Skip to main content

Wajah Pucat Hari Ini (5 April 2011)

Ah, mau menuh2in blog deh kayanya. On d'spot nulis apa yang mau ditulis, bukan karena saya seorang penulis atau pemilik laptop yang bisa internetan (ah ga penting dah). Oh iya, ngomong2 tentang penulis kemarin ketika Radep HRD dan Ukhuwah saya dipanggil penulis sama Kabid Ukhuwah (cikiciw), dia bilang gini, "Kalau tidak salah anak HRD ada yang jadi penulis ya?". Sontak pada ngeliatin aku kan (emang aku buron?), well okelah imej saya di kampus sudah dicap sebagai seorang penulis. So, ga wajar deh kalo ni blog kosong2 aja.



Hemmmpz, sekarang pukul 1.53, konon katanya jam 2 kita ada lecture di ekskom. Ceritanya kita bakal ngebahas kasus keperawatan yang udah dibahas sebelumnya yaitu tentang KANKER PARU. Ah apalah itu namanya aku pusing, gara2nya dari kasus pertama sampe ketiga kerjaan aku SKS terus dan menulis apa-adanya, dan sungguh sangat apa adanya.

Tutorial pun berjalan memusingkan seperti biasanya, aku lebih banyak diam. D-I-A-M. Bukan karena aku pendiam, tapi karena memang tidak ada kata yang nyampe ke otak aku. Lagi dungu ceritanya, meskipun resume udah selesai aku kreasikan tapi aku kaga ngarti isinya (astagfiruloh tobat sarah).

Aku ditegur dosen tutor, katanya kenapa Sarah hari ini beda tak banyak berkicau. Kalau dipikir-pikir minggu kemarin aku banyak ngomong juga kan karena jadi chair (pemimpin diskusi), mana ada chair diem. Jadi kayanya makhluk setutor pada heran dengan keadaan aku hari ini. Sampe ditanya Restu juga, "Kenapa Bebeb?" (hahaha ngarang).

Etiologi lain dari diamnya saya adalah karena saya lagi sakit kepala dan sangat mengantuk .... zzzzzzth . Alasan kedua adalah saya lagi tertekan hiks ... hiks ... hiks ... Ada yang bilang akhir-akhir ini saya terlihat pucat, ada juga yang bilang saya terlihat sumringah. Well, sebenarnya tiap hari juga aku selalu terlihat pucat dan menggemaskan (?) heu, soalnya sering banget yang nyeletuk tentang kepucatan yang nebeng di wajah aku.

Jarang makan, tidur malem, apa emang keturunan zombi?
Hha bukan lah ...

Akhir-akhir ini aku tertekan dengan adegan pulang kampung. Aku kepikiran si Mamah, bukan home sick, aku kaga pernah sick-sickan sama home. Tapi wajah Mamah tuh kebayang-kebayang sampe sekarang. Sederhana sih, dia hanya nanya, "Sanggup ga kalau ga keluar dari keperawatan?"

Aku diam tanpa kicau. Haa apadeeeh.
Umh, ya intinya akhir-akhir ini aku di kampus jadi linglung gara2 ucapan Mamah itu. Ya sudahlah, nanti aku ceritakan lebih lanjut. Si Adrian sudah colek-colek ga jelas ga tau mau ngapain. Nyebelin lagi pake ngeledikn. Siapa Adrian? Nanti aku ceritakan juga lebih lanjut.

Well, ini aja dulu. Aku mau fesbukan aja.

Comments

Post a Comment

Jika tidak memiliki akun di google, wordpress, dan yang lainnya, bisa menggunakan anonymous.

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…