Search This Blog

I am Sam, Film Keluarga Tentang Arti Sebuah Kasih Sayang



Masih dari film drama, kali ini saya akan membahas tentang sebuah film yang menurut saya sangat menyentuh..berjudul I am Sam. Film ini adalah sebuah film keluarga yang disutradarai oleh Jessie Nelson, dan dirilis pada tahun 2001. Diperankan dengan apik oleh Sean Penn dan Dakota Fanning, tidak heran film ini mendapat nominasi Oscar pada tahun itu.

Sam Dawson (Sean Penn) adalah seorang retard. Dia mengalami keterbelakangan mental dan hanya memiliki tingkat intelejensi tidak lebih dari anak 7 tahun. Hal tersebut memang tidak mengubah dedikasinya sebagai seorang ayah terhadap Lucy (Dakota Fanning), anak gadisnya. (Hm, Lucy bukanlah anak kandung Sam, melainkan anak dari teman Sam yang begitu saja meninggalkan Lucy setelah melahirkan). Kendati demikian, ketika Lucy beranjak pada usia 7 tahun, badan pemerintahan anak-anak mulai menyadari bahwa Sam dianggap tidak mampu mengurus anaknya lebih lanjut daripada umur tersebut, apalagi karena Sam hanyalah seorang pegawai Starbucks. Karena itu, Lucy diambil oleh pemerintah untuk diinapkan sementara di tempat tinggal orang tua asuh sementara kasus mengenai hak kepengurusan dilanjutkan dalam persidangan.


Sam yang mengalami gangguan mental tentunya tidak bisa membela dirinya sendiri. Dia mendatangi seorang pengacara wanita sukses Rita Harrison (Michelle Pfeiffer). Yang menarik ternyata Rita, pengacara profesional sekalipun normal dan memiliki segalanya tapi tidak memiliki hati yang bisa mengasihi anaknya. Rita semula enggan membantu Sam, tetapi pada akhirnya luluh terhadap keras kepalanya (hehehe,mgkin kepolosan) Sam. Bukan hal yang mudah untuk memenangkan hak kepengurusan dari Lucy dari pengadilan. Seiring perjalanan sidang, Rita dan Sam pun lebih banyak belajar satu dengan yang lainnya. Rita belajar dari Sam bagaimana merawat dan mendidik anaknya dengan benar sementara Sam sendiri belajar bagaimana untuk mengenali orang lain secara lebih mendalam lagi. Lalu, mampukah Sam mendapatkan hak asuh anaknya kembali?

Sebagai sebuah film drama, menurut saya film ini memiliki segalanya untuk membuat kita terharu (ga pake nangis bombay ya,wkwk). Pertama, film ini punya cerita ikatan cinta kuat antara seorang anak dan ayahnya yang terpaksa dipisahkan. Kedua, film ini punya seorang tokoh utama yang terbelakang namun penuh cinta, tidak cerdas tapi mampu mencintai dengan tulus.


Penampilan setiap aktris dalam film ini menakjubkan, Sean Penn pun mendapatkan nominasi Oscarnya pada tahun 2002. Fanning membuat debut yang menakjubkan dalam film ini. Ia membuat gemas penonton sekaligus kekaguman pada performanya diusianya yang sangat muda. Cerita dalam I Am Sam mampu dipadukan antara tawa dan tangis yang pas. Akan ada adegan yang membuat kita tersenyum, lantas adegan lanjutannya akan membuat kita terenyuh menontonnya. Nelson berhasil menggarap adegan dan emosi penonton dengan sempurna lantas mengaduk-aduknya.

