Skip to main content

Believeable itu Seleksi Alam


Ada satu lentera bagi wisata mimpi saya, yaitu, “Kritis Berpikir, Gesit Menulis, dan Aktif Berbicara”, dan saya kerucutkan menjadi “Kritis, Kreatif, dan Komunikatif”. Jika ketiga hal itu berdisfungsi, berarti ada kelainan dalam saraf motivasi dan spirit saya. Dan imbasnya adalah saya selalu terjebak menjadi sosok yang dipercaya, seperti menjadi ketua kelompok kecil saat mabim dan mentoring, sampai kepercayaan lebih besar yang tidak diduga, atau dengan kata lain ‘menjadi nomor satu’ tanpa sadar. Ini ambisi saya? Bukan! Saya ingin melakukan apa yang saya cintai, saya tidak segan-segan menolak menjadi ketua jika saya memang tidak merasa ada feel, seperti yang saya lakukan saat pengkaderan di Riung Bandung. Ada kisah lain mengenai sentilan ini.
 
#Pelantikan BEM Kema Unpad; 130211#
Selama Raker, prinsip kritis, kreatif, dan komunikatif itu tengah masa adaptasi, namun alam tidak pernah berbohong menutupi kemampuan saya meski saya kecil. Ternyata ada award untuk Peserta Raker Terbaik, saya tidak tahu apa kriteria yang mereka nilai, hanya sepulangnya dari Sumedang saya merenung, “Sar, orang-orang hebat itu menemukan sesuatu dalam diri kamu. Semacam semangat atau mungkin dedikasi yang optimal. Jadi, tunjukan bahwa mereka tidak salah. Karena aku sendiri merasakannya. Apa aku bisa? Iya!”

#Launching Kolase Season Dua; 270211#
Mbak Achi menyerahkan puisi saya berjudul Sebilah Pisau Tumpul. “Pasti lebih menjiwai jika dibacakan oleh penulis aslinya.” Kenapa saya? Saya pemula dan di tempat itu ada banyak penulis lain yang berkeliaran. Namun sorakan meriah itu ramai ketika saya selesai membaca puisi. Alam tidak pernah berbohong menutupi kemampuan saya meski saya asing.

#Konseptor PMB Fkep Unpad 2011#
Ada satu kepanitiaan besar dan sangat diminati, khususnya oleh angkatan 2010, yaitu PMB 2011. Saya daftar? Tidak juga, proyek saya yang bejibun di semester ini sudah mengaum minta diperhatikan. Tapi di tengah jalan pulang ke kosan saya berpapasan dengan Nabila. “Sar, bisa ya jadi Konseptor PMB 2011?!”
Ngiiiing. Wah, pantas saja ketika membicarakan masalah Konseptor PMB 2011, Adit lirik-lirik saya, ternyata saya sudah ditembak dari awal ya. Hmm, sekali lagi, alam tidak pernah berbohong menutupi kemampuan saya meski saya diam.

Fyuh. Sahabat saya pernah bertanya dengan ketus, “Sar, ngapain sih kamu selalu mau jadi orang yang diandelin?”
Entahlah. Ada yang bilang, jika tidak bisa menjadi yang terbaik, kenapa ga jadi nomor satu? Hanya saja bagi saya, jika tidak bisa menjadi nomor satu, kenapa ga jadi yang terbaik? Setidaknya yang terbaik dalam diri kamu.
Aku sudah menemukannya. Kamu?

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…