Skip to main content

Menarik buka laptop, menarik masuk charger

Ssssst .... saya lagi diliatin Om Indra yang baru beres mandi (jam setengah sepuluh malem, bo). Dia pasti ga nyangka ada spesies orang kayak aku di rumah ini, yang begitu nyampe rumah langsung menuju laptop. Ga ada buka kaos kaki dulu, ga ada bebenah diri dulu ke baju tidur, ga ada minum air putih dulu (padahal asli haus banget), ga ada cuci muka dulu yang udah kucel ga berbentuk, pokoknya pada ga ada lah ya.

Saya kasih tahu ya, tidak selamanya saya seperti ini tapi berhubung hasrat nulis saya lagi di ujung jari ya saya manjain lah untuk saat ini. Dan, ehm, mungkin juga karena radar Aries lagi kenceng banget nangkep sinyal. Tahu kan, radar yang selalu Kugy bicarakan dengan Keenan, itu loh yang bikin kreativitas mati atau hidup secara tiba-tiba. Oke, tahu ataupun nggak itu ga ngaruh.

Oke, ternyata intermezo saya kali ini kembali ga jelas dan kepanjangan. Tapi untunglah, ini bukan artikel ilmiah atau artikel memuakkan lainnya yang bisa membuat saya mati jari sekarang (perlu diketahui bahwa mulai sekarang dan entah sampai kapan, saya tidak suka disuruh, diminta, ditodong, dan apapun bentuknya itu, untuk membuat artikel). Dan kini, saat otak saya tiba-tiba kena petasan semangat untuk menulis, saya pasti akan menulis hal yang tidak penting lagi. Oke ya, ini blogspot, dan saya sudah pernah mengatakannya (pada diri saya sendiri) bahwa blogspot adalah tempat pembuangan tulisan-tulisan saya yang tidak penting, sementara untuk artikel yang ‘lumayan’ layak baca saya posting di kompasiana.

Jadi, apakah saya akan menulis hal aneh yang tidak penting (tentu saja). Tapi apapun itu, jari saya akan tetap menari. Let’s go n baca saja!

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…