Dan, yang tak boleh dilupakan…I am Sam juga dipenuhi dengan soundtrack-soundtrack yang mengiringi tiap adegannya dengan pas. Baik dalam lagu maupun dalam iringan instrumental film yang mampu menggiring mood penonton. Hey, yang sudah menonton pasti tahu kan lagu siapa yang ada difilm ini??Yes,Beatles!!!So, berbahagialah wahai Beatlemania:). Di bawah ini adalah beberapa track listnya di film I am Sam ;

1.”Two of Us”, performed by Aimee Mann and Michael Penn

2.”Blackbird”, performed by Sarah McLachlan

3.”Across the Universe”, performed by Rufus Wainwright

4.”I’m Looking Through You”, performed by The Wallflowers

5.”You’ve Got to Hide Your Love Away”, performed by Eddie Vedder

6.”Strawberry Fields Forever”, performed by Ben Harper

7.”Mother Nature’s Son”, performed by Sheryl Crow

8.”Golden Slumbers”, performed by Ben Folds

9.”I’m Only Sleeping”, performed by The Vines

10.”Don’t Let Me Down”, performed by Stereophonics

11.”Lucy in the Sky with Diamonds”, performed by The Black Crowes

12.”Julia”, performed by Chocolate Genius

13.”We Can Work It Out”, performed by Heather Nova

14.”Help!”, performed by Howie Day

15.”Nowhere Man”, performed by Paul Westerberg

16.”Revolution”, performed by Grandaddy

17.”Let It Be”, performed by Nick Cave

Saya sarankan kepada teman-teman. I Am Sam sebagai sebuah tontonan keluarga pada akhir pekan nanti. Usai menonton film ini, yang saya rasa perlu kita tanyakan pada setiap diri kita adalah, apakah kita sudah mengasihi keluarga kita dengan baik? Akan sangat malu rasanya bila seorang retard seperti Sam saja mampu menyayangi anaknya dengan sepenuh hati sementara kita tidak.

Review Film Hafalan Shalat Delisa



Bertemu lagi disekilas film, kali ini saya akan mencoba mereview atau menceritakan tentang film Hafalan Shalat Delisa yang tidak lain tidak bukan adalah cerita dari buku terlaris karya Tere Liye yang juga berjudul Hafalan Shalat Delisa. langsung saja ini dia ceritanya, lets cekedaut!

Film Hafalan Shalat Delisa merupakan film yang mengisahkan tentang tragedi tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 ini menceritakan tentang seorang gadis kecil bernama Delisa yang terus berjuang untuk menghapalkan bacaan shalatnya walau bencana tsunami telah membuat delisa banyak merasakan kehilangan.

Ini Mengenai Pengabdian, Bukan Sekedar Pengakuan

Aku dan BEM Kema Unpad (deskripsi yang menggambarkan diri saya, motivasi masuk BEM Kema, dan mengapa saya harus diterima menjadi staff akan saya sampaikan melalui memoar ini karena untuk esai mungkin akan sama dengan apa yang buat tahun kemarin)

Ini Mengenai Pengabdian, Bukan Sekedar Pengakuan

Mahasiswa Unpad Gelar Aksi Peringati Hari Ibu

[Unpad.ac.id, 22/12] Pagi ini, Kamis (22/12) mahasiswa Unpad melakukan aksi memperingati Hari Ibu di Gerbang Selatan Kampus Unpad Jatinangor. Mereka terdiri dari anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad, Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Kema Unpad, dan BPM dari sejumlah fakultas di lingkungan Unpad. Aksi ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap peran penting dari seorang Ibu.

Alhamdulillah, Cintaku Penuh Pada-Mu


Catatan ini Sarah persembahkan untuk pahlawan-pahlawan 2007 yang telah menjadi kakak Sarah di Keluarga Sigap. Buat Sarah kita adalah keluarga, saya tidak pernah berpikir kalau keluarga harus bersama setiap saat, tertawa berbagi kebahagiaan, dan memberikan perhatian penuh satu sama lain. Buat Sarah keluarga adalah skenario Allah, semua kelebihan, kekurangan, kekecewaan, rasa kesal, itu adalah bagian dari rasa kekeluargaan. Dan jika ditanya momen apa yang paling berkesan di Sigap, tentu saja Raker. Karena disana saya mulai mengenal kalian, saya yang hanya diam, tersenyum, dan menjadi pemerhati. Mengenal yang ini, tak kenal yang itu, kenalan tadi pagi sorenya udah ‘siapa ya?’ :D.

