Search This Blog

Sajak Reofilia



Enyahku pecandu gerimis
Enyahku pecandu gemericik aliran sungai
Enyahku pecandu gelombang danau
Enyahku pecandu pengisi dahaga

Ah, airku alamku
Siapa kata?

Aku tak ingin semuanya begitu saja
Tiba-tiba Kau titipkan pada mereka duka dan air mata
Mengalicau cita yang sudah terpupuk
Mengubur cinta yang sudah tertenun

Tanah Wasior terbelah
Hancur mengeringkan hamparan
Kemana air itu?
Merapi dan Mentawai berebutan melumatkan riang
Menyihir alam dengan ketakutan akan kehadiran kaldera
Dimana air itu?
Sekarang tsunami bukan wacana
Masihkah air menyejukkan?

Wahai yang diharapkan
Mereka merindukan kesejukanmu
Bagai bayi yang mengais nanah merindukan air susu ibunya

Pondok Kaca II, 22 November 2010

Diikutkan dalam antologi Kasih; Tanah, Air, Udara

0 komentar:



Post a Comment

Jika tidak memiliki akun di google, wordpress, dan yang lainnya, bisa menggunakan anonymous.