Skip to main content

bodoh.. !

sekarang aku sedang memikirkan tentang kebodohan dunia,kebodohan manusia-manusia yang hidup dalam dunia yang serba bodoh..
bosankah kalian dengan kebodohan yang tidak pernah berhenti berputar.. ?!
apa yang perlu didefinisikan saat semua dirajai oleh kedunguan sang waktu,selalu. . definisi hidup berubah seolah semua tak pernah mengenalkan diri.. !
rasa dan asa yang seharusnya enyah dihadirkan dengan tololnya...

semua bersembunyi di balik jubah kebodohan itu,merayap-rayap menggali lubang kematian di bawah batu nisan kebodohan yang telah mereka ukir sendiri..
dan sekarang,aku adalah bagian dari orang-orang bodoh yang tengah bercengkrama riang menertawakan semua makhluk dengan kedunguan yang selalu disadari dengan sangat.. !
aku kesal.. kekesalan karena terjebak dalam kebodohan bersama-sama dengan makhluk bodoh lainnya..
aku ingin terjun membuang semua kenistaan ini.. !

Aku ingin engkau ada disini
Menemaniku saat sepi
Menemaniku saat gundah

Berat hidup ini tanpa dirimu
Ku hanya mencintai kamu
Ku hanya memiliki kamu

Aku rindu setengah mati kepadamu
Sungguh ku ingin kau tahu
Aku rindu setengah mati

Meski tlah lama kita tak bertemu
Ku slalu memimpikan kamu
Ku tak bisa hidup tanpamu

Aku rindu setengah mati kepadamu
Sungguh ku ingin kau tahu
Ku tak bisa hidup tanpamu
Aku rindu…

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Ragam Budaya Indonesia Terhadap Kesehatan

SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

Perjalanan dan Renungan Tentang Spiritual

Siang ini hectic. Ceritanya saya ngejar UP bulan ini tapi bimbingan aja jarang. Susah emang kalau nggak punya motivasi hidup terikat orang lain, menemui dosen pembimbing aja mengumpulkan niatnya harus jungkir balik dulu. It's time to regret. Besok pengumpulan draft tapi saya masih nguwel-nguwel proposal.

Kalau besok bisa bimbingan sama Pak Iyus, kayaknya saya bisa UP bulan ini. Kalau nggak, see you in April kayaknya.
Seperti biasa, saya keluar dari perpustakaan jam 4 sore. Nyimpen draft di meja Pak Iyus sama Pak Irman, lalu pulang jalan kaki. Karena sendirian, sepanjang perjalanan saya melamun, eh merenung. Saya akan memasukan nama Dewi Lestari dan Reza Gunawan di skripsi saya, karena karya merekalah saya membuat judul skripsi seperti ini.
Dewi terlahir sebagai Nasrani. Menjelang dewasa, dia mempertanyakan Tuhan. Saking hausnya dengan informasi mengenai Tuhan, dia mempelajari semua agama. Dalam satu hari Dewi bisa menghabiskan tiga buku tentang agama. Dari pengalaman spiritual ya…