Mengenal Mereka dari Blog-nya

Siang ini saya ada di Garut. Ya, hari Selasa memang kami (A'2010) tidak ada kuliah jadi saya memutuskan untuk pulang karena weekend selalu saya sumbangkan untuk aktivitas organisasi, seminar, pertemuan-pertemuan, dan la la la la sebagainya.

So, saya bawa kerjaan sebenarnya ke rumah. Saya masih harus benerin web kema.unpad.ac.id, sumpah berangkat sekali lah! Lucunya, web ini kita kerjain keroyokan, buat tema yang ngerjain Kang Gempa (Presma Poltek Telkom), dan untuk design-nya dikerjain Kang Sayyidi (Presma saya), saya sendiri bertugas buat ngisi konten-kontennya. Sumpah, pusing, mual, ngantuk, bingung, ga ngerti. Arrrrrgghhhh ... dan saya tidak seharusnya mengeluh.

Madre; Bukan Sekedar Adonan Roti

November Cuy

Iseng-iseng buka blog lagi. Iseng-iseng nulis lagi. Ga tahu deh, kenapa harus repot-repot nulis. Seru aja, Bo.

Saya lagi di ruang advis bareng Wasilah, Djoko, Huseino, Agustian, sama Egi. Gila, perawan di sarang penyamun. Maaf-maaf aja ya, bukannya saya kecentilan tapi emang saya yang pertama kali duduk di ruangan ini dan mereka selenong nong nong aja masuk kesini. Yaa, berhubung saya lagi ngerjain publikasi acara di internet jadi saya ga mau ngampih.

Hari ini mau nulis apa ya? Flash back aja kali ya, udah November nih, kerjaan saya masih muter-muter aja. Wah, ga tahu deh nanti saya bakal digantung apa diarak rame-rame, bodo amat. Saya udah ngerjain semuanya semaksimal yang saya bisa, sampe berdarah-darah dan bernanah-nanah gila! Jadi, November ini kita udah mau reses. Pusing saya, kalau ditanya pusing kenapa ya saya bingung. Mana di departemen saya, saya masih kucluk-kucluk sendiri. Pengen rasanya kabur atau muntaber sampe muntah berak beneran. Tapi ga saya banget lah ya. Initnya, November ini bikin saya bingung setengah sekarat. Krrreeekk!

Ya udah sih ya, slow sarah! Muka kamu udah kaya muka steples ga jelas. Berhubung saya nulisnya on the spot begini, jadi saya nulisnya asal-asalan banget. Ditambah Wasilah berisik gila nyetel lagu bikin saya ga konsentrasi buat nulis. Bodo amat lah, pusing saya!

@,@

Meringis Hingga Menangis (Tragedi Iqbal Sabaruddin; 28 Okt'11)

Malam ini saya baru pulang latihan nasyid "Shoutul QA". Gila lah tangan saya pegal abis. Belum lagi saya dipusingkan dengan ulah Bu Dyah, anggota DPR RI yang besok mau ngisi seminar di Fkep dan kebetulan sayalah moderator beliau.
Malam-malam saya di-SMS ketua Himi Persis Unpad, isinya kurang lebih meminta doa agar Ketua Hima Persis PE Jawa Barat segera diebaskan dan keluarga Hima Persis akan melakukan aksi.

Yang terlintas pertama kali di benak saya adalah, "Apa coba??"
Maklum lah, hari itu saya sibuk praktikum, reporting, latihan musik, ngurusin Bu Dyah, dan tektekbengek semelekte kegiatan kampus lainnya. Hingga ketika pulang saya membuka FB dan murudullah pemberitahuan dari grup Keluarga Besar Persis Unpad mengenai kejadian Kang Iqbal Sabaruddin yang nyelonong di depan Wapres dan menunjukan poster berjudul, Sumpah Serapah 28 Oktober 2011.

