mahasiswa tingkat 1 dan 2. Dilakukan selama satu minggu.
3. Mabim (Masa Bimbingan) dilakukan di tingkat fakultas oleh mahasiswa tingkat 3. Dilakukan selama satu bulan dengan pertemuan rutin setiap akhir pekan.
4. LDKO (Latihan Dasar Kepemimpinan dan Organisasi) dilakukan di tingkat fakultas oleh mahasiswa tingkat 2. Dilakukan selama satu bulan dengan pertemuan pra-TM, mid-TM, TM, dan 3 hari menginap di dalam kampus dan di luar kampus.
5. SOL (School of Leader) dilakukan di tingkat universitas oleh alumni SOL, rata-rata mahasiswa tingkat 3.

Awalnya saya tidak ada keinginan untuk menjadi panitia apalah itu kegiatannya. Jadi peserta kaderisasi saja sudah terengah-engah, apalagi jadi panitia. Rrrrh. Tidak di Prabu, tidak di PMB, dan sepertinya tidak pula di Mabim. Tapi tender LDKO sudah diserahkan sepenuhnya pada mahasiswa tingkat 2 saja. Hanya angkatan 2010 yang berjumlah 139 secara keseluruhan. Belum dikurangi yang pasifis, dikurangi yang tidak lulus Mabim, dikurangi yang sibuk di kepanitiaan lain, dikurangi anggota BPM yang menjadi pengawas LDKO. Mengingat hal itu, saya sudah meramalkan, tanpa ikut wawancara pun saya pasti masuk panitia LDKO.

Entah apa yang salah. Di SMP dan SMA, apalagi SD, saya tidak pernah mengalami yang namanya orientasi. Pun kaderisasi. Karena SMP saya di pesantren. Hari pertama sekolah langsung pemiliha Ketua Kelas, tidak ada yang namanya MOS. Di SMA saya telat masuk. Murid baru. Katanya saya harus mengikuti MOS tahun depan, tapi mana bisa, di tahun kedua saya sudah jadi Ketua MPK dan sekretaris OSIS. Apanya yang harus diorientasi dan dikaderisasi coba?

Karenanya saya shock mendapatkan orientasi di Unpad. Tegang, bingung, lebih banyak hal yang menyebalkan. Niat awal adanya orientasi jadi entah apa. Yang ada saya belajar lebih banyak tentang bagaimana caranya mencari alasan kalau melakukan pelanggaran, bagaimana caranya selamat dari bentakan senior, atau bagaimana caranya bersembunyi di punggung orang lain jika ada evaluasi.

-----> bersambung~ ending-nya ngegantung. saya mau simulasi dulu buat jadi MC di TM LDKO. Kang Mawan masih cuap-cuap, cempreng.

Muntahan

Bebaskanlah jiwamu untuk hidup dengan sepenuhnya. Mario Teguh ~

Huaaaaah. Kaki pegal, tangan pegal. Otak juga pegal karena menulis tulisan butterflies in my stomach. Akhirnya saya bagi-bagikan tulisan itu hanya agar pengunjung blog ini bertambah. Haha *ketawa bos*. Semalam pengunjung blog masih 10271, pagi-pagi sudah berubah menjadi 10306. Oke, seharusnya semalam saya lebih mempercantik tulisan itu. Bukan mempersadis. Terbukti, ada yang terganggu. Pasti.

Saya memang jahat. Kalau lagi marah mulutnya ga bisa dijaga. Bukan berarti saya ga ingin berubah. Anggap saja luapan amarah itu hanya muntahan ketika saya mual-mual. Saya termasuk orang yang gampang mual. Ga tahan dingin, terutama. Biasanya saya mual setelah mandi pagi atau saat pulang malam dari kampus.

Biasanya mual itu hilang kalau saya minum air hangat, lalu makan. Tapi pernah suatu hari saya mual, susah sendawa, karena makan terlalu banyak. Ketika itu saya tengah mengerjakan suatu proyek. Sampai lupa makan, lalu lapar, dan makan dengan rakus. Akhirnya perut saya mual dan beberapa saat kemudian, hwek, saya muntah.

Ketika itu saya langsung menulis tweet, 'Ternyata obat mual adalah muntah'.
Dan ternyata teman-teman di twitter saya memang agak miring, semua langsung menganggap bahwa obat yang saya maksud untuk dimakan. Jadi mereka menyimpulkan, kamu mual, lalu muntah, dan muntahan itu kamu makan sebagai obat mual. Cerdas.

Dalam asuhan keperawatan, saya sering menyinggung masalah anoreksia. Bukan kekurangan gizi karena ga ada makanan. Tapi kekurangan gizi karena makanan selalu dimuntahkan. Itu bisa terjadi karena ada organ tubuh seperti jantung, hepar, atau paru-paru membengkak. Misalkan hepatomegali (hepar yang membesar), maka hepar akan menekan abdomen (daerah perut). Tekanan itu akan merangsang mual. Dan ... lalu ... kemudian ... Oh, good, saya benar-benar tidak bisa menjelaskan patofisiologinya.

Oke, lupakan.

Nah, sejak itu saya menganalogikannya kepada perasaan marah saya. Sudah beratus orang yang merasa dirugikan kalau saya marah. Merasa tertekan, pastinya. Mungkin ini semacam penyakit. Jika saya tidak mengeluarkan emosi saya, itu sama saja seperti muntahan yang tidak dikeluarkan. Dan saya akan mual-mual hebat.

