Skip to main content

Lima Hari Ga Ngeblog

Ada apa dengan lima hari ga ngeblog?
Sebelumnya bahkan saya sudah berbulan-bulan ga ngeblog, mau apa? nulis apa? dibaca siapa? Saya paling tidak suka jika harus ngopas kalau nulis, toh tulisan yang saya kopas adalah tulisan manusia. Kalau dia bisa nulis kenapa kita tidak? Toh jadinya saya antipati dengan orang yang kalau ngeblog kerjaannya kopas dari artikel lain. Hah, kalau tidak mampu membuat artikel ya belajar dulu lah yang bener.


Ya udah lah ya, ngapain juga dibahas. Ngomong2 tentang blogging, hingga saat ini mungkin idola favorit saya masih Raditya Dika. Tetap Radit dan masih akan tetap Radit (halah). Spesialisasi saya memang bukan menulis esai atau artikel, ya begini ini tulisan saya, absurd persis IP saya.

Tapi ngintip blognya Dewi Lestari, ternyata dia ga produktif untuk maenin blog. Ouh, karena dua insan penulis itu adalah panutan saya jadi kerjaan saya ngeblog ga ngeblog aja.

Inti dari kefeketifan saya ngeblog adalah hibah internet dari unpad-hotspot-baru dan tisera. Well, saya sedang menabung untuk membeli modem sendiri dan mencari kerjaan untuk bisa memberi makan modem itu nanti.

:P

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…