Saya meringis hingga menangis saat membaca kronologis kejadian tersebut, apalagi dengan foto-foto yang sangat tidak manusiawi. Jadi merinding kalau diajak aksi sama teman-teman Hima Persis ...


Terkenang Mata Kuliah Immunology dan Hematology 2


Hari ini ada sosiometri. Kita diminta untuk menilai teman sendiri dalam SGD (Small Group Discussion). Penilaian tersebut meliputi keterampilan berkomunikasi, keaktifan, keterampilan mengumpulkan materi, tingkat pengetahuan, dan keahlian bekerja sama. Saya harus menilai kesepuluh teman saya yang lainnya dan saya memberi mereka nilai yang besar-besar, setidaknya ada yang saya kasih nilai 90.

Jadi Notulensi di Rakornas BEM SI ^,^


Minguu, 2 Oktober 2011            
Jam setengah 6 pagi HP saya sudah bergetar rame. Dua kali telpon dari Teh Fae ga keangkat, saya heran ada apa Teh Fae pagi begini nelpon. Ada dua jadwal yang saya batalkan hari ini, pertama adalah seminar Myelin 3 dan yang kedua adalah pernikahan Yani, teman Tsanawiyyah saya. Saya sengaja membatalkan keduanya karena entah kenapa saya merasa perlu istirahat, maklum lah seminggu saya ikut keliling fakultas untuk acara Koma dan akhirnya selalu pulang Magrib, saya ngerasa bahagia aja rasanya bisa full satu hari di rumah.
Jadi, ada apa Teh Fae menelpon?

Selembar Kertas yang Tak Berat


Memo ... 19 Agustus 2011

Amanah itu abstrak, namun harus digenggam. Saya mengingat kata-kata itu ketika Kang Daniel (Ketua Rohis Fkep 2010) lepas jabatan dan ada yang menuliskan kalimat tersebut di fesbuk Rohis QA. Beberapa waktu terakhir saat hape saya rusak dan akhirnya malah hilang dicuri siluman moh toha, amanah-amanah saya makin terasa abstrak saja. Saya jadi bingung mau kemana, mau ngapain, atau mau nemuin siapa. Bukannya saya ga mau beli hape lagi, tapi uang dari mana? Simpanan uang saya terlalu berharga untuk hanya beli hape (terlalu berharga apa terlalu sedikit ya? Whatever). Seperti yang terjadi hari itu, saya keliling Unpad cari orang tanpa hape.

Kunjungan SMA Binus ke Unpad Kampus Jatinangor

Dagri: Dialog Umum Jaring Aspirasi Untuk Rektor


Dari Raval ke Raval ...


Mejeng Bareng Sopir Angkot


Malem tadi saya mejeng lama di pinggir jalan bareng tukang angkot. Bukan karena lagi wawancara ga jelas, tapi ada insiden ongkos ga jelas. Sumpah deh, dulu saya suka heran kalau ibu saya selalu cerewet dalam hal tawar menawar meski hanya 1000 perak, tapi ternyata itu terjadi sama saya.
Untungnya saat itu saya adalah penumpang terakhir, jadi kami bebas teriak-teriak pinggir jalan kaya baru nelen TOA mesjid.

Seperti Bermain Musik

Sepertinya sekarang saya sedang jenuh-jenuhnya dengan segala hal. Entah apapun itu, organisasi, kuliah, keluarga, persahabatan. Sepertinya saya tengah ingin menarik diri dari sesuatu. Padahal itulah yang membuat saya hidup.
Bisa dibilang sekarang saya lagi lebay, memang biasanya saya lebay kan. Tapi asli, otak saya ga tahu gimana kerjanya sekarang. Stuck abis lah!