Ada yang bilang saya tak dewasa. Ah, yang benar saja. Saya mengenal marah ketika saya beranjak dewasa. Ketika masih kanak-kanak, saya ini bocah yang manis. Pendiam.

Tapi sudah sekitar 4 tahun yang lalu, saya mulai membiasakan diri, ketika saya marah maka saya akan diam. Tapi adakalanya saya tersiksa dan memuntahkannya.

Jadi, lebih dari apapun, saya minta maaf. Sungguh jika saya bisa mengatasi emosi ini lebih baik dari yang teman-teman protesi, akan saya lakoni. Tapi, lupakan, mungkin saya akan sulit berubah.

-----> ketika menunggu dosen, Bu Linlin, di ruang tutor. dan memikirkan apa yang akan saya muntahkan besok sore.

Ingatan Tentang Kalian


Rancabango Kambek

Perbandingan Battle Royale dan Hunger Games

A Thousand Year

Christina Perri - A Thousand Year [Download]

(Verse 1)
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid
To fall
But watching you stand alone
All of my doubt
Suddenly goes away somehow

One step closer

(Chorus)
I have died everyday
waiting for you
Darlin' don't be afraid
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more

(Verse 2)
Time stands still
beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything
Take away
What's standing in front of me
Every breath,
Every hour has come to this

One step closer

(Chorus)
I have died everyday
Waiting for you
Darlin' don't be afraid
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more

And all along I believed
I would find you
Time has brought
Your heart to me
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more

One step closer
One step closer

(Chorus)
I have died everyday
Waiting for you
Darlin' don't be afraid,
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more

And all along I believed
I would find you
Time has brought
Your heart to me
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more

Kasus 1 Keperawatan Komunitas A'2010

Bizarre Love Triangle [Hunger Games VS Twilight Saga]

Surveilance dan Kejadian Luar Biasa (KLB)

Untuk mendapatkan makalah lebih lanjut mengenai Surveilance dan Penanggulangan KLB (Kelas A'2009 FIK Unpad), klik disini.

Surveilance
Surveilance adalah suatu kegiatan pengamatan terus menerus terhadap kejadian kesakitan dan faktor lain yang memberikan kontribusi yang menyebabkan seseorang menjadi sakit.

Hitungan Epidemiologi Penunjang Keperawatan Komunitas

UKURAN-UKURAN EPIDEMIOLOGI
1. UKURAN MORBIDITAS
Ukuran atau angka morbiditas adalah jumlah penderita yang dicatat selama 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun
Angka ini dapat digunakan untuk menggambarakan keadaan kesehatan secara umum, mengetahui keberahasilan program program pemberantasan penyakit, dan sanitasi lingkungan serta memperoleh gambaran pengetahuan pendudukterhadap pelayanan kesehatan
Secara umum ukuran yang banyak digunakan dalam menentukan morbiditas adalah angka, rasio, dan pororsi

Keluarga Terbaru yang Udah Lama

Foto-foto di Jonas, Jl. Banda no. 38 yang bikin saya nyasar sampe rasanya paru-paru ini hendak meledak.

Abstrak








Keputihan...


Menghitung Angka Kelahiran Kasar, Kematian Kasar, Pertumbuhan Alami, dan Pertumbuhan Total

Jumlah penduduk pada tahun 2005, 200.000 jiwa, jumlah bayi 125, jumlah meninggal 95, imigrasi 75 dan emigrasi 63, hitunglah angka kelahiran kasar, kematian kasar, pertumbuhan alami, pertumbuhan total, angka pertumbuhan, pertumbuhan pada tahun 2007!

Jawab:

Menghitung Harapan Hidup [www.news-medical.net]

Titik awal untuk menghitung harapan hidup adalah angka kematian usia tertentu dari anggota populasi. Sebuah model yang sangat sederhana dari usia kematian spesifik menggunakan fungsi Gompertz, meskipun hari ini metode yang lebih canggih yang digunakan.

Dalam kasus dimana jumlah data yang relatif kecil, metode yang paling umum adalah untuk menyesuaikan data ke rumus matematika, seperti perpanjangan dari fungsi Gompertz, atau untuk melihat di meja kematian ditetapkan sebelumnya diturunkan untuk populasi yang lebih besar dan membuat penyesuaian sederhana untuk itu (misalnya kalikan dengan faktor konstan) agar sesuai dengan data.

Dengan sejumlah besar data, satu melihat pada angka kematian sebenarnya mengalami pada usia masing-masing, dan berlaku smoothing (misalnya dengan splines kubik) untuk besi keluar setiap fluktuasi statistik tampaknya acak dari satu tahun usia ke yang berikutnya.

Tingkat dan Bentuk Intervensi Keperawatan Komunitas

1. Tingkat pencegahan intervensi keperawatan meliputi:

Prevensi primer ditujukan bagi orang-orang yang termasuk kelompok risiko tinggi, yakni mereka yang belum menderita tetapi berpotensi untuk menderita DM. Perawat komunitas harus mengenalkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya DM dan upaya yang perlu dilakukan untuk menghilangkan faktor-faktor tersebut. Sejak masa prasekolah hendaknya telah ditanamkan pengertian tentang pentingnya latihan jasmani teratur, pola dan jenis makanan yang sehat, menjaga badan agar tidak terlalu gemuk, dan risiko merokok bagi kesehatan.