Skip to main content

Lomba Cipta Cerita Pendek Pemuda 2011

Deadline: 10 September 2011

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggelar Lomba Cipta Cerita Pendek Pemuda 2011 yang diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada pemuda yang berprestasi dan berbakat dalam bidang sastra. Selain itu Kemenpora juga ingin memberikan ruang, pengakuan, dan penghargaan terhadap pemuda Indonesia atas prestasi, karya, dan kreativitas sebagai inspirasi dan motivasi bagi kalangan pemuda.
Tahun ini, Lomba Cipta Cerpen Pemuda bertema “Ketika Pemuda Membangun Masyarakatnya”.

  • Peserta adalah warga negara Indonesia dari unsur pelajar, mahasiswa, dan pemuda umum berusia 16 sampai 30 tahun.
  • Peserta bebas menulis cerpen dengan judul apa saja, namun isi cerpen harus berkaitan dengan tema lomba.
  • Penulisan cerpen menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta diketik dengan huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1.5, maksimal 20 halaman kwarto. Isi cerpen tidak mendiskreditkan SARA, gender, dan tidak melanggar UU pornografi atau perundang-undangan lainnya.
  • Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) judul cerpen dari karya terbaik. Cerpen yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan di manapun dan dalam bentuk apapun.
  • Lampirkan pula biografi singkat maksimal satu halaman, fotokopi KTP, dan mencantumkan nomor kontak aktif (rumah, kantor, handphone) yang bisa dihubungi. Sertakan juga fotokopi buku tabungan atas nama peserta dan NPWP pribadi karena hadiah akan langsung ditransfer ke rekening pemenang.
  • Batas terakhir penerimaan naskah cerpen dan lampirannya adalah 10 September 2011. Naskah cerpen yang sudah dikirim menjadi hak panitia. Hak cipta tetap ada pada penulis, sedangkan panitia hanya berhak untuk mempublikasikan dalam bentuk buku kumpulan cerpen.
Alamat Pengiriman:
Panitia Lomba Cipta Cerpen Pemuda 2011
Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda
Kementrian Pemuda dan Olahraga RI
Jalan Gerbang Pemuda No. 3 Senayan, Jakarta
Atau bisa juga via email yadanu@ymail.com
Hadiah
  • Tiga pemenang akan mendapatkan hadiah berupa tropi, piagam penghargaan, buku kumpulan cerpen, dan uang tunai
- Juara I : Rp 7 Juta
- Juara II : Rp 6 Juta
- Juara III : Rp 5 Juta
  • Tiga pemenang harapan akan mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan, buku kumpulan cerpen, dan uang tunai
- Juara Harapan I : Rp 3 Juta
- Juara Harapan II : Rp 2 Juta
- Juara Harapan III : Rp 1 Juta
  • Empat belas nominator akan mendapat piagam penghargaan dan buku kumpulan cerpen.
  • Hadiah uang tunai tersebut belum termasuk pajak.
Dewan juri memutuskan 20 cerpen sebagai nominator dan cerpen tersebut akan dibukukan oleh Kemenpora RI bekerjasama dengan Yayasan Dayamuda Nusantara (Yadanu) dan Penerbit Auracitra. Dari 20 cerpen nominator tersebut, Dewan Juri akan memilih 3 pemenang dan 3 pemenang harapan. Pengumuman dewan juri tersebut dapat dilihat di http://www.kemenpora.go.id pada 30 September 2011.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…