Tentang Keluarga Besar Sudibja


Sebenarnya posting tulisan ini masih sambil mesem2 campur haru gitu. Bagaimana tidak? Saya menemukan grup Keluarga Besar Sudibja di facebook. Memangnya siapa beliau?

Mana Ada! Masa Saya Kena Liver??!


Kaget ya, iya saya juga kaget waktu nulis ini. Kok judulnya gini sih. Oke, ga usah dibahas, coba dengerin dulu saya mau cerita apa.
Pagi itu saya apes. Oh iya, saya belum cerita mengenai hape saya yang menghilang dimakan siluman moh toha. Ah, sudahlah, memang banyak yang tidak saya ceritakan akhir-akhir ini. Ceritanya Selasar 34 ke Ciwidey, ceritanya di Fiksi Ganesha, ceritanya di RSKG Dago. Kapan-kapan lah ya itu mah, atau ntar kalau lagi mood nulis.

Menarik buka laptop, menarik masuk charger

Ssssst .... saya lagi diliatin Om Indra yang baru beres mandi (jam setengah sepuluh malem, bo). Dia pasti ga nyangka ada spesies orang kayak aku di rumah ini, yang begitu nyampe rumah langsung menuju laptop. Ga ada buka kaos kaki dulu, ga ada bebenah diri dulu ke baju tidur, ga ada minum air putih dulu (padahal asli haus banget), ga ada cuci muka dulu yang udah kucel ga berbentuk, pokoknya pada ga ada lah ya.

Lomba Cipta Cerita Pendek Pemuda 2011

Deadline: 10 September 2011

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggelar Lomba Cipta Cerita Pendek Pemuda 2011 yang diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada pemuda yang berprestasi dan berbakat dalam bidang sastra. Selain itu Kemenpora juga ingin memberikan ruang, pengakuan, dan penghargaan terhadap pemuda Indonesia atas prestasi, karya, dan kreativitas sebagai inspirasi dan motivasi bagi kalangan pemuda.
Tahun ini, Lomba Cipta Cerpen Pemuda bertema “Ketika Pemuda Membangun Masyarakatnya”.

Pak Urip Rahayu; Ayah Saya di Kampus

IPK ... IPK ... Oh, IPK ...
Sekarang pikiranku dipenuhi oleh euforia IPK setelah satu bulan rehat dari segala yang berbau Unpad dan perkuliahan yang memuakkan. Aku tegang, bagaimana tidak, sepertinya dari seluruh mahasiswa keperawatan angkatan 2010 hanya aku saja yang tidak tahu nilai. Ini semua gara-gara sistem permintaan nilai via SMS dan aku ganti nomor tanpa memberi tahu SBA.

Oke lupakan, aku sudah berjuang jauh-jauh ke Jatinangor untuk memberitahu pergantian nomor hape dan akhirnya aku mendapatkan nilai yang siap dicaci maki oleh ibuku yang merasa tidak mempunyai anak yang bodoh. Aku terpuruk di mata kuliah Basic Science Nursing III, akh terkutuklah!
Itu membuatku tidak bersemangat untuk KRS-an.

[Lomba Esai, Cerpen, dan Puisi] FLP DEPOK berkerjasama dengan KAZI menyediahkan hadiah total 36,5 JUTA


Bismillahirahmanirahim..
Assalamu'alaikum wr. wb.

