Skip to main content

Madre; Bukan Sekedar Adonan Roti


“Madre” berasal dari Bahasa Italia berarti “ibu”. Cerpen berjudul “Madre” memang menjadi karya utama Dee di dalam buku ini, karya yang menjadi “ibu” di dalam buku ini. Bercerita tentang seorang pemuda yang tiba-tiba mendapatkan warisan adonan roti dari orang yang sama sekali tidak dikenalnya. Adonan roti yang selalu dianggap sebagai makhluk hidup oleh orang-orang di sekitarnya. Keganjilan yang justru menumbuhkan kegairahan baru bagi diri pemuda tersebut. Bagi para penggemar roti, hati-hati ya baca Madre saat bulan puasa karena akan terdapat banyak macam roti yang akan diperbincangkan di dalam cerpen yang satu ini. Hihi…

Selain Madre, karya lain di buku Madre ini yang menjadi favorit saya adalah Ingatan Tentang Kalian (puisi yang bercerita tentang persahabatan), Have You Ever? (cerpen yang berkisah mengenai petualangan cinta), Semangkok Acar untuk Cinta dan Tuhan (cerpen yang memaparkan makna cinta dan Tuhan bagi seseorang), 33 (puisi yang mungkin adalah hadiah ulang tahun baggi seseorang), dan Menunggu Layang-Layang (lagi-lagi cerpen mengenai petualangan cinta).

Masih banyak karya Dee di dalam buku Madre ini yang tidak saya sebutkan, tapi patut dinikmati. Entah berapa banyak jempol yang akan saya acungkan kepada Dee untuk ide-idenya dalam membuat cerita dan permainan bahasa, logika, serta sastra yang ia gunakan. Baiklah, akan saya gunakan dua jempol tangan saya untuk memberi penghargaan karena jempol kaki terasa tidak sopan dan bau. Hihi…

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…