Skip to main content

Telaga Kausar Indonesia


Indonesia Negara makmur
Tak selayaknya menjadi hancur
Konon orang kata tanah surga
Sekarang orang kecam tanah malapetaka

Telaga Kausar Indonesia
Terendam bumi
Sejengkal-sejengkal sesenggukan
Lari menanti diam menjauh
Sedang pokok alam gegap gempita meradang
Teriak riuh menyobek setiap pancaindera

Air terapung naik
Udara mengamuk liar
Tanah membelah gelap

Kita buka mata kita
Tersuguhkan tangis tsunami
Kita buka telinga kita
Terhidangkan kemarahan lahar

Pemuda-pemudi Indonesia
Ulurkan tanganmu
Pemuda-pemudi Indonesia
Langkahkan kakimu
Hingga Indonesia mampu menjemput kembali firdausnya

Teater Keperawatan, 17 Desember 2010

Diikutkan dalam antologi Dalam Estuari Sastra

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…