Forum Lingkar Pena Depok dan Kazi (Kajian Zionisme Intrernasional)
mempersembahkan

SAYEMBARA TINGKAT NASIONAL PENULISAN ESAI, CERPEN DAN PUISI PALESTINA DAN SEMINAR SEHARI “MENUJU PALESTINA MERDEKA: SUMBANGSIH DARI INDONESIA” MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1433 H

Zohrah itu Venus (Bintang Fajar - Bintang Senja)

Venus

Definisi:
  1. Dewi cinta dan kecantikan, lambang daya cipta yang menopang segala kehidupan bagi bangsa Romawi
  2. Planet ke-2 dari matahari; bintang barat; bintang fajar; bintang kejora; bintang timur; bintang zohrah 

LMCR ke 6 tahun 2011:Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi

Tahun Ke 6
Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi
LMCR
KEMBALI MENGUNDANG ANDA UNTUK BERPRESTASI
Raih Hadiah Total Rp 95 Juta

ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN  AWARD

LOMBA ESAI-NARASI PENDIDIKAN KRITIS 2011

Forum Nasional Pendidikan Kritis-Alternatif mempersembahkan:
LOMBA ESAI-NARASI PENDIDIKAN KRITIS 2011

Preambule
Sebagai gerbang masa depan Indonesia yang lebih baik, pendidikan sering diabai, sering tak dilakukan dengan dedikasi profesionalisme tinggi. Hanya sebatas mengajar ‘apa adanya’, tak lebih, hanya menggugurkan pelaksanaan kurikulum. Ini bisa disimpulkan melihat prestasi anak negeri yang masih bisa dihitung dengan jari, kondisi politik-ekonomi-sosial-budaya yang tak mencerminkan pelakunya berpendidikan tinggi, tak menjunjung nilai-nilai moralitas-universal. Semua semakin karut marut.

Lomba Menulis Cerita Komunitas AB (Copas dari Sekolah Tinggi Menulis Jogja)

April 12, 2011, Leave a comment

Lomba Menulis Cerita Komunitas AB

Author: Redaksi STMJ
LOMBA MENULIS CERITA KOMUNITAS AB
“BERBAGI UNTUK KEMANUSIAAN”
BEKERJA SAMA DENGAN
SEKOLAH TINGGI MENULIS JOGJA – SATISFINE IDEA PRODUCTION

Batas pengiriman naskah: 10 Mei 2011

Linglung Ongkos @.@

Sebenarnya tragedi ini terjadi pada tanggal 17 April ketika saya selesai menghabiskan waktu dengan kedua temanku di alun2 Bandung.

Ceritanya begini … aku turun di Leuwi Panjang setelah menumpangi angkot Cipatik-Tegal Lega bersama Salma. Disana aku berharap menemukan bis menuju Tasik namun nihil. Bis Tasik itu irit sekali terlihat di LP (baca: Leuwi Panjang). Ya sudah, akhirnya aku kembali menjadi Gadis Elp Sejati seperti semasa SMP.

Setiap Manusia Punya Kemenangan Sendiri



Galaunya Malam Kemarin [Panelis Gagu :P]


Panelis? Apaan sih, lha saya juga kaga tahu. Jangankan panelis, devisa dan komoditas aja saya ga tahu! Saya tahunya Devitha dan Komodo (temennya Cicak di Kampus), hahahaa.
Ceritanya ... Inalillahi, saya lupa ceritanya gimana. Tadinya saya mau nyeritain pertemuan saya dengan T'Dika, tapi saya lupa ketemunya dimana .... Zzzzzzth
Ya udah lanjut aja dah, tiba-tiba saya ditodong jadi panelis. Hm, acara apaan??!

Tragedi Ujian Siang Tadi


Memasuki UTS, aku diminta untuk mempublikasikan ucapan selamat UTS. Hwidih, UTS aja harus selamat kan. Parahnya, kemalalasan aku sedang memanja ria. Jadi BEM Kema ketinggalan dalam hal ucap mengucap keselamatan itu. Kalah dengan ucapan teman-teman Padjadjaran Intellectual Research dan BPM Kema yang berbunyi;

Selamat Ber-UTS Ria!!!
Yuk terus belajar dan berdoa di Ujian Tengah Semester ini..!!
UTS..?? Ujian Tak Susah
UTS..?? Untuk Terus Senyum
UTS..?? Usaha Tenang dan Sukses
UTS..?? Ujian Tetap Semangat!!
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Jangan menyerah!!! Menyerah berarti menunda masa senang di masa datang (Imam Syafii).

