Skip to main content

Tragedi Ujian Siang Tadi


Memasuki UTS, aku diminta untuk mempublikasikan ucapan selamat UTS. Hwidih, UTS aja harus selamat kan. Parahnya, kemalalasan aku sedang memanja ria. Jadi BEM Kema ketinggalan dalam hal ucap mengucap keselamatan itu. Kalah dengan ucapan teman-teman Padjadjaran Intellectual Research dan BPM Kema yang berbunyi;

Selamat Ber-UTS Ria!!!
Yuk terus belajar dan berdoa di Ujian Tengah Semester ini..!!
UTS..?? Ujian Tak Susah
UTS..?? Untuk Terus Senyum
UTS..?? Usaha Tenang dan Sukses
UTS..?? Ujian Tetap Semangat!!
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Jangan menyerah!!! Menyerah berarti menunda masa senang di masa datang (Imam Syafii).

Ujian bukan hanya membuktikan seberapa banyak ilmu yang diserap, melainkan seberapa kuat seseorang melawan tekanana waktu, bosan, psikologis, dan fisik. Dan yang dapat mengatasinya adalah PEMENANG. BPM Kema Unpad mengucapkan; SELAMAT MENEMPUH UJIAN TENGAH SEMESTER. SUKSES SELALU DAN TERUS BERPRESTASI KAWAN!!! VIVA LEGISLATIVA.

Hahaha Viva juga Bang Mahfud.

Nah, ternyata ada juga yang membuatnya dari BEM Kema. Alhamdulillah sekali hehe, saya jadi tertenangkan haha. Saya curiga yang mmebuat tulisan itu teman-teman Deplu yang akan melaksanakan Dialog Interaktif Bersama KPK soalnya bunyinya nyentil-nyentil gitu deh.

Ternyata MENTAL-MENTAL KORUPSI, Berawal dari Menyontek. Mental-mental PEMBAJAK Berawal dari MENYONTEK. TERNYATA MENYONTEK adalah awal dari Mental Perusak Bangsa!
So, Mari kita STOP MENYONTEK!
Selamat UTS Kawan …
Mari SELAMATKAN NEGERI ini dari Kehancuran!
GERAKAN STOP MENYONTEK (GSM) BEM Kema Unpad

Keprok! Keprok! Keprok!

Tapi saya sebenarnya tidak UTS, maksudnya di Fakultas saya memang tidak ada UTS dan juga UAS tapi Ujian Blok. Contohnya nih, semester ini kita ngambil mata kuliah Sistem Respiratori sama Sistem Kardiovaskuler, nah selesai materi Respiratori kita Ujian, terus lanjut ke Kardiovaskuler, selesai materi kita baru ujian lagi. Begitulah selanjutnya.

Yaa, ngomong-ngomong tentang tragedi ujian (mengacu pada judul), dulu ketika kita masih semester satu sempat ada tragedi ujian beberapa mahasiswa dipanggil karena kaskus (kasak-kusuk) ketika ujian berlangsung. Konon dosen tersebut memang sangat idealis masalah ujian hingga masalah semacam ini sangat peka buat dia, Alhamdulillah beliau sedang berbaik hati hingga tidak memperpanjang dan membebaskan teman-teman saya dari cengkraman ga lulus ujian.

Sayakah? Bukan… Meskipun melakukan sedikit kaskus, saya selalu rapi dalam pelaksanaan :D. Lagipula, NPM saya berderet di barisan terakhir, itu membuat tempat duduk saya ketika ujian selalu berada paling belakang. Well, dari hal tersebut kita belajar bahwa jangan menyontek (jika tidak bias secara rapi hehe).

Hari ini, di semester ini, ada kasus lain yang menimpa kamu. Jreng, jreng, jreeeeng… Ketika pengumpulan soal ternyata ada tiga soal yang hilang dan sang dosen mengancam jika soal tersebut tidak kembali pulang ke jalan yang benar maka jawaban satu angkatan tidak akan diproses. Waah, bagaimana ini, saya sudah mengisi soal dengan sepenuh hati begini T.T. Dan yang paling merasa tegang tentu saja mahasiswa-mahasiswa ber-NPM yang disinyalir menghilangkan soal dari tempat duduknya.

Ada tiga soal yang hilang dan yang kehilangan soal adalah NPM pertengahan, sementara saya pemilik NPM akhir jadi saya aman dari penuduhan.

Ya udah lah ya, inalillahi aja buat hari ini. Semua orang bersedih karena jawaban ga kan diproses. Berharap sih itu soal keselip atau ketelen gitu (?) jadi nama baik A 2010 bisa diisolasi sedemekian rupa dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Oke, saya sebenarnya sedang waktu-waktu nyolong Radep Acara Permadani dan tidak jadi Rapat Redaksi Magenta. Sudah ini meluncur kumpul dengan teman-teman Himi Persis dan sore kumpul dengan Departemen Eksternal BEM Kema Unpad.

Malamnya?? Ayo SKS bikin resume Mr. X dengan indikasi TRAUMA THORAKS. Hihihihi.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…