Skip to main content

Mengenal Mereka dari Blog-nya

Siang ini saya ada di Garut. Ya, hari Selasa memang kami (A'2010) tidak ada kuliah jadi saya memutuskan untuk pulang karena weekend selalu saya sumbangkan untuk aktivitas organisasi, seminar, pertemuan-pertemuan, dan la la la la sebagainya.

So, saya bawa kerjaan sebenarnya ke rumah. Saya masih harus benerin web kema.unpad.ac.id, sumpah berangkat sekali lah! Lucunya, web ini kita kerjain keroyokan, buat tema yang ngerjain Kang Gempa (Presma Poltek Telkom), dan untuk design-nya dikerjain Kang Sayyidi (Presma saya), saya sendiri bertugas buat ngisi konten-kontennya. Sumpah, pusing, mual, ngantuk, bingung, ga ngerti. Arrrrrgghhhh ... dan saya tidak seharusnya mengeluh.


Yupz, refreshing sebentar dari kesibukan memperbaiki web yang tak terdefinisi itu, saya teringat kemarin lusa saat saya diundang untuk mengisi kontes nasyid keputrian Se-Unpad (dan kami mendapat penghargaan juara 1, yeaaah), ketika itu kami datang teralu awal, aula masih diisi oleh Mbak Asma dan Teh Moi. Ehm, saya perkenalkan dulu mereka berdua. Mbak Asma, bagi para pecinta novel pasti sudah tidak asing lagi, dia Asma Nadia adiknya Helvy Tiana Rosa. Sementara Teh Moi yang memiliki nama asli Almira Aliyannisa adalah mahasiswa FK Unpad angkatan 2006 yang pernah mendapat juara I Mawapres Unpad, juara II Mawapres Nasional, pernah ke Jepang waktu SMA, pernah ke Belanda baru-baru ini, dan pernah pernah yang lainnya. Jadi, dia itu keren ... ^,^

Saya ga terlalu exicted dengan kehadiran Teh Moi, dengan Mbak Asma juga tidak terlalu sih (hehehe so' banget dah), karena memang Asma Nadia tidak ada di daftar penulis favorit saya. Pemaparan mereka mengenai treveller dan backpacker juga tidak membuat saya 'wah' dan itu juga lah yang membuat saya tidak terlalu lapar lagi ikut seminar-seminar. Saya terlalu banyak bermimpi dan lambat dalam action!

Nah, sekarang saya mau fokus nyeritain Teh Moi. Saya pertama kali kenal dia ketika Prabu 2010, dia dibangga-banggakan karena dapet juara II Mawapres Nasional. Keren ... Setelah itu saya tidak terlalu mengikuti lagi sampai saya diminta membuat artikel tentang beliau dan ooh ternyata dia masih dei Belanda. Akhirnya saya tidak pernah menulis apapun tentang dia. Ketika mengikuti seminar dia bareng Mbak Asma, teman saya nyeletuk nanya, "Dia kakaknya Kang Tanri, ya?" (Oh ya??)

Ehm, jadi Tanri itu adalah calon Presma kandidat nomor satu. Saya tidak terlalu mengikuti kegiatan mereka karena saya juga sibuk mengurusi kerjaan saya di BEM sebelum diadili di Kongres. Tapi saya penasaran juga, emang iya ya Teh Moi sama Kang Tanri adik-kakak, perasaan banyak banget ya kakak-adik di Unpad (termasuk saya). Akhirnya saya buka blognya Teh Moi, www.almiraaliya.co.cc, disana banyak banget pelajaran yang saya baca dan saya sangat mengagumi cara menulis beliau. Wajar lah ya, dia suka baca majalah dari kapan tahu. Saya juga cek blognya Kang Tanri, syu130990.blogspot.com, keren ...

Kalau awalnya saya antipati sama mereka berdua (karena emang ga kenal), sekarang saya malah jadi kagum gila sama mereka hanya karena membaca tulisan-tulisan mereka. Dua kakak-beradik calon dokter ini ternyata sangat lihai dalam hal menulis, setahu saya public speacking mereka juga sangat bagus (banget).

Membaca tulisan mereka, saya juga jadi berbenah diri. Sudah menulis apa saya selama ini? Saya bisa menunjukan karakter saya melalui tulisan dan yang saya tahu tulisan saya aneh-aneh, jadi intinya saya aneh? Zzzzzz, yaa apapun itu saya masih tumbuh dan berkembang. Semoga saya mampu belajar lebih keras agar bisa menulis sesuatu yang berkualitas dan menginspirasi.

-,-

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…