Pemakaian Ejaan yang Disempurnakan dalam Sastra Populer Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berbahasa Penulis Muda




_Seni Pertunjukan_


Jangan Mau Jadi ‘Mujahid Cicak’


(Tulisan ini dibuat saat mengikuti Kaderisasi Hima/Himi Persis di Riung Bandung)
Sarah Nurul Khotimah Fkep Unpad ‘10

            Persis itu kaku. Begitu opini yang selalu saya dapat dari selentingan obrolan, sahabat, dan masyarakat. Jika benar begitu, sesuai dengan tipe kepribadian Hippocrates-Galenus barangkali aktivis-aktivis Persis dominan dengan empedu hitam sehingga mempunyai tipe kepribadian melankolis. Namun, terlepas dari desas-desus itu saya sendiri selalu memperhatikan beberapa karakteristik yang ada pada teman-teman seperjuangan saya yang juga saya temukan pada diri saya sendiri.
Karakteristik ini saya analogikan dengan cicak yang melekat di dinding dan saya paparkan beberapa kesalahan mujahid cicak. Saya mengatakannya sebagai mujahid,  bukan aktivis, sesuai dengan apa yang disampaiakan dari acara Silakpi mengenai rentang disparitas antara aktivis dan mujahid.
Cicak-cicak di dinding
Diam diam  merayap

Totalitas dan Pengoptimalan Diri untuk Menjadi Keluarga Mahasiswa yang Berkualitas



 (Tulisan ini dikirimkan saat mendaftarkan diri menjadi pengurus BEM Kema Kabinet Sigap)
 
Sarah Nurul Khotimah 220110100134
Fakultas Keperawatan 2010

Menjadi pengurus BEM?
Bagi sebagian mahasiswa apatis mungkin merasa heran melihat sekumpulan orang berbondong-bondong berkontribusi untuk BEM. Berkumpul untuk membahas proker-proker yang harus disepakati bersama. Menjalankan kegiatan yang tidak sedikit menguras keringat.

Orientasi Aksi Dodol


Kenangan Kabah @Riung Bandung



Tanggal 11 Februari menuju 12 Februari 2011…
“Apa Persis menganggap kamu kader Persis?” Teriaknya penuh penekanan dengan mimik optimis bahwa kali ini saya akan menyerah untuk menjawab.
Kok rasanya saya lagi ditanya, “apa orangtua kamu menganggap kamu anak mereka?Nyeredet hate kitu. Jangan-jangan orangtua saya mengasuh saya hanya karena kagok dikasih saya sebagai anak mereka. Malam sebelumnya saya memang memakai kalimat, ‘saya merasa tersesat di Persis, karena kecintaan saya pada ilmu matematika dan IPA dileburkan oleh Persis dengan memberi tinta merah di nilai Fisika’, tapi saya melanjutkannya dengan, ‘saya tersesat di tempat yang tepat.’

Paradigma Sastra Keperawatan


            “Materi kuliah apa nih?”
“Fundamental of Nursing.”
“Oh,” Aku duduk di pojok belakang. Aku lebih suka tempat duduk yang strategis di  belakang untuk menulis sebuah karya fiksi.
          Ya, aku adalah Si Sastra Gila. Pecinta sastra yang ditodong keluarga untuk masuk Fakultas Keperawatan.
          Bla… Bla… Bla…
          Seperti biasa lecture kali ini penuh dengan teori, karena kami baru semester satu maka yang dipelajari hanyalah pendekatan terhadap ilmu keperawatan. Baguslah, ada waktu agar pikiranku tetap menerawang jauh dari dunia keperawatan.

Ceritanya Kang Ujrot dan Neng Bahrul



Let’s read our story...
Kita dipertemukan di Cicalengka, kita sepupuan. Ibuku dan ibunya ditakdirkan seibu & seayah.. Ibu dia lebih tua dan ibu saya lebih cantik, dan saya lebih cantik dari mereka berdua, tapi mereka berdua lebih mulia dari saya.
Dia adalah Kang Ujrot, lengkapnya Ujrot Tahu Gejrot! Panggilan khusus dari saya ‘Apaji'. Hingga catatan ini saya catat saya masih memanggilnya begitu. Dan saya, ya saya. Neng Bahrul kalo dalam catatan ini. Banyak panggilan bertebaran dari nama Nurul yang saya sandang tanpa pangan dan papan ini, mulai dari Yuyuy, Kuyuy, Unun, Nunul, Jenul, dan panggilan manyun lainnya. Tapi si Ujrot ini menyebut saya Bahrul.

Believeable itu Seleksi Alam


Ada satu lentera bagi wisata mimpi saya, yaitu, “Kritis Berpikir, Gesit Menulis, dan Aktif Berbicara”, dan saya kerucutkan menjadi “Kritis, Kreatif, dan Komunikatif”. Jika ketiga hal itu berdisfungsi, berarti ada kelainan dalam saraf motivasi dan spirit saya. Dan imbasnya adalah saya selalu terjebak menjadi sosok yang dipercaya, seperti menjadi ketua kelompok kecil saat mabim dan mentoring, sampai kepercayaan lebih besar yang tidak diduga, atau dengan kata lain ‘menjadi nomor satu’ tanpa sadar. Ini ambisi saya? Bukan! Saya ingin melakukan apa yang saya cintai, saya tidak segan-segan menolak menjadi ketua jika saya memang tidak merasa ada feel, seperti yang saya lakukan saat pengkaderan di Riung Bandung. Ada kisah lain mengenai sentilan ini.

Not Hope but Full Believe

Cinta Kasih Kelapangan Hati



Sajak Reofilia



Telaga Kausar Indonesia


Sebilah Pisau Tumpul


Lima Hari Ga Ngeblog

Ada apa dengan lima hari ga ngeblog?
Sebelumnya bahkan saya sudah berbulan-bulan ga ngeblog, mau apa? nulis apa? dibaca siapa? Saya paling tidak suka jika harus ngopas kalau nulis, toh tulisan yang saya kopas adalah tulisan manusia. Kalau dia bisa nulis kenapa kita tidak? Toh jadinya saya antipati dengan orang yang kalau ngeblog kerjaannya kopas dari artikel lain. Hah, kalau tidak mampu membuat artikel ya belajar dulu lah yang bener.

Paradoksnya Hobi Sama Profesi

Pagi ini saya belajar Trauma Thoraks sama Pak Cecep. Serem, kita disuguhi video peperangan di Iran, intinya di video itu diperlihatkan pertolongan emergensi terhadap korban perang (medisnya tentang apa aku kaga tau). Tapi yang bikin lucu sampe aku tertarik bikin tulisan ini tuh bukan itu tapi celetukan Pak Cecep mengenai 'polisi' soalnya beliau menambahkan, "Tapi bukan polisi yang joged India itu."

Wajah Pucat Hari Ini (5 April 2011)

Ah, mau menuh2in blog deh kayanya. On d'spot nulis apa yang mau ditulis, bukan karena saya seorang penulis atau pemilik laptop yang bisa internetan (ah ga penting dah). Oh iya, ngomong2 tentang penulis kemarin ketika Radep HRD dan Ukhuwah saya dipanggil penulis sama Kabid Ukhuwah (cikiciw), dia bilang gini, "Kalau tidak salah anak HRD ada yang jadi penulis ya?". Sontak pada ngeliatin aku kan (emang aku buron?), well okelah imej saya di kampus sudah dicap sebagai seorang penulis. So, ga wajar deh kalo ni blog kosong2 aja.